
"apa kakak belum memakai parfume?", dian bertanya pada sang suami.
"oh lupa hehe, sabar yah", kata alvin lalu melangkah dan dian ttap mengekori nya menuju meja rias.
"eh eh... kog itu yang? gak boleh yang itu.. vanilla aja. oke", dian memberikan parfume yang biasa di pakai nya.
"loh... ini kan parfume kamu ayang....!!", alvin menolak untuk memakai parfume milik sang istri. bukan nya gak mau sih, tatpi bau nya kan feminim banget loh.. bayangin aja..
"pokok nya mulai sekarang kakak harus make parfume ini, ini yang buat aku betah meluk ayang loh, ini tuh harum bangettt yang", jawab dian lalu mengambil alih parfume yang di genggam suami nya dan menyemprotkan nya di beberapa titik tubuh lalu ia tersenyum senang. sedangkan alvin seakan terkulai lemas.
"okelah.. ikut mau mau mu aja yang", jawab alvin lemas
.
.
.
kini kedua nya berada di sebuah restoran gang terletak tidak terlalu jauh dari kantor alvin. kedua nya bersendagurau sambil menunggu pesanan datang.
hari semakin larut, kedua nya masih betah berada disana hingga jam menunjukan pukul 22:00 malam.
alvin melirik jam di pergelangan tangan nya, "yang, ayok kita pulang gih, udah jam segini loh", kata alvin pada sang istri
"hemm oke lah, tapi kita tiduran di kantor aja yah sayang.. aku betah loh disana, disana serasa nyaman gitu yah", kata dian namun tidak dengan alvin.
"yang, gak baik loh ninggalin rumah terlalu sering dan tidur di kantor", kata alvin menolak keinginan sang istri
"tapi yang, ini anak mu loh yang mau.. bukan aku.", jawab dian sambil meringsut
alvin berdiri dari tempat nya lalu berlutut di hadapan sang istri tercinta yang sedang meringsut itu.
dian yang mendapat perlakuan tiba tiba seperti ini jadi salah tingkah dengan kelakuan sang suami.
"ada apa yang, kenapa berlutut sih?", dian bertanya pada sang suami.
"aku mau bujuk anak ku, kenapa sih mau nya aneh aneh banget", jawab alvin dengan polos nya.
"astaga naga, tapi gak gini sayang, ayo bangun. malu loh di liatin banyak orang yang", jawab dian setengah berbisik
"biarin, emang gua pikirin?, aku hanya pengen anak ku denger aja", jawab alvin tetap pada pendirian nya. kali ini alvin benar benar nekat sama keinginan nya, ia mulai membalikan badan dian agar berhadapan dengan nya. lalu mulai mengelus perut yang masih datar milik sang istri. sedang kan dian?? jangan di tanya apa sekarang yang di rasakan wanita cantik itu. dian benarΒ² malu, bahkan wajah nya sudah mirip seperti kepiting rebus kali ini.
"hello anak ku sayang, sekarang kita mau pulang ke rumah nya nak, kasian mami kamu kalau kamu pengen tidur nya di kantor nak, disana gak ada siapapun selain bapak sat pam. nah kalo misal nya mama kepengen makan sesuatu tengah malem atau mama sakit tengah malam gimana dong? kamu gak maukan kalo mimi sakit dan papi kebingungan buat minta tolong ama siapakan nak?, jadi malam ini kita pulang yah, papi janji nanti kita akan bermain ke kantor lagi dan kita akan berlibur ke hotel mewah yah.. untuk malam ini kita pulan du. oke jagoan papi mami? muaccch", alvin seolah merayu anak balita berumur 2 tahunan lalu mengecup perut datar sang istri tercinta nya.
beberapa orang yang melihat adegan seperti ini masih berbisik bisik , mereka sangat iri dengan apa yang di lihat nya. ada pula yang bahagia karena mereka terlihat serasi dan sempurna menurut pandangan masing masing orang.
dian tersenyum geli dengan kelakuan sang suami. namun tak disangka di sana ada dua pasang mata yang sejak tadi memantau gerak gerik pasangan suami istri itu.
"lo harus deketin si alvin secepat mungkin, buat dia jatuh cinta sama lo dan lo pastikan bayi di kandungan lo itu mendapat kehidupan lagak" kata seorang peria muda pada wanita yang ada di depan nya.
"kenapa? gak suka? bukan kah kamu adalah mantan kekasih lelaki itu?", kata pria itu lagi.
"yah benar aku mantan kekasih nya, tapi dia kan udah menikah. manamungkin dia mau mendekati aku, apalagi istri nya sangat cantik dan mungkin juga lagi me gandung kan anak nya", jawab wanita itu ragu namun ia tegap mengutarakan pendapat nya.
"jangan bodoh kamu.. kamu harus hidup dengan nya dan aku akan merebut dian dari sisi nya, dian hanya pantas untuk aku. bukan untuk lelaki itu, meskipun dian tengah mengandung anak nya, aku takan peduli. aku mencintai nya. hubungan ku dengan mu hanya sebatas cinta satu malam kan? lagian aku bukan yang pertama menyentuh mu", jawab pria itu dengan kejam.
"apa harus seperti ini? hem? apa kamu masih menyangkal bahwa aku tidak lagi pe*rawan sat kau tiduri?", jawab wanita itu dengan perasaan kecewa yang sangat dalam.
"yeah siapa yang percaya? bukan kah saat itu aku mabuk dan kau juga mabuk? kita sama sama mbukkan?", pria itu tetap tidak mau kalah
"baiklah, aku akan melakukan apapun yang kaumu mau, kamu tida mau kan jika aku mengatakan pada dunia dan pada anak ini bahwa kau adalah ayah nya?", kata wanita muda itu dengan dengan tegas.
"alah... sudahlah.. terserah kamu.. intinya kamu gak boleh mengatakan pada siapapun atau meski kamu mengatakan pada siapapun juga, aku tetap gak akan nikahin kamu. ngerti kamu?? jadi jangan coba coba kamu mengusik kenyamanan hidup ku lagi", kata lelaki itu sangat kejam
.
.
.
dian yang tak sengaja menjatuhkan jepit rambut nya di lantai, seorang wanita muda cantik ikut memilih jepit rambut itu dengan memberikan nya kembali pada dian.
"ini milik mu?", kata wanita itu sambil memberikan jepit rambut berwarna pink pada dian.
"iya mbak, makasih ya", dian menerima jepitan itu dengan senyum merekah menghiasi wajah nya yang anggun dan cantik, membuat siapapun akan sangat jatuh hati pada senyuman yang tulus seperti dian saat ini.
"iya sama-sama, lain kali hati-hati yah, barang milik mu tak boleh di jatuhkan, nanti di maling orang loh", kata wanita itu dan serrrttt jantung dian serasa memompa lebih kencang karena ia sangat mengenali wanita yang ada di depan nya saat ini adlah mantan kekasih sang suami tercinta.
alvin yang baru saja selesai membayar makanan dari kasir menuju sang istri.
"ayo sayang, kita pulang", kata alvin sambil meraih pergelangan tangan dian.
"hay vin.. apa kabar, kamu tambah ganteng aja yah", kata wanita itu membuat kening alvin mengerut sedangkan pupil mata dian melebar tak percaya dengan apa yang di katakan wanita di depan nya saat ini.
"tadi kata nya gak mau, eh ternyata dia sergap tanpa aba aba, dasar wanita mu*rahan", kata seorang lelaki yang masih betah memandang ke tiga orang di depan nya saat ini.
.
.
.
hay guys terimakasih banyak atas dukungan nya yah, terimakasih karena masih setia dalam menunggu setiap bab yang aku up. mohon maaf sebesar besar nya jika ada kekurangan kosakata dalam karya ini.. mohon bantuan untuk dukung terus karya ini yah.. terimakasih banyak. love you all and god bless you ππ€π₯°π
have a nice day ππΌ