My First Love

My First Love
29. KEHIDUPAN KU DIMULAI?



alvin yang baru saja tiba di depan puntu kamar VIP tempat calon istri nya di rawat, melihat wanita malang itu terbaring di tempat tidur dengan wajah yang teduh. alvin menatap lama wajah gadis itu melalui kaca pintu transparat ruangan VIP. "siapa kamu hingga membuat hati kedua orang tua ku luluh padamu", batin alvin. alvin melangkah menuju ruangan itu, "darimana kamu nak", tanya bu shinta yang sedang duduk sambik membaca majalah di tangan nya. "cari udara segar ma", jawab alvin santai sambil membaringkan diri nya pada tempat tidur khusu penjaga di ruangan itu.


dian yang tengah sadar kedatangan alvin berpura-pura untuk tidak mau bergerak bahkan untuk sekedar menggerakan bagian tubuh nya. ia masih ingin mendengar percakapan kedua orang yang ada di ruangam itu. "vin, mama harap kamu gak akan menyakiti hati calon istri mu", kata bu shinta tiba-tiba dan mendekati anak nya yang tengah berbaring membelakangi tubuh sang ibu. alvin menarim nafas panjang lalu memnuangnya dwngan perlahan lalu bangun duduk di sambing inbu nya di tepi ranjang.


"ma.. alvin belum bisa sepenuh nya berjanji untuk hal itu, alvin akan mencoba ma", jawab alvin pelan. "tapi kenapa nak? apa alasan nya? apa kamu punya gadis lain?", bu shinta bertanya karena tak menyangka akan jawaban putra semata wayang nya. "ma. maafkan alvin, alvin sebenar nya menunggu seseorang yang pernah singgah di hati alvin, alvin juga gak fau siapa gadis itu, mungkin karena gadis itulah alvin belum bisa membuka hati pada gadia manapun, apa lagi dian, dia....", alvin menggantung pembicaraan nya dan kembali menarik nafas nya sedalam mungkin dan tak melanjutkan kata-kata nya.


..."baiklah, kalau begitu mama batalkan pernikahan kalian", jawab bu shinta setelah mendengar jawaban sang putra. "jangan ma.. jangan...!", alvin berdiri dan berhadapan pada sang bunda yang masih betah di tepi tempat tidur. "alvin mencoba untuk mencintai nya seiring berjalan nya waktu, alvin janji", jawab alvin mantap seakan menghipnotis sang ibu. sementara di tempat tidur lain, dian meneteskan air mata nya dan terisak dalam diam, alvin yang menyadari hal itu berbalik dan menuju tempat tidur dian, mencoba membangunkan dian, alvin menatap lekat wajah dian ...


..."apa dia mendengar semua nya,? gawat nih, dia mendengar akuh berjani untuk mencoba mencintai nya, astaga... bodoh nya diri ku berjanji sengan ibu dan dia mendengar semua nya", batin alvin. ...


namun dian tetap tak menggerakan tubuh nya, isaman demi isakan yang di dengar alvin, namun alvinpun tak mau membangukan dian, entah mengapa, alvin membangunkan nya dari tangisan. "dii..dian.. dian.. bangun..bangun dian...!", sambul menggerakan bahu diian. bu shinta yang melihat putra nya membangunkan dian mendekati tempat tidur itu, bu shinta meremas kedua ujung kaki gadis itu sambil memanggil nama nya beberapa kali, alvin melihat kerapuhan pada wajah wanita di depan nya yang masih menutup mata. "apa kamu bermimpi hal buruk? kenapa kamu belum bangun, kamu kenapa?", seketika alvin kalut dan bingung melihat nya, ada rasa ibah saat menatap wajah gadis di depan nya, alvin menggenggam tangan dian erat lalu memeluk gadis itu dan menggendong nya sambil menepuk pipi dian berkali kali, dian yang tak menahan lebih lama dengan menutup mata lalu perlahan membuka mata nya dengan tatapan sayu pada alvin.


dian menangis sejadi jadi nya sambil memeluk alvin erat. entah mengapa, dian merasa nyaman dalam pelukan lelaki itu, "ya tuhan, jika memang dia jodoh ku yang kau kirimkan, kuatkanlah aku dalam mengahadapi bahtera rumah tangga yang aku jalani, jika tidak, maka buatlah hati ku intuk tidak merasa nyaman saat berada di dekat nya", batin dian yang masih betah memeluk alvin. alvin setengah berbisik pada daun telinga nya, "apa kamu bermimpi buruk?", dian hanya menganggukan mepala nya pelan dan menjawab dalam sela tangisan nya "iii iia.. sa..saa..sanggat bu..bu..ruk... hikkkss hikkss", jawab dian lalu tetap terisak dalam pelukan alvin.


ibu shinta yang melihat adegan di depan nya diam seribu bahasa, hanya ada rasa senang di hati nya, bu shinta pelan-pelan meninggalkan alvin dan dian di ruangan itu, bu shinta sengaja melakukan hal itu, agar memberikan privasi pada kedua anak muda yang sebentar lagi akan menjalani bahtera rumah tangga


sang CEO tampan itu masih saja betah memangku gadis yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidup nya sambil mengelus ranbut coklat panjang dan menghirup aroma vanila dari rambut gadis itu, sedangkan gadis itu (dian) mulai meredah dari tangisan nya, lebih dari 1 jam lama nya dian betah berada dalam pangkuan alvin.


alvin mulai bertanya lagi pada dian "kamu memimpikan apa hingga harus menangis sesegukan seperti tadi? apa kamu selalu seperti itu?", yang di tanya hanya menanggukan kepala nya lemah dan pelan. saat alvjn ingin melihat nya, ternya dian tertidur dalam pangkuan nya. alvin lalu kembali membaringkan nya di tempat tidur sambil membenarkan rambut dian yang menutupi pipi nya lalu membenarkan selimut ynag menyelimuti tubuh gadis itu. alvin lalu keluar daru ruangan VIP.


sesanpai nya di luar ruangan alvin mendapati ibu nya duduk di depan ruangan sambil memainkan benda pipih persegi panjang berwarna navi di tangan nya. "ma. apa mama sudah menelfon keluarga nya?", tanya alvinpada ibushinta yang asik bermain game. "ia nak, mma suda mengabarkan pembantu di rumah nya dan mengatakan dian baik-baik saja, hanya butuh istrahat, mereka gak perlu repot-repot kemari", kata bi shinta namun tak melepaskan benda yang ada di tangan nya. "apa dian gak punya keluarga lagi?", alvin bertanya penasaran. "apa kamu tidak mengetahui biodata pegawai mu?", bu shinta malah balik bertanya pada sang putra kesal. "gak semua nya aku tau ma, hanya beberapa yang penting aja", jawab alvin tak kalah kesal. alvin lalu melangkah pergi dari tempat ibu nya. "dasar", gumam bu shinta melihat punggung anak nya menghilang di balik tembok ruangan itu pergi entag kemana. "apa kehidupan ku akan di mulai?", gumam alvin ketika berada di taman rumah sakit itu.


.


.


.


hay guys, jangan lupa yah vote novel ku ini, like dan komentar nya juga. terimakasih karena selalu setia membaca novel ku. god bless you all ❤️❣️😇