My First Love

My First Love
Kekunci di ruang musik



"Oh jadi lo nantangin gue, emang dikata gue takut apa sama tantangan lo? gak!" Ujar Alvaro marah.


Dan akhirnya Alvaro pun berusaha keras untuk mendobrak pintunya tetapi pintu itu terbuat dari besi. Jadi, tangannya alvaro pun terluka.


"A" teriak Alvaro.


"Lo gk kenapa-napa kan?"


"Coba sini gue liat tangan lo." Ucap Jasmine.


"Tangan lo merah var, lagian nerima tantangan dari gue udah tau terbuat dari besi pintunya." Ucap jasmime marah-marah.


"Tangan gue lagi sakit bukannya di obatin malah di omel-omelin, kalo lu gk ngasih tantangan kayak gini juga tangan gue kagak sakit kayak gini." ucap Alvaro kesal.


"Ihh, kok nyalahin gue si!" ucap Jasmine yang kesal juga.


Mereka berdua membalikkan badan berlawanan arah karena kesal.


*5 menit kemudian


Jasmine ingin melihat ke kaca pintu apakah abangnya udah datang atau belum dan tanpa sengaja Jasmine menyenggol tangan Alvaro.


"a a" suara kesakitan.


"eh sorry sorry... Kayaknya di tas gue ada yang buat ngangetin perut pas lagi pms dah, Nih pake aja." ucap Jasmine menyodorkan barangnya.


"Pakein lah, tangan gue gk bisa bergerak nih" ucap Alvaro.


"Sini tangan lo" ucap Jasmine sambil membuka bungkusnya.


Saat Jasmine menempelkan penghangatnya ke tangan Alvaro, Alvaro menatap Jasmine. Jasmine pun tidak sengaja melihatnya dan Alvaro langsung membalikkan mukanya ke arah lain dengan cepat.


"hihihi" Jasmine tertawa kecil.


"Kenapa lo ketawa? emang ada yang lucu?" tanya Alvaro sinis.


"Gk kok." ucap Jasmine.


"Btw gue tau kok gue cantik tapi gk usah ditatap juga kali" sambungnya kegeeran.


"Lo sama pantat bayi juga cakepan pantat bayi, nyet!" ucap Alvaro.


"Ish.., nyama-nyamain gue sama pantat bayi, manggil-manggil nyet lagi. Lo sama pantat monyet juga cakepan pantat monyet :>" ucap Jasmine tertawa.


*suara pintu terbuka.


"Bangggg...." ucap Jasmine sambil memeluk Davin.


"Abis ngapain lu ama Varo?" tanya davin meledek.


"Abang apaan si!!!" ucap Jasmine kesal.


"Udah yuk pulang aku capek, tangannya Alvaro juga lagi sakit." sambungnya.


"Makanya kalo lagi main ati-ati jangan sampe kecelakaan" ucap Davin tertawa.


"ABANGGGGGGG,,, orang aku gk ngapa-ngapin juga." ucap Jasmine yang langsung lari ke parkiran.


"Var bareng kita aja, dripada nunggu lama jemputan lo" ajak Davin memeluk leher Alvaro.


"Boleh boleh" ucap Alvaro santuy.


Mereka bertiga berjalan keparkiran mobil bersama-sama. Saat sudah sampai di depan mobil Davin, mereka masuk kedalam mobil.


*brakk (suara tutup mobil)


Jasmine duduk belakang karena ia mengira Alvaro akan duduk di depan dengan abangnya.


"Ihh,lu kok ngikut ngikut duduk di belakang si!" ucapnya kesal.


"Yang punya mobil aja gpp, suka-suka gue lah" jwb Alvaro.


"Serah lo ahh" ucapnya sambil menyenderkan kepalanya ke kaca mobil.


5 menit kemudian Jasmine tertidur. Saat Jasmine tertidur, Davin tidak melihat ada polisi tidur.


Dan akhirnya ia menabrak polisi tidur itu hingga posisi tidur Jasmine jatuh ke pundak Alvaro.


Alvaro diam-diam sengaja melihat muka Jasmine. Dan menaruh rambut Jasmine ke telinganya agar ia bisa lebih melihat dengan jelas muka Jasmine.


"Nih anak kalo diem kayak kucing penurut, tapi kalo udh bangun udh kayak singa kelaperan." Gumam dalam hati Alvaro.


Jasmine mendadak bangun dan Alvaro pun kaget hingga menolehkan kepalanya ke kaca mobil.