My First Love

My First Love
40. TERIMAKASIH SAYANG



Alvin berjalan bergonta ganti menuju lift khusus hinnga membawa nya menuju ruangan CEO


alvin duduk di kursi kebesaran nya sambil menarik nafas panjang lalu membuang nya dengan berat, seakan ada beban yang masih ia simpan di hati nya.


ia kembali memainkan benda pipih persegi panjang nya, lalu pikiran nya masih terngiang-ngiang tentang sang istri yang selama ini ia kira sebagai wanita yang t***k b**k. ia mencoba untuk memastikan lagi dan menghubungi salah seorang kepercayaan nya.


"hallo, apa bisa kamu bertemu dengan ku di cafe thara 20 meni lagi pagi ini?", kata alvin to the point pada seseorang di seberang telephone.


"baik pak", jawab orang tersebut.


alvin lalu memutuskan panggilan lalu pergi meninggalkan ruangan nya lalu menuju ruangan ivan dan mengambil kunci mobil dari atas meja kerja ivan.


ivan yang melihat bos nya mengikuti langkah kaki alvin hingga di depan lift.


"ada apa?", alvin berbalik sebelum memasuki lift yang masih terbuka.


"maaf pak, anda mau kemana terlihat sangat buru-buru? apa saya tidak boleh memgikiti nda?", kata ivan sopan sambil menundukan kepala nya.


jika di kantor mereka terlihat sangat profesional, maka tidak di rumah dan di luar kantor, beda cerita nya. heheh


"tidak, kamu tetap stay di kantor menggantikan saya hari ini, saya ada urusan yang sangat peribadi dan prifasi", kata alvin lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari ivan.


"sialan lo, awas lo kalo ketauan selingkuh dari bini lo yang cantik itu, kalau lo berani selingkuh, gua hajar lo habis-habisan dan gua nikahin bini lo. huhhh", ivan membatin dan berlalu meninggalkan tempat itu.


Alvin sangat terburu-buru hingga ia selalu membunyikan klakson nya saat ada mobil yang menghalangi jalan nya.


hingga tak membutuhkan waktu yang lama, alvin akhir nya tiba di cafe yang telah ia janjikan pada orang kepercayaan nya.


"selamat pagi pak", sapa orang itu sambil berdiri dan setengah membungkukan badan nya tanda menghormati orang yang berada di depan nya.


"selamat pagi, apa sudah lama menunggu?", jawab alvin lalu bertanya kembali.


"belum pak, baru sekitar 5 menit lalu saya tiba", jawab orang itu.


"jadi begini ben, kamu saya tugaskan untuk menyelidiki istri saya, kamu cukup menyelidiki siapa mantan pacar istri saya, siapa teman-teman nya dan siapa yang mendekati nya saat ini selain saya. cuma itu yang ingin saya sampaikan sama kamu sekarang, jika ada informasi, segeralah menghubungi saya", alvin menjelaskan dan memberikan tugas pada seseorang yang ia sebutkan nama nya sebagai ben. (beni)


"baik pak", jawab lelaki itu lantang


"okay, kamu lanjutikan makan dulu, saya mau langsung pulang saja", kata alvin lalu berdiri saat mendapatkan jawaban dari beni.


Alvin sedikit merasa legah saat ia telah meninggalkan cafe itu, dret...drett handphone milik alvin bergetar didalam saku jas nya.


"mama", gumam alvin saat melihat nama kontak dalam panggilan telephone nya.


"selamat pagi ma", sapa alvin


"pagi nak, apa mama mengganggu kerja mu?", tanya bu shinta pada anak lelaki nya.


"oh tidak ma, alvin lagi menyetir dan dalam perjalanan pulang, ada apa ma? apa mma sama papa sudah balij jakarta?", alvin bertanya pada ibu nya.


"kamu mau pulang? emang gak kerja hari ini nak? tapi kata istrimu tadi, hari ini kamu kerja", jawab shinta heran


"astaga... apa dia mengaduh pada mama tentang dia sakit? mampuslah aku", batin alvin.


"ah ia ma, tapi alvin gak betah di kantor karena....", alvin tak melanjutkan pembicaraan nya sebab bu shinta kembali membulih nya.


"ahhh mama tau, kamu pasti kangend kan sama istri mu hahhaaha baguslah nak, kamu harus nya begitu sama istri gak boleh di tinggal lama saat pergi, cepat buatkan kami cucu yah", kata bu shinta antusias.


"belum nak, papa sama mama kayak 2 mingguan lagi baru balij jakarta, soal nya papa sama mma pe gend jalan-jalan dulu sepuas-puas nya, tadi mma nelfon nak dian, kata nya nak dian baru saja habis mandi dan nak dian baik-baik aja katanya gitu nak", kata bu shinta menjelaskan.


"ooh iaa udah ma, kalau gitu mma sama papa lanjutin aja kerja sekaligus liburan nya, alvin mau singgah beli sesuatu buat istri ku", jawab alvin


"baiklah nak, kamu hati-hati yah nyetir nya", pesan bu shinta lalu memutuskan sambungan telephone nya.


"jadi dia gak mengaduh sama mama soal keadaan nya yang lagi sakit karena dehidrasi?", gumam alvin lalu memarkirkan mobil nya di sebuah butik ternama dan terbesar.


alvin melangkah kan kaki nya gonta ganti sambil memasuki butik tersebut, alvin menemui manager tempat itu. butik itu milik keluarga pak albert yang di kelolah oleh sang mama


"tolong carikan gaun, baju rumah, baju santai, baju gereja, baju pesta dan baju kantor dan terbaikuntuk istri saya", pintah alvin dan tak butuh waktu lama, semua pesanan alvin kini telah berada di depan nya. bukan hanya baju, tapi beberapa stelan kantor beserta tas juga sepatu kini telah di di siapkan dan memerintahkan sopir khusus yang bekerja di butik itu untuk mengirimkan ke rumah nya.


alvin lalu pergi setelah mengurus semua nya,alvin melirik jam yang melingkar di tangan nya.


"sekarang sudah jam 12:00 ternyata", gumam alvin sambil menyetirkan mobil nya menuju rumah.


saat alvin membuka pintu kamar, alvin mendapatkan sang istri yang masih mengatur tempat tidur kamar, dian terkejut karena mendapatkan sang suami yang masih berdiri di depan pintu kamar, dian menundukan kepala nya dan melangkah mendekati alvin lalu mengambil tas merja dan menyimoannya pada lemari khusu penyimpanan tas.


"apa kamu sudah merasa baikan?", tanya alvin


"ia tuan", jawab dian sopan


"baiklah, apa kamu sduah makan?", tanya alvin lagi.


"sudah tuan", jawab shinta.


alvin menggantikan pakayan kantor nya dengan stelan santai rumahan. lalu berjalan mendekati dian dan bagai di sengat petir, alvin menggandeng tangan dian lalu mengajak nya untuk menuju ruangan makan.


dug dug dug dug irama jantung dian berpacu begitu cepat nya hingga berkali kali ia berusaha menenangkan nya, namun tidak berhasil.


"selamat siang pak, bu, makanan nya sudah di siapkan, silahkan menikmati", kata surti ramah pada kedua nya.


"terimakasih bi", jawab dian pada bi surti sambil menyunggingkan senyuman nya.


"kenapa kamu diam saja? bukan kah kamu istri ku? apa kamu tidak mengambiljan ku maka?", alvin bertanya pada dian yang berada di seberang meja nya.


"aa, maaf", jawab diab gelagapan.


"apa dia sedang berakting kali ini?, tumben dia mengajak ku makan dan menyuru ku untuk mengambilaka makan nya", batin dian melirik sang suami yang masih saja betah menatap nya.


dian lalu berdiri mengambilkan makan nya untuk sang suami, dan memberikan nya pada alvin. alvin yang mendapatkan perlakuan baik dari sang iatri menyunggingkan senyum nya dan mengatakan


"terimakasih sayang",


bagai di sambar petir, dian menatap alvin dengan malu-malu nya, dan rona pipi nya yang merah muda sangat membuat alvin senang.


.


.


.


hay guys, terimakasih sudah selalu setia membaca novel ku ini, dan mohon dukungan nya, vote/tip novel ku yah... terimakasih 😇