My First Love

My First Love
44. BERDUA



senja telah berlalu dan kini telah menggantikan malam, udara yang dingin di sore hari seakan menambahkan suasana romantis sepasang suami dan istri yang baru saja menikah bebrapa waktu lalu itu terbawah suasana. mungkin seperti sepasang remaja yang baru mengenal cinta kali yah.


"yang apa kita boleh nginap disini aja malam ini? besok kan hari minggu yang", kata dian pada sang suami


"hemm boleh yang, lagian kamu kan rindu sama rumah ini. apa boleh aku mengelilingi rumah ini berdua dengan mu? aku kan belum pernah ke rumah ini sebelum nya yang", kata alvin.


"hem... boleh kog yang, kenapa enggak", kata dian bergelut manja di samping sang suami


dian menaiki tangga menuju lantai paling atas rumah nya.


"ini rumah peninggalan ayah dan ibu ku, setelah kepergian kedua nya, aku hidup hanya bertiga bersama bi ina dan bi sum, mereka sangat baik dan perhatian pada ku, hingga tiba saat nya aku kuliah dan bekerja aku benar-benar banting stir dengan keadaan ku yang sebelum nya.


yang biasanya dulu aku hanya tau belajar dan merawat diri ku sendiri juga kelinci peliharaan ku ini, beberapa dari kelinci ini aku jual dan sebagian pula di konsumsi untuk makan, aku mulai belajar cara nya menanam tanaman seperti sayur, wortel dan bayam demi mencukupi kebutuhan kami bertiga, bi sum dan bi inalah yang membantuku mengerjakan segala nya.


aku sangat beruntung memiliki mereka, meski aku meminta bi sum dan bi ina untuk pergi mencari pekerjaan lain diluar sana agar dapat menghidupi keluarga mereka di kampung, namun sayang nya mereka menolak dan mengatakan bahwa ingin tetap bersama ku.


ayah dan ibu ku memiliki saham yang terbilang cukup untuk kehidupan ku sebenar nya, hotel, butik, cafe dan juga restoran di beberapa tempat.


namun sayang, tante ku terlalu rakus untuk menguasai segala nya hingga aku di terlantarkan sampai aku seperti ini sekarang.


ada beberapa orang saja yang ibah kepada ku, tapi banyak pula yang menggibah ku.. aku tak perduli dengan apapun, yang aku pikirkan hanya satu hal, aku menjalani kehidupan ku dan setiap nafas ku sangat berharga.


aku bahkan pernah di ajak teman untum menjadi wanita penghibur demi mendapatlan gelar sarjana ku, tapi aku tidak mau, aku terlalu mencintai diri ku sendiri hingga aku rela hidup luntang lantung di jalanan. inti nya juga aku gak laper aja.


tapi yang aku heran, kog tagihan air dan listrik gak pernah di minta, dan ternyata ppa alber dan mma sinta lah yang mengatur segala nya.


aku memohon pada ppa alber dan mm sinta agar tidak mempermudahkan hidup ku dengan membiayai sekolah juga kehidupan ku karena aku ingin tidak menjadi wanita lemah.


dan aku bersyukur mereka menghargai segala keputusan ku pada saat itu dan tiba waktu nya aku melamar pekerjaan pada kantor ppa alber, awal nya aku gak tau kalau itu kantor ppa alber sih, setelah 2 bulan bekerja baru aku bertemu direktur tempat itu dan ternyata itu milik ppa albert.


masih banyak lagi kehidupan pedih yang ku jalani sayang mungkin gak akan habis jika di ceritakan semua nya.


ada satu hal yang belum bisa ku ceritakan saat ini, jika aku siap nanti nya, aku akan menceritakan nya pada mu, maaf yah yang",


kata dian pada suami nya bercerita tentang kehidupan nya. sambil duduk dibawah pohon cemara di taman belakang rumah.


selama dian menceritakan kehidupan nya, alvin tidak melihat pada seluruh isi rumah itu, alvin hanya memperhatikan keindahan pada wajah sang istri dan mendengarkan cerita nya secara baik tanpa ada yang di lewati nya.


"terimakasih untuk tetap menghargai kehidupan hanya untuk ku", kata alvin sambil mencium kening sang istri lalu memeluk nya dengan hangat dan cinta.


alvin m*****m seluruh wajah dian hingga akhir nya berhenti tepat pada bibir ranum milik istri nya dan alvin m******s tengkuk sang istri lalu menjelajahi bibir ranum dian dengan lembut dan memperdalam l*****n itu menjadi p***s


(seperti nya aku gak perlu mejelaskan secara detile nya yah guys, kalian tau kan hehehe)


dan ketika kedua nya kehabisan nafas, barulah p****t m******t pun di lepaskan sambil terengah-engah. alvin kembali mengecup pucuk kepa sang istri dan membawa nya dalam pelukan. meski dibawah keremangan malam dan angin yang meniup dedaunan menembus kulit sang suami istri itu, pasangan itu tak merasakan dingin nya malam.


sedangkan dian, jangan bertanya perasaan nya seperti apa, betapa bahagianya dian dan alvin saat itu.


" ayok kita kedalam sayang, dah malam", kata alvin sambil mengelus pucuk kepala sang istri


kedua nya berjalan menuju kamar milik dian, rasa nya seperti sebuah mimpi. hingga dian berdoa di hati nya.


"selamat malam Tuhan..! apakah aku bermimpi saat ini? kenapa rasa nya indah, dalam sekejab semua nya berubah, apa kah atas dasar cinta? ahh aku ingin jika ini mimpi, tolong kirim kan akubperi agar aku tak bangun saat matahari terbit dihari esok, biarkan aku bermimpi hingga aku mati.", batin dian


"yang, apa kamu gak ingin ke suatu tempat yang ingin kamu tuju?", kata alvin saat berada di tempat tidur sambil merangkul sang istri.


dian merasa jantung alvin berdetak sangat cepat begitupun irama jantung nya.


dian tersenyum-senyum sendiri dengan apa yang saat ini ia rasakan.


"aku tak punya tempat yang ingin aku tuju selain rumah dan kantor yang", jawab dian malu-malu


"kog gitu yang?", alvin bertanya pada sang istri sedikit heran.


"aku gak punya keinginan untuk pergi kemanapun sayang", jawab dian pada suami nya.sambik memainkan jemari mungil nya pada dada dibang sang suami.. tanpa disadari nya, ia telah membangunkan hasrat sang suami.


alvin yang merasakan ada getaran didalam dada nya seakan tampak gelisah namun alvin menahan nya.


"tolong jangan sekarang dong..!", batin alvin memerintahkan hasrat nya.


namun jemari lentik sang istri masih saja berputar-putar seakan menari-nari di d**a nya, dian yang tak mengerti dengan apapun tetap saja memainkan jemari nya.


kelelakian alvin sudah mulai merontah-rontah seakan melemahkan otak nya untuk bekerja dan mengalihkan hasrst nya yang bekerja.


"yang..! tolong jangan di gituin tangan kamu, kamu tau gak, jemari mu membangunkan hasratku, apa kamu siap saat ini?", alvin bertanya dengan suara bariton nya.


dian yang mendengar pengakuan suami nya sontak kaget dan bergeser.


"kenapa yang?", tanya alvin membalikan tubuh nya menghadap sang istri.


"ma'af, bukan nya gak mau, tapi...", dian menghentikan pembicaraan nya


cup cup cup cup alvin m*****m pucuk kepala dan kedua pipi lalu ke bibir sang istri dengan lembut hingga c****n yang lembut berubah menjadi p***s saat intu.


kedua nya terengan-engah saat kehabisan nafas, dian bersembunyi di dada bidang sang suami sambil menampilkan wajah memerah nya.


sang suami mengelus rambut dian dengan lembut.


"yang, aku menghargai keputusan mu, jika kamu belum siap, maka aku akan menunggu nya", kata alvin lalu memeluk sang istri dengan erat seakan takut kehilangan nya.


"maaf kan aku yang, bukan nya aku belum siap saat ini, tapi aku takut jika aku terbangun besok, ini semua hanya mimpi ku saja. bahkan aku berdoa pada Tuhan, jika ini mimpi, maka biarkan aku bermimpi hingga aku bosan, namun seperti nya aku tak pernah bosan jika selalu bersama mu", batin dian semakin memperdalam wajah nya pada dada bidang sang suami.


.


.


.


hay guys, jangan lupa vote/tip yah, biar author nambah semangat buat up 🤭


jika masih ada kata yang terbalik atau kalimat yang tidak berkenan, mohon di maaf kan 😍😘


love you all and god bless you 🌹😇