My First Love

My First Love
Lari Pagi



Hari libur sekolah adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu. Pagi ini Jasmine bangun jam 6 pagi karena ia ingin jalan pagi bersama Anggun.


Jasmine sudah bersiap untuk olahraganya dan telfon pun berdering dari hpnya, yaitu Anggun.


"Halo min, lu udah siap?"


"Udah"


"Gue otw yaw"


"hmm"


***


Jasmine mengelilingi taman dekat rumahnya bersama Anggun. Setelah hampir 1 jam jalan mereka memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman untuk diduduki.


Mereka menemukan tempat nya yaitu tempat duduk dibawah pohon yang sangat besar.


"Duduk situ yu min"


"yu"


Mereka duduk dan mengipas-ngipaskan badannya yang penuh dengan keringat.


"Gua beli minum dulu ya" ucap Anggun.


"Sekalian sarapan nggun, hehehe" ucapnya dengan wajahnya yang super duper imut.


"Dasar lo"


Sambil menunggu Anggun yang sedang membeli sarapan, Jasmine mengelilingi pohon dengan wajah yang tertunduk karena melihat daun-daun yang berjatuhan.


Saat ia sedang berjalan ia tak sengaja menabrak bidang dada seseorang.


Entah itu siapa, karena Jasmine penasaran ia mengangkat kepalanya dan langsung mundur secepat kilat.


"Eh maaf Var" ucap Jasmine pelan dan tak berhenti menatapnya.


"kenapa? gua ganteng?!" ucapnya sambil menunduk dan menatapnya balik.


'Kok deg-deg an si' batin Jasmine.


"Jan deket deket apa jalanan lebar juga"


"Suara detak jantung lo kok kenceng banget si"


"Hah?! apaan si lo orang gk" ucap Jasmine sambil menutup letak jantungnya (dada).


"ohh" ucap Alvaro spj.


"JASMINE, ini sarapan lo! Eh Alvaro ngapain disini" teriak Anggun


" Gk sengaja ketemu" ucap Alvaro sambil melirik Jasmine.


"Temen lu yang satu lagi mana tumben gak keliatan" ucapnya memberikan makan ke Jasmine


"siapa?" spj again.


"WOII"


"Ada yang lagi ngomongin gue ya?!" ucap Rasya memgan pundak Alvaro dan Anggun.


"Nih Ras si Anggun nyariin lo" ucap Jasmine meledek Anggun.


"Apa si kirain gua dia udah di telan bumi kan itu lebih bagus" ucap Anggun dengan mata malas.


"Parah lo ya, kalo gua di telan bumi lu harus ikut lah" ucap Alvaro menggoda Anggun.


"Ngapain coba gue harus ikut lo, gk ada kerjaan banget" ucapnya melepas tangan Rasya dari pundaknya.


"Karena...."


"Karena biar ada temennya di neraka" Ucapnya sambil terbahak-bahak.


"Sialan lo, mati aja sono" ucapnya tidak menghiraukan Rasya lagi.


"Ihh ngambek" ucap Rasya menggoda again.


"Apa si ew"


"Plis udah ya jan berantem terus, cape tau gk dengernya" ucap Jasmine lembut.


"Lu kasih sihir apa ni temen gua var?!" tanya Anggun.


"Tiba" jadi lembut kek cewe" lanjutnya.


"Emng gua cewe Anggun pinterr" ucap Jasmine menoyol kepala Anggun.


"Udah pulang yu" ucap Jasmine.


"Kita duluan ya" ucap Anggun dan Jasmine bersamaan.


—————————


Sesampainya dirumah Jasmine teringat akan wajah Alvaro yang sangat mempesona.


Sampai Jasmine tak sadar ia senyum" sendiri di kamarnya. Saat melihat wajahnya di cermin yang bahagia, ia kaget dan langsung menepuk pipinya.


"Kenapa dia selalu kepikiran mulu si"


"aaahhgghh" Jasmine mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan seperti singa.


"Pantes dikejar-kejar semua kaum hawa orang dianya aja ganteng banget" Jasmine kembali tersenyum tanpa sadar.


°°°°°°°°°°°°


I'm sorry udah lama gk post🍃


Kalo mau authornya rajin✨


Jgn lupa komen dan ingetin author untuk up ya guyss!🦄🐨


Vote Ugaaaaa!!!! tq.