
Anggun berlari ke kamar mandi, Saat sampai di kamar mandi ia melihat ada pintu yang terganjal dengan tongkat pel.
Anggun langsung membuka tempat itu dan saat terbuka ia terkejut melihat Jasmine yang sedang terbaring pingsan.
Ia langsung menggendong belakang Jasmine untuk keluar dan setelah Alvaro melihat itu tubuh Jasmine berpindah tangan ke Alvaro.
Alvaro langsung membawanya ke rs.
"Cepet ras setirin."
Alvaro duduk di belakang dan membaringkan kepala Jasmine ke pahanya.
Saat sampai dirumah sakit teman-teman Jasmine semuanya menunggu di luar. Alvaro sedikit menunjukan rasa cemas.
"Al, jangan bulak balik mulu apa udah kek setrikaan lu" ucap Rasya.
Alvaro langsung menatap Rasya dengan sinis.
Setelah dokter keluar Alvaro langsung mendatangi dokternya dan menanyakan keadaan Jasmine.
"dia cuma demam aja, sebentar lagi juga siuman"
"makasih dok"
Alvaro dkk langsung masuk ke ruangan Jasmine. Dan langsung bertanya.
"Lu gila ya?! tidur di kamar mandi, terus basah-basahan?" tanya Alvaro memandang kaca rs.
"Gk tau gua tiba-tiba ada yang ngunci dari luar."
"yaudah gua balik dulu" ucap Alvaro.
"yuk Ras"
"Bye Anggun" rasya melambaikan tangannya.
"hus...huss" tangan Anggun yang mengusir rasya.
Setelah itu Jasmine bercerita tentang apa yang terjadi kepasa Anggun.
"Siapa si yang coba ngelakuin kaya gitu?! gk punya kerjaan amat" Anggun kesal.
"Gak tau dah gue"
"Udah yu pulang nggun"
"eh gapapa?"
"gapapa udah"
"yaudah deh yuk"
Sampai didepan rumah Jasmine, Anggun di ajak masuk ke dalam rumah Jasmine.
"Nggun masuk dulu yuk"
"Gk usah, lu istirahat aja yang bener"
"yaudah, btw maksih ya"
"Jangan makasih ama gua, makasih ama pangeran lu noh"
"Kan yang nganterin gua lu bukan dia"
"Ekehmm,, emang siapa pangeran lo?!"
"ihh apaan si lo"
"ya udah gua masuk dulu" Jasmine pergi sambil menghentak-hentakan kakinya.
"Jasmine Jasmine" Anggun pun pergi.
Setelah masuk rumah, Jasmine langsung pergi ke kamar nya untuk beristirahat.
Dan entah kenapa akhir-akhir ini Alvaro selalu mampir ke pikiran Jasmine. Jasmine pun tertidur.
*dirumah Alvaro.
"Alvaro" panggil abang sepupu nya.
"kenapa bang"
"abis kemana kamu?"
"sejak kapan kepo urusan orang?"
"kalo ga mau jawab ya udah, gk usah nge gas"
"ke kamar dlu"
Saat dikamar Alvaro memikirkan Jasmine. Apakah di baik-baik saja atau tidak.
Tapi entah kenapa setiap Alvaro memikirkan Jasmine ia pasti selalu senyum-senyum sendiri.
"Apa gue suka sama Jasmine" Batin Alvaro.
°°°°
Pagi hari yang cerah untuk memulai aktivitas seperti biasanya sangatlah nikmat. Jasmine mandi dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah lagi.
"Pah, mah, bang Dav aku pergi ke sekolah dulu ya"
"Bareng papah aja min" ucap mamanya.
Seperti biasa Jasmine langsung berlari dan memesan ojek online, karena ia tidak mau naik mobil.
Di pertengahan jalan motor abang ojek tiba-tiba mogok. Dan Jasmine bingung harus berbuat apa.
Ia ingin meminta tolong orang yang lewat tapi jalanan itu sepi karena itu jalanan komplek.
" bang itu masih gk bisa nyala?!"
"maaf neng milea, motornya udah gk bisa jalan"
"Kok milea si bang?!"
"Muka eneng mirip milea 50%"
"100% kek bang"
"yaudah dah bang saya jalan aja"
"makasih ya bang, nih uangnya."
Saat Jasmine ingin jalan ada mobil yang lewat dan ia melambaikan tangannnya.
Saat pemilik mobil membuka kacanya itu adalah Alvaro.