My First Love

My First Love
53. PARASIT



kini Alvin dan Dian berada di dalam mobil mewah milik Alvin, sang istri duduk di samping kemudi, yang kemudi sih sang suami yah


hehehehe


jam menunjukan pukul 08:00 pagi di hari itu, Alvin selalu melirik jam berwarna hitam yang melingkar indah di pergelangan tangan putih nya..


di lirik nya sang istri yang berada tepat di samping nya, namun yang di lirik sedang asik dengan dunia nya sendiri, entah apa yang kini dipikirkan oleh nya.


"ehemehemm", Alvin berdehem namun tetap saja Dian berpura² untuk tidak mendengar nya.


"ada apa dengan nya kali ini?? apa dia memikirkan sesuatu? apa ada yang membebani nya?? atau jangan² dia memikirkan lelaki lain?? ahhh tak boleh terjadi hal itu.. bahaya!! lagian si beni ngapain gak telephone aku tentang tugas yang sudah aku berikan yah?", batin Alvin kini bermonolog sendiri.


"yang,.. yang..", Alvin kini memanggil sang istri


"emh ya? ada apa?", jawab dian lalu menoleh pada sang suami yang bertanya pada nya.


"kamu kenapa diem sejak keluar dari rumah kog gak bersuara? ada apa?", Alvin bertanya pada sang istri


"oh, gaakkk sayang, gak ada!!", jawab Dian cepat sambil menggelengkan kepala nya.


"apa benar begitu? apa kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?", Alvin masih penasaran dengan sang istri tercinta nya.


"gak, gak sama sekali yang", Dian masih saja mengelak nya.


Alvin merasa bahwa sang istri sedang menutupi nya, membuat jiwa penasaran sang Alvin meronta-ronta ingin mendapatkan jawaban yang jujur dari bibir sang istri.


mobil mewah berwarna silver itu melaju dengan kecepatan tinggi membuat Dian ketakutan hingga ia menutup mata nya selama mobil itu melaju hingga 20 menit telah berlalu dan kini mobil berhenti melaju, perlahan Dian membuka mata nya.


"kita di kantor?", Dian bertanya pada sang suami namun Alvin tak menjawab nya


"Turun", pinta Alvin tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Dian


"bukan kah kita sebenar nya mau ke rumah? lalu kenapa kita kemari yang?", Dian masih saja bertanya


"aku bilang turun", kata sang suami tanpa berniat menjawab nya.


"ada apa lagi ini? astaga... apakah aku baru bangun dari tidur? astaga, aku pasti lebih cocok di juluki ratu tidur", batin Dian


Dian lalu membuka pintu mobil itu dengan sangat hati-hati dan kini ia benar-benar turun dari mobil mewah itu.


"hai ibu Dian, selamat pagi, kok tumben ngantor?", seru Winda yang tiba² saja muncul dari arah belakang nya.


"hai Win, gimana kabar lo, kok gak pernah hubungin gue sih?", gerutu Dian sambil menyambut pelukan sahabat satu² nya itu.


"segan lah gue, takut dimarah sama pak bos", jawab Winda lalu melirik pada sang bos yang kini berada disamping sang istri


"selamat pagi pak", sapa Winda sopan sambil setengah menundukan kepala nya.


"ya", jawab Alvin singkat tanpa menoleh pada sang penyapa


"idih s**l gue dapet laki arogan keg gini", batin Dian sambil menahan kekesalan pada sang suami yang sok cool menurut nya.


"maaf pak, saya permisi", kata Winda melanjutkan nya lalu pergi setelah berpamitan juga pada Dian


Alvin merangkul pinggul sang istri dengan cepat lalu berjalan menuju lift khusus menuju ruangan nya.


dan seperti kebetulan, di depan lift ada seorang lelaki yang sudah tak asing bagi Alvin dan Dian.


siapa lagi kalau bukan lelaki yang semalam telah mengganggu pergulatan nya


"minggir!!, saya dan istri saya mau masuk! mulai hari ini, kamu tidak usah satu lift bersama saya, kamu nyusul nanti saja", kata Alvin sambil menyenggol bahu Ivan sambil menyungging kan senyum lebar


"s**lan si otak udang buat gua malu, bukan nya dia gak ngantor hari ini? hari inikan jadwal pindahan sangkar nya, kok ngantor?", batin Ivan bermonolog sambil menatap sang bos musuh babuyutan nya.


"baik bos", jawab Ivan lalu mengambil langkah seribu untuk mundur dari tempat itu sambil menundukan kepala tanda berpamitan


"lebih baik gua di lift karyawan aja, dari pada satu lift sama otak udang macam lo", batin Ivan


didalam lift Alvin masih saja betah merangkul pinggul sang istri hingga lift berbunyi TING tanda sudah sampai di depan ruangan kerja mikik nya.


"selamat pagi pak, selamat pagi bu", sapa Merry pada kedua nya.


"pagi, bukan nya kamu masih cuti?", tanya Alvin pada Merry


"ia pak, sebenar nya saya masuk besok, tapi saya terlalu lama cuti, jadi nya, saya bosan di rumah", jawab Merry sopan


"oh, baiklah terserah kamu saja", jawab Alvin lalu hendak melangkah pergi meninggalkan Merry.


"tapi pak, di dalam ada yang menunggu kedatangan bapak, tadi sudah saya sampaikan bahwa bapak sedang libur, tapi tamu nya malah menerobos masuk dan duduk di dalam", jelas Merry yang membuat Alvin dan Dian saling memandang dan terlihat beberapa lipatan di dahi sang suami bertanda Alvin sedang berfikir siapa tamu yang masuk tanpa permisi itu.


"siapa dia?", tanya Alvin pada Merry


"maaf, wanita itu mengaku sebagai katanya tunangan bapak", jawab Merry ragu


Degggggg


"tu..tu..tunangan mbak??", Dian mengulangi kata Merry


Dian menatap wajah sang suami lekat tanpa mengedipkan mata nya.


"a..ada apa yang? aku gak punya mantan yang, demi tuhan", jawab Alvin seakan mengerti arti tatapan sang istri yang terlihat ganas menurut nya


"lalu didalam itu apa yang? boneka?", Dian malah balik bertanya pada sang suami


"gak tau aku", jawab Alvin santai


Dian membuka pintu ruangan kerja sang suami lalu berjalan menuju meja kerja Alvin dengan langkah mantap.


"huh dasar parasit", Batin Dian saat melihat wanita cantik berbadan sangat modis dan berambut pirang juga berpakayan bak seorang model


"hey, siapa kamu?", wanita itu bertanya saat melihat Dian mendekati meja kerja sang suami


Dian tidak menjawab nya malah Dian merasa seakan tak mendengarkan apapun sambil menghubungi ruangan Ivan dengan telephone kantor yang berada di meja sang suami.


"selamat pagi pak Ivan, tolong baca pesan What's upp saya sekarang", kata Dian lalu memutuskan panggilan teleohone sepihak.


"astaga apa lagi ini", gumam Ivan sambil membuka pesan yang di maksud.


"ohhhh foto pernikahan? ada apa?", gumam Ivan lalu melfon orang suruhan nya untuk mencetakan foto berukuran besar dan kecil lalu tak butuh waktu lama, yang di inginkan Dian akhir nya terwujudkan sebuah foto pernikahan yang berukuran besar dan juga kecil menggunakan bingkai bercorak emas.


"hey kamu siapa berani nya duduk disana!!", kata wanita cantik itu sambil meneriaki Dian yang sangat santai dan hendak menanggapi sang gadis cantik itu. . . membuat sang gadis naik pitam.


"hahaha kamu wanita aneh, bertamu tapi gak sopan, saya seharus nya bertanya sama kamu, kamu itu siapa sih? parasit?", jawab Dian lalu bertanya kembali dengan penuh penekanan pada setiap kata nya.


.


.


.


hay guys terimakasih masih setia menunggu up dari nofel ini, author sangat berterimakasih bagi yang sudah berniat untuk memberikan vote nya pada novel ini, maaf jika masih ada salah penulisan atau jika ada kata tang menyinggung dalam tulisan ini, tulisan ini dibuat semata-mata untuk menghibur para pembaca saja,. terimakasih.


mohon tetap mendukung dan memberikan vote sebanyak mungkin demi tercapai kesuksesan nya novel ini.


terimakasih god bless you all 🥰😇