My First Love

My First Love
Dalvin Dan Keyla



" apa yang kamu bilang" keyla nampak terkejut ia tidak tahu jika ada bekas ciuman di leher nya. Ia segera melihat di kaca memang terlihat jelas warna merah di leher keyla.


" dasar wanita" ucap dalvin beranjak tidur lagi di ranjang keyla.


Ian menatap mereka berdua di balik pintu ia mengepalkan tangannya dan bergegas pergi dari rumah keyla. Ian merasa sangat cemburu tanpa sengaja keyla tertidur pulas memegang tangan dalvin . Seperti biasa keyla tidur dengan posisi duduk.


Dalvin yang tersadar dari tidurnya ia melepaskan pelan pegangan tangan keyla dan beranjak bsrdiri mengangkat tubuh keyla ke atas ranjang. Keyla yang mengigau menarik baju dalvin hingga menyentuh bibir dalvin.


" tetap disini temani aku jangan pergi" ucap keyla memeluk erat tubuh dalvin.


------------------00----------------


Keeskan harinya tanpa sadar dalvin tidur di samping keyla.


keyla perlahan membuka matanya ia mengusap kedua mata perlahan matanya memutar lihat sekeliling kamarnya.


" aaaaaa..." teriak keyla. Ia melihat dalvin tidur di smapingnya memeluk erat tubuh keyla.


Mendengar teriakan keyla yang menusuk ke telingannya membuat dalvin beranjak bangun.


" kenapa kamu berada di sini" ucap keyla mendekap tubuhnya dengan ke dua tangannya.


" tenang saja aku tidak menyentuhmu sama sekali, kamu semalam tidak melepaskan pelukanmu apa kamu sudah lupa" ucap dalvin.


Keyla memutar mata ke atas mencoba berfikir sejenak. Perlahan ia teringat apa yang dia lakukan semalam saat mengigau meski tidak terlslu ingat jelas. Perbuatan itu membuat ia malu seketika wajahnya mulai memerah seperti kepiting rebus dan beranjak berdiri dari ranjangnya.


" bukannya kamu sudah sudah sembuh kenapa tidak pergi dari sini" ucap keyla bergegas bangun dari ranjangnya.


" ya sudha aku pulang, tapi joy dan cia apa kamu yang jagain. Lagian para baby sister kamu kan pamit pulang karena ibunya sakit.


" arggg,,, kenapa aku lupa" batin keyla


Tanpa perdulikan dalvin ia segera keluar mandi dan bersiap pergi ke kantor.


" kamu tetap di sini jaga anakku, aku bisa bayar kamu untuk jaga mereka sementara sampai baby sister aku pulang" ucap keyla beranjak pergi.


Hampir satu jam perjalanan keyla samoai di kantornya.


Hari ini ia masuk ke kantor dengan memakai syal di lehernya agar tidak terlihat bekas merah dari ian yang membuat ia kesal . Jika para pegawai tahu mereka pasti akan bergosip pada yang lainnya. Kejadia kemarin malam benar benar sangat tidak pantas. " maafkan aku alvin aku tidak akan mengulanginya lagi, ini semua salahku" batin keyla memdongakkan keoala di atap langi kantor nya .


Ia berjalan terburu buru masuk ke dalam ruangannya. Melihat ian duduk di sofa dengan tangan satu di angkat ke atas menyandarkan kepalanya di sofa dengan kaki duduk menyilang sontak membuat keyla terkejut.


Ia mengerutkan bibirnya, megertakkan giginya hingga terlihat otot di rahangnya. Ia berjalan mendekati ian .


" apa kamu tidak pernah bekerja, setiap hari selalu di sini" ucap keyla berjalan masuk ke ruangannya.


" demi kamu aku rela meninggakan pekerjaanku sementara" ucap ian bergegas berdiri dari duduknya berjalan menyambut keyla datang ia mencium kening keyla membuat keyla terkejut menerima nya.


" selamat pagi sayangku" ucap ian ia menarik pelan tangan keyla duduk di kursi kerjanya.


Keyla masih terdiam dengan sifat ian seperti itu.


" kenapa kamu berbuwat itu padaku. Kamu tahu aku sudah punya suami meski dia belum ada di sisiku" ucap keyla menatap tajam ian di depannya.


" karena aku mau kamu jadi milikku, tidak ada orang lain yang bisa memilikimu kecuali aku" ucap ian mencengkrang bahu keyla membuat ia meringis kesakitan.


" lepaskan tanganmu" ucap keyla.


Ian menaeik tangan keyla berdiri di hadapannya.


" aku akan bikin banyak bekas merah itu di seluruh tubuhmu" bisik ian pelan tepat di telinga kanan keyla. Keyla yang terkejut mendengar ucapan ian ia mendorong tubuh ian menjauh darinya


" jangan pernah lagi menyentuhku, aku tidak sudi kamu menyentuhku lagi, kemaein aku merasa kasihan denganmu saat hujan aku bawa kamu ke dalam rumah. Karena aku tahu sifat kamu jika bukan karena kasihan aku tidak akan membawamu masuj ke dalam rumahku" ucap keyla ia membukakakn pintu mengusir ian dari ruangannya.


" tapi desahan kamu kemarin malam slmasih terdengar jelas di telingaku, aku tahu kamu menikmati semua itu kan" bisik ian pelan di telinga keyla. ia tersenyum tipis menyentuh dagu keyla


" kemarin aku tidak sadar dengan apa yang aku lakukan, tapi aku tidak akan pernah mengulangi itu lagi bersamamu. Jadi sekarang silahkan pergi" ucap keyla  menarik tangan ian keluar dari dalam ruangannya.


Semua pegawai menatap ke arahku. Seoalah aku mengusir investor di perusahaanku sendiri. Keyla mengenghela nafas mencoba menahan emosinya yang semakin memuncak. Ia tidak ingin para pegawai menatapnya.


" kamu cepat pergi dari sini" ucap keyla lirih agar para pegawai di depannya tidak curiga padanya.


" baiklah aku akan pergi" ucap ian tersenyum tipis menyentuh dagu keyla.


" tapi aku akan datang lagi ke rumahmu, diam diam masuk ke kamarmu untuk menemani malam mu di ranjang" ucap ian beranjak pergi.


Keyla mengerutkan bibirnya, darahnya mulai naik dari ototnya ke wajah membuat wajahnya seakan memerah. Ia terlihat sangat marah mendengar ucapan ian itu.


Ia bergegas masuk ke dalam pmruangannya mengunci rapat rapat pintu ruanganya agar ian tidak seenaknya datang ke ruangan nya.


Tak lama terdengar jelas ketukan pintu di ruangannya membuat ia terkejut ia mengintipi dari celah pintu terlihat joy, cia dan dalvin berdiri di depan pintu ruangannya.


" kenape dalvin bawa mereka kesini" batin keyla membuka pintu perlahan.


" mama" ucap joy lansung memeluk mamanya.


" kenapa joy dan cia ke sini sayang" kela duduk jongkok membelai lembut rambut ke dua anak nya itu.


" kita ingin menemani mama di kantor, agar om itu tidak menganggu mama lagi. Tadi aku melihat dia di luar kantor mama" ucap cia dengan nada polosnya.


Ie melirik dalvin yang masih berdiri melipat ke dua tangannya tanpa memandang keyla . Matanya tertuju pada sekeliling luar ruangan keyla.


Keyla beranjak berdiri manrik tangan dalvin agar melihatnya.


" heh... kamu bawa anak aku main keluar sebentar aku masih sibuk dengan pekerjaanku" ucap keyla.


" apa kamu memintaku" ucap dalvin mengerutkan alisnya ke atas mendekatkan wajahnya ke wajah keyla di depannya.


keyla mendorong wajahnya pelan menjauh dari pandangannya yang terlalu dekat. " kalau bukan karena dia mirip dengan alvin aku gidak mau berurusan dengan dia, anak anak juga suka dengannya" batin keyla melipat kedua tangannya melempar wajahnyake arah berlawanan.


" joy cia kalian sama om dalvin ya pergi main, mama masih banyak kerjaan nanti jam istirahat mama temani kalian keluar makan bersama" ucap keyla jongkok mencium kening ke dua anaknya itu.