
1 hari kemudian, Joy tidak pernah menemui maupun menjanguk Alana lagi. Dia sepertinya menjauh dari Alana, sejak apa hang di ucapkan mamanya kemarin. Namun orang tuanya tak perduli dengan itu. Alvin serta keyla masih setia menemani Alana di rumah sakit. Meski tanpa Joy di sana, karena Miko juga ada di sana selalu setia menemani Alana.
Dan tak lupa dengan Joy, bahkan rela menginap di rumah sakit demi menjaganya. Dia sudah izin orang tuanya untuk menginap di rumah sakit. Orang tuanya setuju, karena mereka tahu Miko mendekati Alana. Gadis yang terkenal dengan kepintarannya dan tak lupa pretasinya sampai ke penjuru kota. Bahkan sampai keluar negeri. Dia bisa juga di juluki dokter kecil karena keahliannya dalM bidang kedokteran. Meskipun keahliannya tak hanya dalam bidang dokter, dalam mengurus perusahaan oun ia juga ahli .
Tetapi bagi Alana ia masih belum puas dengan apa yang ia capai, dia masih ingin mengembangkan lagi jauh lebih dari sekarang. Dan orang tuanya juga mendukung itu, meski ibunya tak tahu sebenarnya apa yang ia kerjakan di luar rumah.
"Miko!!, jaga Alana dulu ya, om sama tante mau pulang dulu" gumam Keyla.
"Baik tante" Miko beranjak berdiri, menundukkan badannya sedikit sebagai tanda sapaan di pagi hari ini.
Alvin dan keyla beranjak keluar, mereka membiarkan Miko bersama Alana yang saat ini masih istirahat. Tak mau membangunkannya, mereka hanya berpamitan dengan Miko.
Keyla dan Alvin berbincang sembari berjalan beriringan keluar dari rumah sakit.
"Dia lelaki yang baik"Gumam Alvin pada keyla.
"Kalau di lihat-lihat sih, dia memang lelaki baik-baik, tapi kenapa Joy tak suka padanya"Jawab Keyla.
"Kenapa mamangnya Joy tidak suka dengannya?" Tanya Alvin, yang mulai penasaran juga. Padahal Miko orang yang tampan, sopan dan juga sangat perhatian dengan Alana. Daei cara dia ngerawat Alana seharian di rumah sakit saja. Sudah terlihat jika dia benar-benar tulus dengan Alana.
"Entahlah, anak kita yang satu itu sekarang sangat susah banget di tebaknya" gumam Keyla.
"Ya, sudah mungkin dia punya alasan lain kenapa tidak suka dengan Miko, atau sebelumnya dia punya masalah dengan Miko, mungkin pernah rebutan pacar kali" Sambung Alvin, mencoba bercanda pada Keyla.
"Iya sepertinya begitu, lupakan saja lah" Ucap keyla.
Mereka segera beranjak pergi dari rumah sakit itu menuju ke rumahnya. Sekilas Keyla melihat Joy yang duduk sendiri di teras rumah sakit.
"Apa dia gak sekolah"gumamnya lirih.
Joy dari kemarin memang di rumah sakit, namun ia tak mau terlihat orang tuanya dan Miko, dia selalu melihat Alana di balik kaca pintu kamar pasien di aman Alana di rawat.
"Siapa?" Tanya Alvin.
"Emm bukan siapa-siapa, tadi ada anak yang kelayapan jam segini. Padahal hari ini tu jam sekolah, apa mereka gak ada yang sekolah kali ya?" keyla mencoba mengelak soal apa yang ia lihat tadi. ia tidak mau Alvin, tahu jika Joy tidak sekolah hari ini, pasti dia akan sangat marah nantinya pada Joy. Karena dia anak satu-satunya lelaki di rumahnya. Dia kelak berharap joy bisa jadi orang yang berguna untuk kakak dan adiknya.
"Oh soal itu, aku kira siapa?" Ucap Alvin
"Gak apa-apa cuma aku lagi capek saja, seharian harus jaga Alana, meskipun ada bantuan dari Miko sih" Gumam Keyla. Ia memcari alasan untuk bohong pada Alvin kali ini.
"Iya, kamu istirahat saja, biar aku dan Cia nanti yang ke sana pulang sekolah" ucap Alvin, mengusap rambut istrinya itu, yang kini masih saja terlihat hitam.
"Gak usah, ku mau temani Alana nanti, kalau Cia dan Joy mau ikut, kita semua kesana barengan" gumam keyla, meski capek tapi sebagai ibu, ia tak bisa membiarkan Alana di sana tanpa ibunya.
"Baiklah terserah kamu, tapi kamu harus jaga kesehatan juga. Jangan sampai kamu sakit, aku gak mau kamu sakit nantinya" meski pernikahan mereka sudah lama, bumbu-bumbu keromantisan masih ada dalam diri Alvin, bahkan kini dia semakin sayang dengan keyla, karena dialah penyemangat Alvin saat ini. Meski jarak memisahkan mereka tak jadi halangan pada Alvin.
Karena mereka juga sudah tua, anak juga sudah tiga, audah besar-besar lagi, ia tak mau ada campur tangan lelaki lain, maupun wanita lain, itu tak pernah ada dalam benak mereka. Ya, karena mereka sangat saling menjaga kepercayaan satu sama laim
"Besok aku harus kembali bekerja, jadi kamu bisa kan jaga Alana sendiri dengan Joy dan Cia, kalau ada hal penting hubungi saja aku. Aku akan pulang lagi nantinya.
"Sebenarnya sih aku gak mau, tapi itu tugasmu sebagai suami untuk menghidupi ke tiga anakmu itu sih, gak apa lah" Ucap Keyla dengan nada kesalnya.
"Sudahlah, kita kan bisa bertemu lagi sayang"Alvin mengusap lembut rambut istrinya lagi.
Tiba-tiba ia kepikiran tantang Alana, ada sesuatu yang ingin ia ceritakan pada Alvin tantangnya.
"Oya, anak kita Alana, dia tidak pernah minta uang jajan lebih, tapi aku bingung dia dapat uang dari mana, apa dia bekerja" tanya Keyla. "Apa dia minta kamu sendiri"lanjutnya.
"Dia gak pernah minta aku, bukannya dia sudah ada julukan sebagai dokter kecil. Mungkin dia bekerja sebagai seorang dokter pembantu atau apa, lagian setiap hari juga pulang malam kan. Emang sih terkadang dia juga selaku menymbangkan sebagian uang tabungannya ke orang lain. Tapi itu hasil uang sendiri bukan minta sama aku" gumam Alvin. Emang terkadang Alana suka cerita dengan papanya Alvin meskipun hanya melalu chat.
Ia tak mau langsung berbicara dengan papanya, "tetapi jangan bilang ke siapa-siapa tentang itu ya, termasuk Joy dan Cia serta nenekny" Lanjut Alvin.
"Baiklah, tapi aku baru tahu jika dia udah dapat gelar dokter, tapi dia masih sekolah" ucap keyla bingung, malahan dia belum juga kuliah tapi kenapa bisa di bilang dokter.
"Dia ilmu kedokterannya sudah setara dengan dokter s2 maupun seterusnya. Kamu tahu sendiri Alana itu IQ di atas rata-rata. Bahkan dia juga suka sekali baca buku tentang ke dokteran. Meskipun di sekolah belum ada materi tentang kedokteran. Dan aku pernah tanya pada Alana, saat perusahaanku bingung amu investasi ke perusahaan Nilon atau Lion, dan kamu tahu jawaban dia tu benar-benar membuatku kagum, anak baru umur belasan tahu sudah ahli dalam segala hal" cerita Alvin pada istrinya.
Keyla terdiam ia tak menyangka anaknya itu benar-benar berbeda dari anaknya yang lainnya. Seakan ia bersyukur dengan kehadiran Alana yang begitu berpengaruh dalam kehidupan keluarganya. Meski dia lebih pendiam dan tak banyak bicara tentang dirinya pada orang lain.
"Ternyata kalian saling curhat, kenapa dia gak cerita padaku" gumam Keyla. Ia sepertinya ngambek. Wajahnya mulai murung dengan raut wajah ditekuk.
"Kamu selalu ngambek seperti anak kecil" gumam Alvin menggelengkan kepalanya.