
*dikelas jasmine
"Abang gue apa bat njer sok kenal bat sama Alvaro pake nanyain segala dia pacar gue ato bukan kan ngeselin pagi-pagi" Gumamnya saat jalan kebangku jasmine.
"WHATTT?!?!!?? Gua gk salah denger lu pacarnya Alvaro" Ucap Serena lantang.
"Apaan si lo mau tau urusan orang aja, lagian gue juga gk bilang gitu"
"Gue peringatin lu ya jangan coba deket-deket sama Alvaro." Ucap Serena dan langsung pergi.
Karena anggun tidak datang-datang ke sekolah Jasmine pun menelponnya.
"Anggunnnnnn, lu gk masuk hari ini?"
"Gue nganterin nyokap gue ke bandara jadi gue gk maduk hari ini, sekalian ya izinin ke guru botak lu kan baek Jas."
"Huhuhu,, iya deh. Bye bye"
Kring...
Bell masuk berbunyi. Dan pak botak pun masuk.
"Hari ini kita tidak belajar hanya mempersiapkan persiapan kita untuk pensi nanti."
"Baik pak."
"Kamu mau nyanyi lagu apa Min?" tanya pak butak.
"Bapak maunya apa?" tanya jasmine
"Dangdut" jawabnya pak botak
"Boleh, tapi emng anak-anak pada setuju?" tanya Jasmine perlu persetujuan.
"Kagak-kagak"
"Apaan si pak botak nih"
"Laga-lagaan aja pak botak mau req lagu dangdut"
"Seterah kalian aja anak muda, bapak tinggal dulu ya bapak mau ke ruang guru"
"Pergi dah yang jauh pak sekalian gk usah balik lagi" salah satu anak murid.
"Kita nyanyi apa guys?" tanya ketua kelas.
"Celengan rindu"
"Hanya rindu"
"Lebih indah"
"Eh eh ada yang mau kesini tuh"
"Oh ketua osis"
Anak- anak kelas 12 yang pada ribut kalo guru gk ada.
"Eh dia siapa dah?" tanya jasmine kepada teman didepan nya.
"Ketua osis plus cowo terganteng di sekola."
"Oh."
"Informasi yang kemarin di ubah jadi di acak ya kelasnya. Pilih angkanya sekarang yang mau tampil" Kata Michael/ketua osis.
"Jasmine maju woyy, bengong aja lu yee"
"Oh gw suruh ngapain?" Ucap Jasmine kaget karena di suruh maju.
Saat tangannya jasmine memasukkan tangannya ke dalam ember tapi bukan ember, ia langsung membuka nomornya. Dan mendapatkan nomor 10.
*dikelas 12-5
"Silahkan maju yang mau tampil ambil nomornya." Ucap wakil ketos.
Dan yang tampil dikelas 12-5 adalah Alvaro.
Saat Alvaro memasukkan tangannya kedalam ember tapi bukan ember, ia membukanya dan mendapatkan nomor 10.
Yang tidak lain tidak bukan barengan sama Jasmine.
*dikelas 12-3
"Gue pasangannya ama kelas berapa ya?, Coba deh gue tanya di grup wa satu angkatan gue" Fikir Jasmine.
Setelah Jasmine nanya siapa yang nomor 10, Rasya jawab punya kelas 12-5 yaitu Alvaro.
Dan Jasmine pengen minta tukar dengan kelas lain tapi ia takut ketahuan osis.
"Mau gk mau gue harus nyamperin Alvaro ke kelasnya." Ucap Jasmine ragu-ragu.
Jasmine pun menuju ke kelasnya Alvaro.
Jasmine dateng dengan penuh amarah.
"Alvaro" Panggilnya hingga semua murid yang ada di kelas Alvaro menoleh.
"Gue gk mau ya sekelompok ama lo" Ucap Jasmine sambil menggebrak meja menunjukkan nomor dan memalingkan kepala.
"Kalo gue tau gue pasangan ama lo juga gk bakal tuh gue ambil nomor." Ucapnya santai sambil main hp.
"Terus sekarang lu maunya gimana?" tanya Alvaro.
"Ya gk gimana-gimana si, tapi lu orangnya bisa di andelin g? Lo maen gitar ya gk ada protes, pulang sekolah gue tunggu di ruang alat musik." Ucap Jasmine dan langsung pergi.