
Bel sekolah sudah menggelegar ke penjuru sekolahan. Miko segera merapikan semua bukunya, memasukan ke dalam tas. Ia segera menggendong tasnya ke punggung, dan beranjak berdiri. " Cia aku duluan ya.. byee." Miko melambaikan tangannya ke arah Cia.
Cia hanya diam, dan tersenyum tipis ke arah Miko. Sebanarnya ia tak rela jika Miko dengan Alana. Tapi di sisi lain ia ingin Alana berubah dan bisa mendapatkan seseorang yang sayang tulus dengannya. Dan mampu merubah sifat cueknya, kebawaan dari lahir itu.
Miko berlari keluar dari kelas menuju ke parkiran, ia segera mengambil montor ninja hitam yang ia biasa bawa ke sekolah. Namun ia hanya bawa satu helm kali ini.
Miko segera menyalakan mesin montornya, lalu menarik gasnya perlahan keluar dari parkiran sekolah.
"Alana tunggu" teriak Joy mengikuti adiknya itu.
Alana menoleh, tanpa senyuman di wajahnya, " Kamu mau kemana, gak pulang sama kita" Ucap Joy menarik tangan Adiknya itu.
" Kak Joy sama Kak Cia, pulang saja duluan" Ucap Cia.
Tak lama montor Miko berhenti tepat di samping Alana. " Dia mau pulang sama aku hari ini" Ucap Miko dengan santainya ke arah Joy.
Joy terlihat kesal, ia menarik kerah Miko seakan ingin memukulnya. " Kamu mau bawa adikku kemana" Bentak joy
" Tenang saja aku tidak akan menculik dia" Ucap Miko melepaskan tangan Joy di kerah bajunya.
" Alana sekarang kamu pulang sama aku" Joy menarik tangan Alana untuk pergi. Dan dengan sigap Miko memegang tangan Alana.
" Lepaskan tangannya" Ucap Joy, menatap tajam ke arah Miko.
Miko hanya senyum tipis tak menggubris ucapan Joy, ia segera turun dari montornya. Joy semakin kesal ia mendorong tubuh Miko.
" Kalau kalian terus bertengkar, aku akan pulang sendiri" Ucap Alana beranjak pergi.
" Alana tunggu " Joy memegang tangan Alana mencegahnya pergi. "Kamu harus pulang sama aku dan Cia" lanjutnya.
Alana menepis tangan Joy, " Aku bisa pulang sendiri kak, jangan ikut campur urusanku" melihat Alana marah padanya Joy terdiam seketika. Adik yang selalu ia jaga sangat ketat bahkan tak sekalipun lelaki boleh mendekatinya. Karena ia tidak mau melihat Alana sakit hati nantinya.
Joy menatap punggung Alana yang sudah menjauh darinya. Ia membalikan badannya menatap tajam ke arah Miko. " Awas kamu!" Ancam Joy pada Miko dengan lirikan permusuhan tak ada habisnya.
Miko hanya tersenyum tipis, ia segera menaiki montornya dan menyusul Alana yang sudah jauh di depannya. " Alana tunggu aku" Teriak Miko
Alana menghentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang. " Bukannya kamu sudah janji mau pulang denganku " ucap Miko beranjak turun dari montornya.
" aku masih ada kegiatan, kalau kamu mau pulang, duluan aja" Ucap Alana beranjak pergi.
Dengan sigap Miko mencegah Alana pergi, ia berlari dan berhenti tepat di depannya untuk menghalangi langakahnya. Alana mencoba melangkah namun Miko mengkiutinya dan selalu mengahalngi langkahnya. " Aku akan antar kamu kemanapun kamu pergi" Ucap Miko tersenyum tipis.
Alana hanya diam, ia menarik napasnya , lalu mengedipkan mata pada miko seolah ia menerima tawaranya. Miko melonjak kegirangan, ia segera naik ke montornya.
Di susul Alana naik di belakang, dengan segera miko menarik gasnya perlahan. Ia tak mau menambah kecepatan agar ia bisa berduaan dengan Alana lebih lama.
Alana memegang jaket Miko, ia hanya diam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya.
" Aku harus antar kamu kemana dulu" Tanya Miko menvoba melirik ke sepion menatap Alana di balik kaca spion. Rambut Alana berterbangan membuat ia semakin cantik ia tak memakai helm makin terlihat sangat cantik. Miko menggelantungkan helmnya di punggung tangannya.
" Buwat apa?" Miko terlihat bingung. Ia tahu jika Alana anak ornag kaya tapi dia kenapa lebih memilih ambil uang di AtMnya, dari pada minta ke orang tuanya.
" Nanti kamu juga tahu" Ucap Alana.
Tiba-tiba ada mobil berhenti mendadak, membuat Miko harus ngerem montornya tiba-tiba. Sontak Alana memeluk pinggang Miko. Miko terdiam seketika, jantungnya terasa sudah mau copot. Hatinya melayang-layang di udara, karena terlalu gembiranya.
" Maaf" Alana menegapkan duduknya kembali.
" Gak papa, kamu peluk punggungku agar tak terjadi hal seperti tadi" Ucap Miko mencoba memegang tangan alana. Ia merangkulkan tangan Alana ke pinggangnya. Ya, iam-diam miko mencari alasan untuk dekat dengannya.
" Tolong jangan menyentuhku" Ucap Alana. Sontak Miko melepaskan tangan Alana.
" Berhenti dulu, itu ada ATM aku mau ambil uang dulu" Lanjut alana, menepuk pundak Miko.
" Baiklah " miko berhenti, sembari menunggu Alana di ATM, ia mengingat kejadian tadi. Ia merasakan dekapan hangat Alana, yang belum ia rasakan sebelumnya. Kehangatan tubuhnya beda dengan wanita lainnya yang pernah ia kencani.
" Ayo jalan" Alana bergegas naik kembali ke montor Miko.
"Kamu berhenti di kolong jembatan depan sana ya, kalau kamu mau tinggalin aku silahkan . Aku bisa pulang sendiri nanti" Ucap Alana.
" Aku akan temani kamu" Miko berhenti tepat di bawah kolong jembatan, ia sempat curiga jika Alana menemui lelaki lain. Ternyata tidak hal yang mengejutkan dirinya, bahkan membuat hatinya terenyuh seketika.
Alana turun dari montornya dan membagikan uangnya kepada anak-anak jalanan di sana. Dan tak lupa pada orang-orang yang lebih memilih hidup di kolong jembatan itu. Seakan orang di sana sangat kenal dengan Alana. Bahkan saat alana datang semua antri berbaris menunggu bagian.
Alana tersenyum ramah di depan semua orang. Namun entah kenapa ia baru sadar jika Alana memang orang yang sangat manis serta ramah pada orang tua. Sifat itu tidak ia munculkan pada orang-orang di sekitarnya. Miko segera mengambil kamera di dalam tasnya. Ia segera mengambil gambar moment langka ini, di mana ia bisa melihat senyum langsung Alana.
Hingga udah banyak gambar Alana sudah ia ambil dari berbagai pose. Tiba-tiba anak-anak datang mengerubungnya. " kakak pacarnya kak Alana ya" tanya anak kecil itu. Membuat Miko terdiam seketika. Ia bingung mau jawab gimana. Sekilas Miko melirik ke arah Alana yang sibuk membagikan beberapa uang untuk nenek-nenek di depannya.
" kakak hanya temannya, tapi doain ya semoga kakak bisa jadi pacar kak Alana" Ucap Miko mengusap lembut ubun kepala ke dua anak yang bertanya padanya.
" Kalian cocok kok kak" Ucap anak lainnya.
Ke dua anak itu menarik tangan Miko untuk mendekati alana.
"Kak Alana pacarnya ganteng" Ucap salah satu anak perempuan di depannya.
Alana terdiam senyum yang tadi ia lihat seakan hilang dari wajahnya. Apa dia tidak ada perasaan sedikitpun denganku, gumam miko menatap mata indah alana di depannya.
Di sisi lain Joy hanya berdiam diri di mobil. Bahkan dia tak menggubris ocehan cia padanya. Ia hanya diam melamun entah apa yang membebani pikirannya sekarang.
" Joy..!" Teriak Cia.
Joy hanya dia tak menggubris Cia. Nih anak kesambet apa, kenapa tiba-tiba diam begini, gumam Cia menyipitkan matanya, Menatap aneh pada Joy.
Merasa tak di gubris ia hanya diam, tiba-tiba ia teringat dengan Alana. Apa dia sekarang sudah sampai di rumah dengan Miko. Kenapa aku serkarang merasa sepertini ini hatiku terasa melilit dans esak saat mengingat apa yang miko bilang tadi, batin Cia.