My First Love

My First Love
Sebuah Jawaban



Suasana indah di kapal dengan nuansa gemerlap lampu yang menghiasi sungai itu. Dalvin dan ke dua anak keyla duduk sendiri di pinggir kapal menatap pemandangan luar untuk menghilangkan rasa penat di kepalanya.


Ia mendongakkan kepalanya menatap atas langit terlihat begitu indah bintang bintang yang bertaburan di langit itu.


Dalvin sontak tersenyum membayangkan sesuatu.


" papa dalvin kenapa dari tadi diam, apa papa marah sama mama" ucap joy duduk di depan dalvin.


" tidak sayang hanya saja mama kamu merasa bingung dengan hati nya. Biarkan dia sendiri biar mama kamu bisa berfikir sejenak apa yang harus ia putuskan" ucap dalvin menyentuh ke dua bahu joy.


" memangnya mama kenapa, apa dia akan balikan dengan om ian dan melupakan papah alvin" ucap joy polos. Nada polosnya membuat dalvin tersenyum.


" kamu masih kecil tidak usah berfikir negatif, sekarang jangan bahas itu lagi kita menatap ke atas pemandangan di sini sangat indah kak" ucap dalvin mengangkat joy ke dalam dekapan nya.


" joy lihat aku bisa melihat bintang di atas" ucap cia membaringkan bdannya di atas kapal menatap bintang yang bertaburan di langit.


Joy beranjak berdiri dan berbaring di samping cia. Ia menatap langit di atas nya dan mulai menghitung satu persatu bintang di langit.


Melihat mereka sudah bermain sendiri dalvin menatap keyla yang terlihat mengobati luka nya sendiri. Ia yang tidak tega melihat keyla seperti itu . Dia segera beranjak dari duduk nya menghampiri keyla yang duduk agak jauh dari nya.


" biar aku yang obati" ucap dalvin menarik obat dan kapas di tangan keyla.


Keylamendongakkan badan nya menatap dalvin di depan nya. Ia terus menatap dalvin yang mulai mengobati luka nya tanpa berbicara sepatah kata pun keyla terus menatap dalvin sampai selesai mengobati dan membalut luka nya.


" sudah selesai" ucap dalvin bernlanjak pergi.


" tunggu" keyla memegang tangan dalvin membuat ia menghentikan langkah nya sejenak.


" apa ada yang perlu di bicarakan lagi" ucao dalvin tanpa menatap keyla di belakang nya.


" tidak, tapi bilehkan aku cerita dengan mu" ucap keyla penuh rasa ragu.


Dalvin membalikkan badanya perlahan menatap keyla yang masih duduk di tempat nya. Tanpa menjawab dalvin duduk di samping keyla wajah nya terlihat datar tanpa ekspresi, dan ia tidak sedikitpun melirik keyla.


" jika kamu di posisiku mencintai masa lalu, namun di sisi lain kamu juga mencintai suami kamu dan berharap dia kembali meskipun kamu tidak tahu dia masih hidup atau gak. Apa semua salah jika harapan pada suaminya semakin pudar dan mulai kembali dengan masa lalu" ucap keyla dengan pandangan menatap anak nya yang lagi asyik bermain berdua.


"Masa lalu itu hanya kenangan yang sudah lalu, jika kamu kembali ke masa lalu sama saja kamu menelan kembali ludah yang sudah akmu buang dan kamu lupakan tanpa menatap masa depan yang jauh lebih baik menati mu. Kembali ke masa lalu bukan berarti kenangan waktu dulu akan terulang kembali dan perasaan cinta yang dulu tidak mungkin bisa sama. Jika kamu berharap pada suami kamu rntah dia masih hidup atau tidak coba tanyakan pada hati mu sendiri kamu yakin tidak dia masih hidup atau hanya harapan palsu. Jika kamu memamng mampu menunggu dia aku yakin dia akan kembali pada mu. Ingat kamu dan dia sudah berkeluarga sama sama punya kebahagiaan sendiri jangan merusak kebahagiaan orang lain meskipun dulu dia pernah merusak kebahagiaanmu" ucap dalvin beranjak berdiri daei duduk nya ia melangkahkan kakinya pergi menuju ke tempat joy dan cia.


Keyla masih terdiam sendiri di tempat duduk nya. Ia merasa kini sudah salah namun ia masih belum yakin pada hati nya jika apvin masih hidup. Kini perasaan nya semakin bimbang. Di sisi lain ia memikirkan perasaan ke dua anaknya di sisi lain ia memikirkan bagaimana hati nya.


" aku tidak bisa melupakan ke duanya aku bingung dengan hati ini" ucap keyla yang mulai meneteskan air mata nya ia terus memukul dada nya yang tidak bisa menerima kenyataan jika ia dan iansudah berlalu.


Entah kenapa ia terbayang dalvin di otak nya saat bersama dalvin dan saat pertama bertemu dengan nya membuat bayangan ian hilang seketika dari otak nya.


" kenapa aku jadi kepikiran dia" ucap keyla mulai menghapus air mata nya menatap dalvin yang asyik bermain dan bercanda dengan ke dua anaknya.


" ada apa dengan hati ini" ucap keyla beranjak berdiri mendekati dalvin dan ke dua anak nya.


" mama!! Kemari " teriak cia melambaikan tangan pada keyla yang sudah berjalan mendekati nya. Ia duduk di sebelah cia dan menatap anak gadis nya itu.


" mama kenapa sedih" ucap cia bernajak berdiri memegang pipi keyla .


" mama tidak apa apa sayang, hanya ada masalah dikit" ucap keyla.


alvin sontak menarik tangan keyla berdiri di pinggir ujung kapal itu. "Rentangkan ke dua tangan kamu dan rasakan angin sepoi sepoi malam hari dengan pemandangan indah di sekitar sini. Pejamkan mata kamu perkahan dan mulailah tenangkan fikiranmu agar kamu bisa berfikir jernih kembali untuk mengambil sebuah keputusan yang akan kamu ambil nanti" ucap dalvin tepat di telinga kiri keyla.


Keyla hanya terdiam ia menuruti apa kata dalvi ia menvoba memejamkan mata nya dan meluoakan semua masalah yang mengganggu fikiran nya. Ia melihat sosok alvin dalam bayangan kegelapan ia terus berlari menjauh dari nya . Dan hanya tersenyum melambaikan tangan selamarmt tinggal pada keyla


" alvin" ucap keyla yang masih memejamkan mata nya.


" kamu telah menghianatiku keyla, sekarang aku akan pergi dan bawa anak anak aku pergi bersama ku  aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi. Jika kamu ingin kembali pada masa lalu kembalilah jangan memcariku lagi" ucap alvin dalam bayangan kegelapan yang keyla lihat itu.


" alvin jangan pergi" teriak keyla. Ia mulai tak sadarkan diri dan terjatuh tepat di tubuh dalvin yang masih berdiri di belakang nya.


Tepat satu jam berlalu kapal itu mulai berhenti dalvin beranjak dari kapal menuju hotel terdekat agar keyla bisa beristirahat .


" joy!! Cia!! Kalian jalan duluan di depan om" ucap dalvin.


Cia dan joy menganggukan kepala nya dan berjalan di depan dalvin emnuju ke hotel terdekat. Ia menyewa satu kamar di sana untuk tempat tidur keyla dan ke dua anak nya.


" kalian jaga mama sebentar ya, dia lagi kecapekan. Om mau belanja makanan dan minuman buwat kalian" ucap dalvin bergegas pergi dengan terburu buru.


" mama bangun!!" Ucap cia menggoyang goyangkan tangan keyla.


Jolicia sangat takut jika mama nya terbaring sakit.