My First Love

My First Love
Masa lalu yang membuat luka



"Bodoh kamu Alvin!! Kamu sudah punya keluarga, punya anak! Dan sekarang apa yang kamu lakukan dengan Silvia. Dan kemana dia pergi sekarang?" Alvin memukul kepalanya berkali-kali, ia merasa tidak berguna jadi ayah, dan dia merasa bersalah dengan Keyla dan Silvia, perbuatan bodoh yang ia perbuat akan menjadikan keluarganya hancur. 


"Arrgggg.." umpat keras Alvin, mengacak-acak rambutnya, duduk di lantai bersandar di ranjang. 


"Apa yang harus aku lajukan sekarang. Giamana dengan anak dan istriku, mereka masih kecil dan aku gak mungkin membiarkan mereka semua tahu ini" gumam Devid. 


Ia beranjak berdiri. Matanya tertuju pada sebuah surat di meja depannya, membuat Alvin membuka matanya lebar.


Ia beranjak mengambil surat itu, dan mulai membacanya


Pak Alvin maaf, ini surat pengunduran diriku. Dan anggap saja semua tidak terjadi pak, maaf semua salah saya. Saya akan pergi dari kota ini pak. Saya gak mau merusak rumah tangga pak Alvin. Tolong jangan pernah mencariku, aku gak mau keluarga pak Alvin tahu semuanya. Maafkan saya mengundurkan diri secera mendadak.


Alvin mengepalkan kertas itu menjadi sebuah gumpalan kecil, dan melepamparnya.. "Argggg.. Kamu bodoh Alvin." Umpatnya keras penuh kekesalan, rahanya mulai menegang, dengan raut mata memerah seperti memrndam kekesalan dalam hatinya.


"Bentar!! Tapi apa aku benar melakukan hal bodoh ity padanya" Alvin beranjak mendekati ranjang, menarik selimut di ranjang itu. Alvin semakin terkejut saat melihat sprei putih itu meninggalkan bercak merah.


"Dia masih Virgin, aku melakukannya, Arrrgg" Alvin tak berhenti mengumpat kesal menyalahkan dirinya sendiri, ia mencari ponselnya, mencari nama manajernya di kontak ponselnya, dan segera menghubungi manajernya. 


"Iya tuan, ada apa?"


"Kamu kirimkan uang ke rekening Silvia setiap bulannya. Dan pastikan dia tidak lagi ada di kota ini." Ucap Alvin tergesa-gesa. Ia memutuskan untuk menjauh dari Silvia.menurutnya dia adalah mala petaka baginya.


"Emangnya apa yang terjadi tuan!! Dan sekarang tuan di mana? Saya akan jemput tuan karena hari ini ada rapat evaluasi di perusahaan kita. 


"Jangan tanya sekarang, aku mau kamu cari tahu di mana dia dan awasi dia" ucap Alvin segera mengakhiri teleponya. Ia beranjak berdiri dan segera membersihkan tubuhnya setelah itu bergegas pergi dari rumah itu. 


Entah entar apa Keyla yang baru pindah di indonesia untuk mencari rumah dan tempat tinggal yang pas untuk mereka tinggali. Ia sudah dua hari tidak menghubunginya. 


Perasaan was-was dan takut membayangi wajah alvin. 



\#back Keyla.



"Ma lihar deh dramanya bagus ya?" Ucap Cia, namun Keyla masih duduk melamun, di samping Cia yang sibuk menatap fv di depannya. Melihat drama favorit dia jika libur sekolah. Sambil menunggu Joy dan Alana pulang. Biasanya jika ada Joy mereka selalu pergi jalan\-jalan. Meski Keyla bisa naik mobil tapi ia sudah lama tidak pernah naik mobil sendiri 



Keyla terus membayangkan apa yang Alvin akan mengulangi kesalahan untuk yang ke dua kalinya. Jika memang iya, kali ini ia tidak akan memafkannya lagi. Sudah cukup ia sakit hati untuk yang pertama. Ia tidak ingin jika terjadi untuk yang ke dua kalinya lagi.



Cia yang menyadari mamanya melamun, ia mendekatkan tubuhnya, menepuk pundaknya. 


"Ma!! Kenapa kamu diam? Apa masih ada masalah lagi"



"Gak ada Cia! Oya, sekarang kamu hubungi Joy dan Alana dia sampai mana sekarang" ucap keyla, mencoba untuk tetap tersenyum di depan mamanya. 



"Baru saja aku kirim pesan pada mereka. Tapi masih belum ada balasan pasti mereka masih sibuk." ucap Cia, yang masih terus menatap detail mamanya itu, ia tahu jika mamanya pasti menyimpan rahasia yang tidak ia ketahui. Cia menatap mata Keyla, mengeryitkan matanya. 



"Mama gak lagi bohong padaku kan?" Tanya Cia memastikan. 



"Syang!! Udah cepat telepon Joy, dan Alana" ucap Keyla mencoba mengalihkan pembicaraannya. 



"Ma!! Tolong cerita pada Cia, jangan hanya diam seperti ini. Cia janji tidak akan pernah bilang pada siapapun. Cia akan pendam rahasia ini" Cia mencoba membujuk mamanya untuk cerita. 



"Syang!! Udah mama gak apa\-apa sekarang belum saatnya kalian tahu, mama akan beri tahu semuanya saat waktu yang tepat" ucap Keyla, mengusap lembut rambut anaknya. 



"Baiklah, tapi mama jangan sedih lagi." Ucap Cia. 



"Iya, tapi mama ingin apapun yang terjadi ke depannya. Aku ingin kalian semua akur sesama saudara.



"Iya ma itu pasti, udah cia mau pergi dulu ambil ponsel Cia di kamar" ucap Cia.



Cia mengambil ponsrlnya di ranjang dan duduk bersandar di ranjangnya. jemari tangannya sangat membuka kontak nomor mencari nama Joy, dan segera menekan tombol panggilan.



Hampir beberapa menit ia belum juga di angkat oleh Joy. bunyi panggiln terus berdering namun etap saja Joy belum mengangkatnya. Dan merasa sudah bosan menunggu ia memutuskan untuk mengakhirinya. Meletakkan ponselnya di meja debgan kasar.



Brakkkk..



"Nyeselin banget Joy di telepin udah hampir lima kali tidak di angkat. Segitu sibuknya dia, dasar nyeselin" gumam Kesal Cia.



Cia yang terus nenggerutu kesal gak jelas. Tiba\-tiba ponselnya berbunyi. Membuat Cia menghentikan gerutunya. Cia menatap layar ponselnya panggilan dari Joy.



"Joy, tadi gak mau angkat sekarang dia nenghubungiku. Dasar nyeselin!!" umpat kesal Cia, yang langsung meraih ponselnya dan segera mengangkat panggilan darinya.



"Kak Cia ada apa?"



Suara yang sangat familiar di telinga Cia.


"Alana!! kenapa bisa dia yang angkat? Kemana Joy, tapi gak apalah sama saja" batin Cia.



"Kak!! Apa kakak gak denger suara aku?" tanya Alana yang dari tadi memanggilnya.



"Eh iya Alana, Joy kemana? Apa kamu bawa ponsel Joy?" tanya Cia. "Oya dan kenapa ponsel kamu gak aktif dari tadi aku juga menghubungi ponsel kamu juga gak bisa" lanjutnya.



"Ponsel aku rusak kak!! Dan Ponsel Joy dia kemarin malam memberikan ini padaku. Tapi hanya sampai ponsel aku sudah aku benerin kak" ucap Alana.



"kenapa kamu gak beli baru saja Alana, kalau kamu pulang aku akan ajak kamu beli ponsel baru." ucap Cia, ia bingung dengan Alana yang tidak pernah mau menerima uang saku dari mamanya.



"Gak usah kak!! lagian aku juga gak mau merepotkan kalian semua"



"Tidak ada yang merasa di repotkan sama sekali. Kamu adikku, kenapa kamu malah merasa merepotkan Alaana." ucap Alana "Oya Joy ada di sebelah kamu gak sekarang?"



"Gak ada kak, dia lagi di kamarnya. Apa perlu aku panggilkan dia?" tanya Alana.



"Gak usah, aku hanya mau bilang padanya jika mama lagi melamun terus. Entah apa yang ada di pikirannya sekarang. Dan kalau kalian pulang aku mau kalian bantu mama ya" gumam Cia.



Alana seketika terdiam mendengar hal itu. Ia menarik napasnya dalam\-dalam menciba untuk mengontrol pikirannya sekarang. Ia tidak mau jika Cia tahu.



"Alana kenapa kamu diam?" tanya Cia.



"Eh... Iya kak, nanti aku akan bilang pada kak Joy." gumam Alana mencoba untuk tersenyum.



"Baiklah, kalian hati\-hati ya" ucap Cia, dan segera meng\-akhiri panggilannya. Dan meletakkan ponselnya di ranjang. Dan...



Alana, dia hanya diam duduk di ranjangnya? ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Rasanya ia ingin mearah dengan keluarganya namun tidak bisa. Mereka begitu baik padanya, selama ini merawatnya dengan sangat tulus.