
Keesokan harinya,
Amera masuk ke dalam kamar Joy tepat jam lima pagi, matahari belum menampakkan sinarnya, dan joy masih berbaring pulang di ranjangnya, ia berjalan masuk mengendap-endap, ia sengaja memelankan langkahnya agar Joy tidak sadar dengan kehadirannya.
Dan Amera punya rencana tersendiri untuk membuat Joy terbangun dari tidurnya,
Amera naik ke ranjang Joy, perlahan dan berbaring di sampingnya, Menatap wajah tampan Joy saat tertidur, baru kali ini dirinya melihat ajah Joy dari dekat, dan dia bisa merasakan hembusan napasnya yang terasa jelas di hidungnya.
"Kamu sangat tampan!!" ucap Amera, mengusap wajah Joy, menyentuh hidungnya, lalu menyentuh bibirmya, yang biasa ia kecupan setiap saat, Amera yang mulai tergoda dengan bibir Joy di depannya, ia mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibi Joy, **********, membuat joy seketika terbangun, dan langsung membalikkan tubuh Amera, dengan ke dua tangan memegang ke dua tangan Amera, di samping kepalanya.
"Amera? Apa yang kamu lakukan?" tanya Joy, berada tepat di atasnya, Amera semakin gugup di buatnya, wajahnya terlihat pucat pasi, ia menatap ke depan, keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya.
"Apa pagi-pagi kamu mau menggodaku," tanya Joy, yang mulai mengecup dada Amera.
"Tidak, aku hanya ingin melihat kamu tidur!!"
"Bilang saja kalau kamu ingin menggodaku!!" goda Joy, menyentuh dadanya, seketika Amera terdiam, tanpa banyak bicara lagi, ia menarik napasnya dalam-dalam memberanikan dirinya, untuk membuka jaket yang ia kenakan terlihat jelas dalamannya, tanpa kain penutup lagi.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Joy menatap jelas pemandangan di depannya, membuatnya hanya diam menelan ludahnya, gimana tidak tertarik jika dia adalah orang yang paling beruntung, karena aku bisa melihat dada besar Amera.
"Apa kamu ingin aku menyentuhmu?" tanya Joy. Matanya mulai melebar dan berbinar seketika melihat pemandangan indah yang tak ingin ia lewatkan begitu saja, wajah jika seorang laki-kaki di beri hadiah seperti itu membuatnya langsung tertarik tanpa banyak basa-basi lagi.
"Iya, sentuhlah..." belum sempat meneruskan ucaoanjya, joy seketika langsing mengecup dada yang menggumpal besar tu, dengan sangat ganasnya, gadis itu hanya diam me nikmati sentuhan Joy. Dengan posisi yang sama membuat Ia merasakan benda Joy mulai mengeras tepat di atasnya.
"Joy!! Apa itu?" tanya Amera.
Joy yang malu, langsung beranjak dari atas tubuh Amera, dan duduk di smaoingnya.
"Tutup kembali jaket kamu, sekarang aku akan bersiap. Kita jalan-jalan bersama"
"Kamu ingat selalu kita ada janji"
"Aku ingat, tapi tadi aku sebenarnya susah bangun. Dna untung saja ada kamu, aku bisa bangun lebih awal dan ikut kamu," ucap Joy menjelaskan. Dan Joy beranjak untuk ganti baju, tanpa rasa malu di lihat oleh Amera, dan wanita di belakangnya itu hanya diam, menatap tubuhnya yang begitu menggoda, seakan memancingnya untuk memeluknya.
Amera beranjak berdiri, melangkahkan kakinya mendekati Joy dan langsung memeluk tubuh bugar Joy, dnegan tangan menyentuh bawah.
"Amera!!" ucap Joy, terkejut merasakan sentuhan Amera. Baru pertama kali dalam hidupnya di disentuh seperti itu.
"Kenapa? Kamu gak.mau aku sentuh," ucap Amera.
"Bukanya kita mau jalan-jalan, lebih baik kita cepat pergi. Aku gak mau nanti malah kesiangan,"
"Bentar!!" Amera semakin memegangnya kuat, wajah Joy langsung memerah di buatnya.
"Kamu yang menggoda aku sekarang, ganti baju di sini, dengan pakai celana pendek seperti ini," ucap Amera.
"Amera lepaskan!!" ucap Joy.
"Kenapa, bukannya nanggung, tadi kamu sudah mengeras, sekarang lolipop kamu percuma kalau tidak sekalian itu;" ucap Amera yang langsung jongkok tanpa banyak bicara lagi, membuka.
"Emmpp.. Amera.. Kamu gila!!" ucap Joy, mengerang menikmati permainan Amera yang tiba-tiba menggila, merasakan sensasi yang berbeda, ia merasakan, membuat gairah tubuhnya mulai meningkat, dan Amera seakan sudah biasa seperti itu, bahkan dia sudah biasa bermain dengan mulutnya.
"Bahkan sampai lima menit berlalu, Joy mengerang keras, mengeluarkan laharnya tepat di wajah Amera. "Joy kamu nakal" ucap Amera, yang akan langsung beranjak berdiri tegap, tersenyum tipis memandang wajah Joy yang sudah bercucuran keringat di buatnya.
"Aku usap sekarang!!" ucap Joy, beranjak mengambil sapu tangan miliknya, mengusap wajah Amera.
Joy yang melanun, engan tangan memegang kepalanya, tanpa sadar jika Amera sudah berdiri di sampingnya. "Apa kamu masih mengingat kejadian tadi?" tanya Amera tepat di telinganya.
"Kamu benar-benar liar, syang!!" ucap Joy, yang langsung membalas Amera dnegan sebuah kecupan beberapa detik.
Lalu beranjak berdiri, menegang tangan Amera keluar dari kamarnya
"Kamu mau kemana?" tanya Amera.
"Bukanya kuta mau jalan-jalan, kamu lupa lagi. Gara-ara kamu tadi bermain ganas. Bahkan kamu sampai lupa jika kamu itu ingin ajak aku bmjalan-jalan pagi, katanya mau oleh raga" ucap Joy mencubit hidung mancung milik Amera.
"Apa kamu senamg, padahal aku belajar itu dari Vidio," ucap Amera keras, membuat para pelayan yang sudah bersiap bersih-bersih menatap k ebarahnya. Dan Joy sudah spi tan menutup mulut Amera.
"Jangan keras-keras kalau bicara, nanti kalau ada yang dengar gimana. Aku gak mau jadi bahan godup, syabg!!" Joy mencubit hidung Amera ke dua kalianya.
"Joy!! Sakit tahu!!" umpat kesal Amera mengubtupkan bibirnya kesal.
Joy segera berlari keluar dari rumahnya, menuju ke halaman rumahnya, an langsung di susul Amera yang berlari mengikuti joy yang sudah berlari lebih dulu, kali ini ia ingin berolahraga di sekeliling komplek rumahnya, ia tak mau jauh-jauh, karena pertama kali olahraga pasti nantu akan capek, Apa lagi jam sembilan nanti dia akan mengadakan acara pertunangan, jadi harus jaga kesehatan.
"Joy!! Tunggu aku!!" teriak Amera.
"Ayo, coba kejar aku!!" teriak Joy.
"Joy, jangan cepat-cepat aku capek!!"
"Kalu capek jangan ajak aku oleh raga," goda Jiy menghentikan larinya, menoleh ke belakang, melihat Amera berjalan dengan langkah sangat gerakan seperti zombi yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Kamu kenapa?" tanya Joy dengan wajah seriusnya, dan. Brukk...
Amera jatuh tepat di dekapan tubuh Joy, ia yang berpura-pura capek, tersenyum tipis saat tubuhnya memeluk erat tubuh Joy.
"Amera kamu ebnar tidak eknaap-napa, apa perlu aku gendong kamu," tanya Joy.
Amwerah masih melancarkan aksinya untuk pura-pura, merasa tidak ada jawaban dari Amera, Joy segera mengangkat tubuh Amera, memutar tubuhnya beranjak kembali.
"Berhenti!!" ucap Amera membuka matanya lebar, melingkarkan tangannya ke leher Joy.
"Kenapa kamu tidak lanjut, tapi kamu gendong aku!!" ucap manja Amera.
Joy dengan terpaksa harus menuruti apa yang di katakan Ameran, ia menggendong amera berlari di sekeliling komplek rumahnya. Hingga 1 jam berlaku, Dia yang merasa sangat capek, menurunkan tubuh Amera tepat di depannya.
"Lain kali aku gak mau olah raga lagi," ucap Jiy duduk dengan ke dua kaki lurus ke depan.
"Kenapa? Kamu kapok, ya olahraga dengan aku"
"Iya sangat kapok, lebih baik aku tidur di ranjang tadi. Mimpi indah. Dari pada harus olahraga dengan kami!!" ucap Joy mencoba mengatur napasnya.
"Nih, minumlah dulu" ucap Amera, mengulurkan satu botol minuman yang sudah ia bawa dari tadi. Dan Joy langsung meraihnya membuka tutup botolnya, meneguk minumannya setangah, laku menyiramkan ke arambutnya, laki-laki itu mengibaskan rambutnya, hingga percikan air tepat mengenai Amera.
Amera hanya diam menatap ke arah Joy yang terlihat sangat tampan saat melakukan adegan tadi. benar-benar cold.
-----
selesai untuk jalan-jalan pagi dengan Amera, Joy bersiap untuk menghadiri pesta pertunangan mereka yanga akan di lakukan jam 9 pagi, dan sekarang para tamu bahkan sudah menunggu mereka, dan Joy dengan Amera masih bersiap, dan baru pulang pergi bersama tadinya.