My First Love

My First Love
Perasaan Miko



"Alana, kamu habis nangis ya?" tanya Miko, menatap mata Alana yang memerah.


"siapa yang nangis, aku gak nangis kak" ucap Alana beralasan. Ia tidak mau semua tahu apa masalahnya.


"udah ayo jalan sekarang. Oya maaf udah membuat Kak miko lama menunggu" Lanjut Alana.


"Ini pakai dulu" Miko mengulurkan helmnya pada Alana. Namun Alana masih diam melamun.


"Iya, gak apa-apa. Tapi kamu kalau ada masalah cerita sama aku ya, Na. Jangan di pendam sendiri ya. Lihatlah wajah kamu. Kusam gitu, pasti kamu banyak masalah." ucap Miko, dengan senyum menggodanya.


"Iya, tapi aku gak bisa cerita kak. Gimana kalau nanti kak Miko bawa kau ke tempat kemarin. Aku mau menulis sesuatu kak Miko" gumam Alana.


"Baiklah, dan aku mau kamu ajak kamu jiga ke suatu tempat nanti. Kita cari hiburan buat kamu yang lagi sedih ini." ucap Miko, mengusap wajah Alana dengan jemari tangannya.


"Iya,"


"Sekarang sneyum dong. Jangan muram begitu. Aku gak mau kamu terus sedih" ucap Miko, yang mulai memakaikan helmnya di kepala Alana.


Alan tersenyum tipis, "Udah kan!!" ucap Alana. beranjak naik ke montor miko.


Miko segera menarik gasnya, melaju dengan kecepatan sedang menuju sekolahan.


Dan Cia berangkat sendiri dengan sopir. Dan karena Joy yang tiba-tiba sakit ia tidak bisa masuk sekolah. padahal memang bentar lagi mereka ujian. Dan sekarang banyak sekali materi ujian yang akan di berikan. Tapi untung saja ada Cia yang sati kelas dengannya jadi ia bisa berbagi. Tapi Cia masih kesal dengannya. Dan Tadi memberikan catatan pada Amera agar dia mmeberikan pada Miko saat dia sudah sadar nantinya.


------


Tak butuh waktu lama Miko sampai di parkiran sekolah, ia membantu alana melepaskan helmnya.


"Kak aku masuk kelas dulu ya" ucap alana buru-buru.


"Kenapa kamu buru-buru" ucap Miko.


"Asa sesuatu yang ketinggalan di meja aku kemarin. Aku mau coba lihat. Semoga saja masih ada. "


"Emangnya apa yang ketinggalan?" tanya Miko penasaran.


"Kak Miko gak usah tahu" ucap Alana,


"Baiklah, sekarang aku antar kamu masuk ke kelas. gak boleh nolak. Dan gak boleh banyak bicara. Aku gak mau kamu bohong dengan aku" ucap Miko, mencengkram erat tangan alana.


"Sekarang kak Miko bukans siapa-siapa aku kenapa aku harus nurut dengan kak Miko. Aku bukan pacara kak Miko. Jadi jangan halangi aku kak. Aku amu masuk ke kelas." ucap Alana, mencoba melepaskan tangan Miko.


"Aku tahu kamu mau masuk, tapi setidaknya. Kamu nurut apa katamu. Aku gak memaksa kamu untuk tidak boleh masuk ke kelas." ucap Miko, memegang tangan Alana berjalan ringan menuju ke kelas Alana.


Alana yang semula marah, ia hanya diam melihat Miko, yang sepertinya juga marah dengannya. "Kak Mik, kenapa kamu perduli dengan aku?" tanya Alana, menatap Miko yang berjalan di sampingnya.


"Kenaoa? Apa kamu gak tahu gimana aku dengan kamu selama ini. Apa kamu gak tahu gimana perhatian aku. Saat kamu di rumah sakit aku rela jaga kamu. Apa kamu gak menyadari itu semua." ucap Miko, menghentikan langkahnya, ia membalikkan badan Alana, menatap ke arahnya.


"Aku itu suka dengan kamu, aku cinta dengan kamu. Apa kamu gak sadar itu Alana. Selama ini aku memendam perasaan ini, dan aku pernsh ingkapkan semuanya tapi apa kamu selalu menolakku. Aku acuh padaku. Dan lebih memilih dengan Joy.. " ucap Miko, meluapkan isi hatinya selama ini.


Ia memegang ke dua tangan Alana di depan semua anak yang melintas di sana. Menatap ke arah mereka.


"Kak jangan buat aku malu di sini. Aku pergi ke kelas sekarang" ucap Alana.


"aku gak akan biarkan kamu pergi dulu. Akj mau kamu sekarang diamlah dan dengarkan" ucap Miko lirih.


Dan Cia yang baru datang juga tidak mau ketinggalan. ia menrlerobos masuk dalam kerumunan. Melihat Miko yang ingin menyatakan cintanya pada Alana.


"kalau seperti ini Alana gak boleh nolak, ia harus jadi pacar Miko. agar bisa melupakan Joy. dan hanya ini satu-satunya kesempatan. Biarkan Joy dengan Amera saja.. Kalau sampai mama tahu nanti juga pasti akan marah .." oikir Cia.


Miko duduk jongkok, berlutut memegang tangannya lembut. dengan kepala mendongak ke atas menatap alana.


"Alana.. Apa kamu mau jadi Apa kamu amu jadi pacar aku?" tanya Miko, membuat semua bersorak.


Terima..


Terima..


Terima..


Suara riuh dari para murid lain membuat Alana bingung amsu berkata apa. Ia tidak suka dengan miko. Bahkan tidak ada sedikitpun perasaan padanya. Alana hanya menganggap miko sebagai temannya, sekaligus kakak yang selalu ada buat dia. Dan sangat baik dengannya. Tapi kebaikannya tidak bisa menarik hatinya sama sekali..


Malah hatinya mengarah pada orang yang salah. Membuat Alana harus menerima sakit hati yang teramat.


Alana menatao sekelilingnya, ia melihat Kak Cia yang menatap ke arahnya dengan nada bibir mengucap.


kata yang sama dengan para murid lain di sana. Perasaan Alana sangat bingung, harus berkata apa sekarang. Apa ia harus lari dari sini atau menjawab perasaan yang ia sama sekali tidak bisa rasakan.


Cia langsung merengkuh pundak Alana. "Miko, Alana itu malu. dia itu sebanarnya juga suka sama kamu. tapi berhubung kamu nembaknya di tempat ramai seperti ini ia jadi malu dan gak mau jawab." ucap Cia, yang menerobos tanpa memberi kesemlatan Alana untuk menjawab.


Cia tahu jawaban yang akan Alan berikan. Dia pasti akan Menolak Miko. Karena cintanya hanya untuk Joy. Tapi ia tidak bisa biarkan itu terjadi. Alana harus bahagia dan begitu juga dengan Joy. Dia juga harus bahagia dengan wanita dan laki-laki yang sangat tulus suka denganya.


"Taoi kak!!" ucap Alana kirih menatap ke arah Cia di samoingnya.


"Dengarkan kaka, terima cinta Miko. Jika kamu mau melupakan joy. aku gak mau kamu sama Joy lagi.. Kamu akan terus sakit hati alana." bisik Cia, dengan wajah seakan memohon pada Alana. membiat alaana tidak bisa berkutik apa-apa, ia juga tidak bisa menolaknya.


Dengan perasaan terpaksa, alana menarik napasnya dalam-dalam. mengeluarkan semua keberaniananya untuk mengucapkan kata cinta yang seakan berat untuk terucap.


Alana memejamkan matanya beberapa detik "Kak Joy.. Maaf. kita memang harus pisah." gumam Alana dalam hatinya. Ia membuka matanya, menatap ke arah Miko yang masih menunggu jawabannnya. semua anak di sana menunggu jawaban Alana yang akan di utarakan pada Miko.


Alana hanya nmenaggukan keoalanya dengan senyum terpaksa keluar dari bibirnya. membiat semua bersorak mengusapkan selamat pada Miko. Dan Miko sontak berdiri, menatap tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Alana.


"Apa kamu yakin?" tanya Miko, memegang ke dua tangan Alana.


Alana menarik napasnya untuk yang kesekian kalianya.


"Iya, aku yakin" ucap Alana, melirk ke arah cia yang masih berdiri di sampingnya. Ia tersenyum mendengar jawaban itu dari Alana. Dan Akhirnya mereka jadian juga, meski dulu Ia suka dengan Miko tapi itu dulu. Dan sekarang sudah ada yang menempati hatinya yang jauh lebih tulus dan dewasa dari pada dia.


"Jadi sekarang kita pacaran?" tanya Miko memastikan.


"Iya, iyalah kalian pacaran udah bilang iya dia mau menerima kamu jadi kalian sekarang resmi pacaran . Dan aku doakan untuk kalian biar kalian bisa sampai menikah nantinya."


Alana hanya diam ia tidak tahu harus bicara apa lagi. Ini bukan dirinya. Ia tidak bisa sebenarnya menerima Miko. Kalau bukan demi keluarga. Ia tidak mau.. Mama dan papa nya juga pasti akan menolak jika gahu dia pacaran sama Joy. Dan Joy juga sudah menyakitinya.


Bel menggema ke seluruh penjuru sekolahan. Membuat semua murid bubar dari kerumunan dan masuk ke kelasnya masing-masing. Berbeda dengan miko, Cia dan Alana. Masih tetap berdiri.


"Sekarang kita masuk ke kelas dulu. Dan kamu Alana. kamu masuk ke kelas kamu ya. Biar aku bawa pacar baru kamu ini ke jelasnya" ucap Cia.


"Iya kaka!!"