
"Syang!! Pesawat kita jam berapa?" tanya Keyla pada Alvin yang masih duduk di meja makan, dal Keyla membereskan semuanya dan tak kupa langsung mencucinya agar tidak terlihat berantakan.
"Memangnya kenapa? Apa kamu mau berangkat sekarang?"
"Enggaklah!! Lagian aku tidak mau jika kamu itu selalu menungguku," ucap Keyla.
Ian beranjak berdiri, dengan ke dua tangannya mengharap ke bawah, melepaskan dalaman Keyla, seperti biasa dia emang sebagai mengambilnya dam membuangnya ke tempat sampah.
"Syang, gimana kita lakukan di dapur ucap Ian.
"Iya, syang.. Aku mau!!" ucap Keyla malu-malu
"Kenapa kamu sekarang tidak pernah menolakku lagi? tanya Ian.
"Karena permainan kamu membuat aku kenikmati, dan aku menginginkannya lagi," bisik Keyla.
Ian memegang paha Keyla, merayap ke atas, sampai ke dadanya, ia menyentuhnya. Membuat wanita itu seketika menggeliat geli, menikmati sentuhan demi sentuhan.
"Sekarang terkahir!! Kalau ada waktu kita hubungam, kita di apartemen aku saja. Atau berada di apartemen kamu di sana,ya." ucap Keyla seakan tidak mau lepas dari hubungan itu dengan Ian.
"Dan aku boleh tanya, lenapa kami, selalu kebaiasaan kamu selalu membuang dalaman aku," ucap keyla mengusap wajah Ian yang menyandarkan di dagunya lembut, penuh romansa romantis. "Emppp... " rintih Keyla seketika langsung terdiam, merasakan tusukan dari jari Ian. Ia mengigit bibir bawahnya, dengan tangan kiri mengusap leher David dari depan, dengan tangan kiri yang menbelakanginya.
Ian menciumi leher Keyla membuat gadis itu semakin bergairah, dan tanpa sadar dia mendesah pelan menikmati.
"Apa kamu tidak pernah di baut seperti ini oelh mantan suami kamu?" tanya Ian.
"Em..Ti--tidak!!"
"Apa ini di akan beehenti?" tanya Keyla, yang merasakan tangan Alvin berhenti.
"Apa kamu mau lagi?"
Keyla hanya tersenyum tipis. Menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, jika kamu mau lagi, tahan syang!!" bisik Ian, yang dudah mulai menegang, Dan Keyla bahkan sudah menyemburkan lavanya, membasahi jari tangan Ian.
"Kenapa kamu hanya menggunakan jari kamu?" tanya Keyla.
"Enak syang!! Nanti malam saja gimana?" ucap Keyla. Menggoda Alvin, dirinya sudah terbawa gairah tangan Alvin ya g terus menghantamnya.
Bahkan taka mau melepasnya. Sampai Keyla selesia mencuci semua piring.
"Kamu sangat basah, jika kamu pakai celana dalam kamu pasti basah, lebih baik di buang!!" ucap Keyla.
"Syang!! Tapi aku mau pergi ke kamar mandi, mau buang air kencing,"
Ian menghantamnya lagi, membuatnya tak jadi ke kamar mandi, untuk buang air kecil. "Diam dulu, jangan buang air kecil!!" ucap Ian.
"Empp.. Baiklah!!" ucap Keyla, memegang ke dua tangannya tepat di pinggiran darpur, membalikkan badanya menatap wajah Ian di depannya.
"Buka!!" ucap Ian.
Alana membuka helaian kain yang menutupi tubuhnya, membuat Ian semakin menelan ludahnya, setiap hari melihat Alana seperti itu.
"Gimana kalau kamu setiap jari tiap bertemu dengan aku seperti ini. Aku tidak.mau jika kamu pakai apapun, Aku kan siapkan apartemen buat kamu, jadi tiap aku datang kamu harus sudah menyambut aku dengan tubuh kamu, apakah kamu mau?" tanya Ian, dan langsung di jawab cepat dengan anggukkan kepala oleh keyla tanpa banyak tanya lagi, seakan dia sudah di bius dengan cinta Ian ladanya, yang selama ini selalu menemani ranjangnya.
"Makasih!!" ucap Ian, mengecup dada Keyla membuat wanita itu mengerang, menikmati.
"Ian.. Lanjutkan, syang!!" ucap Keyla yang terus mendesah lirih penuh gairah,
"Aku sudah puas, jika aku mau harus aku ingin melakukannya dan kita akan bersama lagi, di setiap malam,"
"Syang!! Kenapa kamu percepat" ucap Ian.
"Kita sudha di tunggu pesawat syang!!" ucap Keyla
"Masih dua jam lavi, setelah itu kita berendam banget. Aku gak mau jika nanti kita nalah di pesawat bergairah, lebih baim sekarang," ucap Ian merayu Keyla, bahkan Keyla benar-benar sudah gila percaya setiap rayuan yang di katakan Ian padanya, dia menyerahkan tubuhnya begitu saja tanpa penolakan seperti wanita murahan, bahkan lebih berharga wanita murahan mereka dapat uang, sedangkan dirinya hanya mendapatkan sebuah janji cinta, yang tetap saja tidak akan pernah bisa bersatu.
"Aku sudah sering pakai kamu, sering alami kamu. Jadi sudah tidak serapat dulu. Sekarang kamu lebih mudah lagi dari pada dulu, yang masih rapat," ucap Ian. Seketika membuat Keya menatapnya tajam.
"Alvin tak henti ya mebuat keyla semakin basah. Keyla menarik tangan Ian penuh rasa kesal padanya.
"Memangnya kamu gak suka?" tanya Keyla, mendorong tubuh Ian menjauh darinya, ia terus mendorong tubuhnya kesal, mendengarkan apa yang di katakan Alvin tadi padanya, membuat hatinya terpuruk benar-benar terpuruk.
Keyla menjatuhkan tubuh Ian di sofa, dan dia langsung berada di atasnya, melakukan apa yang harus dia lakukan, dan di sambut giat oleh Ian yang tida menyangka jika melakukan itu, bahkan dia melakukannya dengan sangat
"Kamu menikmati, kan syang!!" ucap Keyla, mengecil bibir Ian, dan langsung di balas oleh Ian, penuh gairah, Ia membalikkan tubuh Keyla mulai melakukannya dengan menghetakkan keras dan cepat berkali-kali, membuat Alana berteriak keras, merasakan hentakan yang semakin menggila yang di lakukan Ian padanya.
"Gimana syang!!" ucap Ian, Alana mencengkeram sofa di sampingnya, mengingat bibir bawahnya menahan rasa sakit yang menjadi.
Ian mengangat tubuh Alana, berjalan tanap melepaskan miliknya, menuju ke kamar mandi, dan menjatuhkan tubub Keyka ke dalam bathup, dan dia tak hentinya bermain, semakin gila, bhakn suah hamoir dua jam berlalu, Keyla yangs duah lelah dari tadi yak tmhentinya terus bermain denganya, ia oingsan di dalam bathuo kamar mandi.
"Syang!! kamu kenapa?" tanya Ian, menepuk-nepuk pipi Keyla.
"Syang!!" ucap Ian, mencoba membuka mata Keyla.
Ian segera mengakhiri kegiatannya, ia membasuh tubuh Alana, dan segera mengangkatnya masuk kedalam kamarnya, rencana untuk berangkat siang ke Sydney jadi tertunda lagi. Dna memutuskan untuk besok ia akan berangkat pulang.
ian meletakkan tubuh Keyla di atas ranjang miliknya menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, dan ia beranjak mengambil baju, selesai memakai baju, Ian mencoba mencari minyak untuk membangunkan Keyla. Dia mungkin sudah terlibat kelelahan terus melakukannya setiap haru bahkan lebih dari dua sampai jam setiap hari.
Joy segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Keyla ia tidak mau jika Keyla kenala-napa, lagian semua juga salahnya yang terlalu bergairah saat melihat Alana. Seakan tidak mau melepaskan Keyla lagi untuk yang ke dua kalinya. Rasa ingin memilikinya membuat dia semakin ganas dalam berhubungan.
Selesai memanggil Dokter, Joy segera memalihkan baju untuk keyla, hanya baju luaran saja, ia melakukan gaun tanpa lengan, dan sekalian saat sadar ia ingin mengajaknya u tuk ke bandara, Ian sudah janji pada Sheila akan pulang, karena telat, ia harus membeli tiket baru, u tuk baia pulang.
Setengah jam kemudia, Alana yang perlahan muali tersadar, ia terlihat sangat lemah, dan dokter kebetulan sudah datang dan mulai memeriksanya. Ian langsung keluar membiarkan dokter wanita itu masuk dan memeriksa Keyla, kenapa dia selaku pingsan saat berhubungan.
Lima belas menit berlalu, dokter itu keluar dan menyampaikan semua pada Ian.
"Anda suaminya?" tanya dokter itu.
"Iya, sok!!"
"Intrik anda sementara waktu tidak boleh berhubungan dulu. Selama satu bulan untuk pemulihan penuh, karena dinding miliknya sudah lecet dan hampir saja dia oemdarahan, lebih baik bapak hati-jati jika berhubungan dengannya, apalagi jika setiap hari berhubungan dengan jangka wajtu lama. Tidak bagi bagi kesehatan. Dan mungkin dia saat bangun tidak akan bisa berjalan sempurna dulu, ototnya masih menengang," jelas dokter itu.
"Baik dok, semua memang salah symaya!!"
"Sekarang saya akan tuliskan resep untuk isyri anda, agar bisa menghilangkan rasa nyerinya sementara!!"
Dokter itu udah selesai menulis resep obat untuk keyla dan memberikan pada Ian.
"Makasih dok!!" ucap Ian.
"Iya, sama-sama. Jaga istri bapak. Dan lebih baik anda pergi ke tempat lain atau rumah sakit, untuk memeriksanya lagi jika dia punya penyakit lai,mn, sepertinya penyakit dalam. Lebih baik anda pergi ke dokter spesialis.
"Memangnya dia sakit apa dok!!"
"Syang tidak bisa memastikan!!"
Ian seketika terdiam, ia hanya bisa menerima kenyataan yang ada. Betapa bodohnya selama ini ia tidak tahu jika alana punya riwayat sakit.
Ian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya ia melihat Keyla yang sudah membuka matanya menunggu kedatangannya. "Aku kenapa?" tanya Keyla.
"Kamu hanya kecapekkan!!"
"Beneran aku hanya caoek?" tanya Keyla.
"Memangnya apa lagi, kamus udah sering berhubungan dengan kau. Sekarang kita akan berhenti dulu berhubungan sampai kamu benar-benar sembuh. Aku tidak mau menyakiti kamu lagi. Sekarang kamu di si i dulu, berbaring saja jangan kemana-mana, kalau mau minum dan makan bilang sama aku, aku akan ambilkan." ucap Ian, membuat Keyla seketika menangis, melihat perhatian Ian yang terlalu berlebihan, dan Keyla mencoba untuk duduk, di bantu oleh Ian.
"Kamu jangan banyak bergerak syang!!" icap Ian. Ia memegang ke dua tangan Keyla mencium lembut punggung tangannya. "Maafkan aku!!" ucap Ian mebuat keyla mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa minta maaf!!"
"Aku selalu buat kamu seperti ini."
"Gak usah minta maaf kamu gak salah. Lagian aku juga minta padamu, karena terlalu ketagihan!!" jelas Keyla.
"Tapi..." Keyla menutup mulut Ian, tak membiarkan Ian berbicara panjang lebar lagi.
"Sekarang aku ambilkan kamu air duku!!" ucap Ian, segera berlari menuju ke dapur, mengambil air minum dan kembali lagi masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu minum, syang!! Biar tidak dehidrasi." jelas Ian.
"Iya!!" Keyla segera meneguk habis minuman di gelas yang di berikan oleh Ian padanya.
"Makasih!!" ucap Keyla.
Ian meletakkan gelasnya, mengusap kepala belakang Keyla. "Maafkan aku, aku janji akan menikahi kamu suatu hari nanti. Tinggal tunggu waktu yang tepat!!"