My First Love

My First Love
39. MAAF?



Drett... Drett... Drett...


pondsel milik dian bergetar menyadarkan nya dari lamunan panjang pagi itu. dian menggeser tombol warna hijau lalu mendekatkan nya pada telinga untuk menerima panggilan itu. sedangkan alvin yang sudah rapih dengan stelan jas yang entah kapan telah berganti pakayan dengan rapih



alvin memilih duduk di depan meja rias namun membelakangi meja nya dan memandang sang istri yang lagi menerima oanggilan entag dari siapa.


"hallo selamaat pagi", sapa dian agak lemah lalu dian memikih agar memperbesarkan suara panggilan dengan lalu menyimpan nya diatas nakas dekat dengan nya.


"hallo beb, pagi", sapa seorang gadis yang masih asing di telinga alvin.


"kamu pasti marah yah sama aku, kemarin kita gak jadi ketemu, maafin aku yah", kata dian pada winda. yah winda menelfon nya pagi ini dan yang kemarin menelfon nya di balkon juga adalah winda.


"ia gak apa-apa kog beb, kamu kenapa emanv gak jadi ketemh aku kemarin? padahal aku sama bi sum dan bi ina udah masak makanan kesukaan mu loh, apa pak bos larang yah?", kata winda


"maaf wind, gak kok, mas al gak marah, dia baik banget sama aku, kamu dak usah khawatir deh pokok nya, kemain aku gak pergi karena gak enak ajaa wind, aku baru mikir kog aku main pergi-pergi aja, padahalkan baru sehari aku jadi istri mas al, gak enak apa kata orang aja sih", jelas dian membohongi sahabat nya.


"oooh gitu, wahhh kamu sejak dulu selalu memikirkan hal yang dewasa wind.. pantes aja tuhan menjodohkan mu dengan suami mu yang nyaris sempurnah, tapi apa kamu gak di ijinin buat kerja beb?", kata winda lagi.


"terimakasih win, tapi kalau soal kerja, aku sih mau kerja biar gak jenih di rumah, tapi kan yaahh gak tau deh, belum minta juga wind heheh", kata dian jujur pada winda.


"kamu yang semangat yah, tuhan selalu mengabulkan doa mu beb, bukti nya sekarang kamu baik-baik aja kan dengan berbagai usaha dan kerja keras, kamu bisa menjalani hidup mu beb, aku kangend loh sama kamu, kapam-kapam kita jalan yah, tapi kamu harus minta ijin dlh sama laki mu", kata winda.


"heheh ok deh nanti-nanti yah, aku juga kangend banget sama kamu juga bi ina dan bi sum, tapi ngomong-ngomong kok kamu sopan banget sih sekarang? udah pake ngomong aku-kamu gitu, biasa nya kan gue-elo, apa kamu sehat? heeh", kata dian pada sahabat nya.


"hahaha oh ia yah, apa karna kamu udah tua yah? maka nya aku ngomong keg sopan gitu loh, kamu juga sama kan?", ejek winda.


"hahahhah ada-ada aja yah, tapi gak apa-apa deh, lebih bagus aja denger nya , ia kan yah?", kata dian lagi.


"heheh ia juga sih, bay the way, udahan dulu yah, aku mau berangkat kerja nih, kamu nya enak udah jadi nyonya gitu heheh, bye bye", tut tut sambunga akhir nya di pustuskam sepihat oleh winda.


Dian menarik nafas nya panjang, "nyonya apaan sih winda", gumam dian.


alvin yang mendengar kan seluruh percakapan antara dian dan winda akhir merasa bersalah lalu alvin merapihkan kembali jas dan juga baju nya dengan menyemprot parfum juga memakai body cream pada jemari nya yang sudah ia pakai sebelum nya, entah karena saking merasa bersalah pada sang istri hingga ia berulangkali memakai body cream atau karena hak lain.


tot tok tok


suara pintu kamar terdengar ada ketukan, alvin akhir berdiri membuka kan pintu kamar nya.


"pagi tuan, ada dokter hearty di depan ingi .melihat nyonya muda", jelas bi surti yang berada di depan kamar alvin.


"oh baiklah bi, segera bawa kemari aja yah", jawab alvin


"baik tuan", jawab bi surti lalu pergi


"selamat oagi juga dok", sapa dian ramah pada dokter hearty.


"bagaimana keadan nya sekarang? apa sudah ada perubahan dari sebelum nya?", dokter bertanya pada dian


"terimakasih dok, saya sudah agak membaik dok dari sebelum nya, terimakasih", jawab dian


"baiklah, kalau begitu saya periksa lahi yah untuk memastikan keadan nya", kata dokter lalu mulai melakukan dengan me.eriksaan keadaan umum, lalu menilai kesadaran, dan memeriksa tanda tanda vital


"bailah, keadan ibu sudah membaik, hanya aturlah pola makan nya dengan baik dan minum beberapa vitamin yang audah saya berikan resep nya semalam, juga jangan terlalu kelelahan dan setres agar menyiapkan masa kehamilan dengan baik", jelas dokter lalu meng aff infusd dian.


"terimakasih dok", jawab alvin singkat


setelah kepergian dokter alvin alhir nya pergi meninggalkan rumah dan dian masih berada di dalam kamar mandi sambil merendamkan diri nya di dalam bath up dengan air hangat.


Alvin masih saja membisu sejak keberangkatan nya dari rumah hingga dala perjalanan menuju kantor, beberapa kali ivan meliriknya melalui kaca spion mobil namun terlihat jelas bahwa bos nya masih memikirkan sesuatu yang ivan sendiri tidak bisa menebak nya.


"apa dia baik-baik saja?", batin ivan bertanya pada diri nya sendiri.


"entah aku harus memulai nya dari mana lagi kali ini? apa aku meminta maaf pada nya? astaga betapa gensi nya aku ini,mau di taro dimama mukak ku ini nanti nya, apa aku harus bilang pada nya bahwa mulai malam ini dia tidur dengan ku? tapi gimana sih cara ngomong nya? atau apakah aku pulang larut malam lagi? setelah itu aku angkat aja dia saat dia tidur, lau dipindahkan ke tempat tidur, dan saat dia bangun, aku bilang apa yah? waaah aku bingung sekali, yaa tuhan, bantu aku kali ini, berpihaklah pada ku kali ini saja", albin membatin sambil duduk gelisah.


ivan yang melirik bos nya hanya bisa tersenyum geli


"apa dia memikirkan saat bersama istri nya semalam yah? mereka ngapain aja sih sampai dia kelihatan gelisah gitu, apa dia belum puas cuti?", batin ivan


"apa aku harus bertanya pada ivan? ahhhh tidak... jangan vin, jangan, dia kan buanya darat, ular berbisa, semua kebun binatang ada pada nya, entar aku ketiban s**l kesekian kalinya ke dia, mendingan jangan, dia juga kan ember mukut nya suka ceplas ceplos gitu", batin alvin sambil memikirkan hal lain yang lebih baik setidak nyaebih gentel aja menurut alvin.


mobil yang di tumpangi alvin akhir nya tiba di kantor.


.


.


.


.


hay guys, terimakasih masih setia membaca novel ku ini, jangan lupa vote aku sebanyak nya yah. dan juga like sebanyak mjngkin lalu share novel ku ini.


terimakasih


god bless 😇🥰