My First Love

My First Love
Bertemu Dalvin Lagi



Keyla terdiam duduk di kantor nya ia terus memegang ke kepalanya yang terasa sangat pusing. Berbagai masalah timbul secara bersamaan di sisi lain ia terus mencari dalvin yang entah tidak ada kabar lagi. Seolah harapan nya musnah pada dalvin. Hanya ia yang tahu di mana alvin berada pasti dia punya petunjuk tentang alvin.


Dan juga keyla mencari dalvin soal kalung dan cicin hang pernah di berikan ian dulu. Kalung dan cicin itu sudah lama ia buang melemparnya keluar dari atap balkon rumah nya saat di london.


Seorang pegawai berlari masuk menemui keyla.


" miss nilai saham kita tiba tiba menurun 5 % ini di luar dugaan kita, baru kali ini perusahaan menurun segitu banyak dalam waktu 1 jam" ucap pegawai keyla dengan nada terburu buru.


Keyla sontak terkejut ia bernajak berdiri menatap pegawai nya. Nafas nya mulai tak beraturan ia tidak sanggup kenerima kenyataan itu.


" apa katamu?" Ucap keula menggebrak meja kerja dengan ke dua tanga nya.


" maaf miss" ucap pegawai itu menundukkan kepalanya.


" sudah kamu pergi dulu, aku akan pikirkan cara untuo menangani semua" ucap keyla. Badannya terasa sangat lemas seketika membuat nya tak sanggup lagi berdiri.


Keyla menyandarkan badan nya di kursi memegang ke kepalanya yang semakin tambah pusing ada saja masalah lagi timbul. Masalah satu belum selsai datang lagi masalah baru.


Ia juga tidak ingin kehilangan perusahaan itu. Karena itu perusahaan adalah milik alvin. Ia tidak mungkin membiarkan perusahaan alvin gulung tikar karena ulah nya yang tidak bisa membuat perusahaan ini semakin maju.


" jika ada alvin di sini pasti ia bisa dengan mudah membuag strategi pemasaran. Cara ia berfikir lebih cepat dari pada aku" ucap keyla menutup ke dua tanga nya dengan telapak tangan nya.


" alvin pulanglah, aku tak snaggup lagi" ucao keyla menyandarkan kepalany di atas meja . Ia sudah merasa tak sanggup menahan bevan pikiran yang semakin berat , Dan semakin mengganggu nya.


Hari sudah mulai malam, ia masih teasa sangat malas untuk pulang. Keyla sudah tidak tahu bagai mana harus menyelesaikan semua. Jika besok ia tidak bisa menstabilkan harga saham entah apa yang akan terjadi pada perusahaan keyla dan alvin itu.


Tak lama perjalanan ia sampai di rumahnya , ia berjalan dengan penuh rasa malas wajah kusut, dan mata mulai bengkak . Ia berjalan menemui ke dua anak nya di dalam kamar.


Ia melihat ke dua anak nya lagi bermain dengan Baby sister terlihat sangat bahagia. Keyla dengan perasaan ragu ia mendekati anak nya dan menyuruh baby sister itu keluar dari kamar nya.


" joy mama mau tanya , kenapa kamu tidak mencari om dalvin lagi" ucap keyla memegang bahu joy.


" mama apa gak tahu kalau om dalvin selalu mengehubungi joy, dia selalu vidio call menunjukan betapa bagus rumah om dalvin ma seperti istana" ucap joy dengan nada polos nya dengan tangan masih asyik bermain.


" benar kan apa yang aku pikirkan ternyata dia orang kaya dari awal aku pernah ikuti dia juga pakai mobil sport terbaru. Apa ada hubunganya amplop coklat yang ia terima kemarin dengan dalvin. Jadi dia memang benar tahu di mana alvin berada" batin keyla yang terus terdiam.


Ia berfikir jika dalvin menyembunyikan sesuatu dari nya. Ia tahu tentang alvin namun di sisi lain kenapa hati nya selalu memikir kan dalvin dan saat saat ia peratam bertemu dalvin seolah mengulang kenangan saat bertemu dengan alvin dulu.


Semua nya terasa sama. Hanya beda wajah dan nama namun entah bagaimana isi hati nya apakah sama atau tidak.


" kenapa mama diam" ucap joy menarik tangan keyla.


Keyla masuk ke dalam mobil dan perlahan menjalankan mobilnya untuk mencari dalvin di setiap jalan . Ia mengemudi mobilnya sangat pelan dengan mata melirik di sekitar nya. Ia berharap akan bertemu dalvin di jalan. Ia ingin menanyakan sesuatu yang selalu membuat hati nya gundah.


Keyla terus berkeliling mencari dalvin namun tak kunjung bertemu dengan nya. Hampir satu jam ia berkeliling di kota Paris. Ia sama sekali tidak menemukan dalvin di jalan. Ia mencoba menghubungi dalvin di nomor yang pernah menghubungi anak nya. Namun tak ada jawaban ia mencoba berkali kali hasil nya tetap nihil Ponselnya mati nomor nya sudah tidak bisa lagi di hubungi.


" dalvin kenapa kamu matiin telfon nya" gumam keyla memukul setir mobilnya.


Keyla berhenti di sebuah mini market untuk membeli minuman ia merasa sangat lelah harus berkeliling mencari dalvin sendiri si malam hari namun tak kunjung menemukan nya.


" kemana aku harus cari dalvin" ucap keyla menyandarkan kepalanya di atas setir bulat mobilnya.


Tak lama sosok pria keluar dari supermarket itu dengan topi dan jeket yang menutup seluruh tubuh nya. Ia terus menatap detail wajah pria itu sebelum ia memanggil nya. Ia takut jika dia akan salah memanggil orang.


"Apa itu dalvin" ucap keyla terus memandang pria itu dari dalam mobil nya.


pria itu sudah masuk ke dalam mobil baru ia sadar jika itu benar dalvin. Ia bergegas keluar dari mobil nya dan beranjak pergi mengejar mobil dalvin.


" dalvin" teriak keyla .


Namun mobil dalvin sudah semakin mena


jauh ia tidak mendengar teriakan keyla.


Ia bergegas masuk ke dalam mobil mencoba mengejar mobil dalvin sebelum ia ketinggalan jejak mobil nya semakin jauh.


" aku harus mengikuti dalvin" ucap keyla ia menjalnkan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa mencapai jarak dekat dengan mobil dalvin.


Dalvin merasa curiga oada mobil di belakang nya yang selalu mengikuti dia. Ia tahu jika itu adalah mobil keyla. Ia semakin menambah kecepatan mobil nya dan masuk ke dalam gedung tua yang sangat gelap ia mematikan mobilnya dan berdiam diri sejenak dalam gedung itu.


Di sisi lain keyla merasa sudah kehilangan jejak dalvin, entah kemana mobil dalvin pergi. Ia berhenti tepat di depan gedung tua yang terlihat sangat gelap tanpa oenerangan sama sekali.


" kemana dia pergi kenapa cepat banget mobil itu ngilang nya" ucap keyla memutar matanya menatap sekeliling ia berhenti.


Tidak nampak tanda tanda ada dalvin di sana. Suasana gedung yang terlihat sangat gelap dan seram. Membuat ia merasa ketakutan dan beranjak pergi daei tempat itu.


Dalvin yang merasa keyla sudha meninggalkan gedung itu ia menyalakan lampu mobilnga kembali melihat apa benar keyla sudah pergi. Merasa sudah aman dalvin melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari dalam gedung kosong itu sebelum keyla menemukan dia lagi.


Ia sudah tidak mau berurusan dengan keyla lagi. Ia hanya membantu nya dari jauh, karena dalvin merasa kecawa dengan pilihan keyla ia memutuskan untuk tidak menghubungi keyla atau mengganggu nya lagi.