My First Love

My First Love
91. aura ibu hamil



lelaki itu adalah david yeah dia david yang sering di sapa dav oleh dian. lelaki yang pernah bekerja sekantor dengan dian saat masih menjadi sebagai staf kantor milik alvin. david adlah lelaki yang sangat tergila-gila dengan dian sejak dulu, tetapi dian hanya menganggap nya sebagai seorang teman biasa layak nya teman kantor pada umum nya.


(orang dian sukak nya sama alvin sejak masih menjadi remanja cilik kog, cinta pertama dan terakir pula.. hehehe)


.


.


"kamu??", dian menatap wajah wanita yang ada di depan nya dengan alvin saat ini. seketika hormon kehamilan dian bekerja dengan sangat cepat saat itu. entah kenapa kuping nya sangat panas kali ini mendengar apa yang keluar dari mulut gadis itu.


"ehh kamu ternyata, aku pikir siapa", kata wanita itu berpura-pura tak mengenai dian, padahal sejak tadi ia memantau pasutri itu (pasangan suami istri)


"tolong di skip yah kata-kata memuji SUAMI saya", dian sengaja menekan kata suami saat ini. mungkin agar wanita didepan nya ini bisa tersadar dengan kata suami yang ia tekan kan.


"oooopsss, maaf. mulut saya suka tidak terkontrol kalau lagi liat yang mateng kayak alvin.. eh maaf, suami kamu maksud saya", wanita itu sambil menatap malas ke arah dian.


"kamu lagi hamil?", dian bertanya pada wanita didepan nya saat ini, dan yang terjadi wanita di depan nya ini tersentak karena ketahuan lagi berbadan dua.


"ka..ka..kamu ta..tahhu apa?", wanita itu gelagapan saking gugup nya, ia bahkan sontak menutup perut nya dengan kedua telapak tangan.


dian yang melihat reaksi nya tersenyum sumringah saat melihat wanita di depan nya seolah tertangkap basah saat ini.


"wahh selamet yah misel, kamu akhir nya punya suami yang bertanggung jawab akhir nya,. kamu harus menjaga perasaan suami kamu loh, awas dia bakal marah kalau kamu muji-muji saya. kayak saya kalau istri saya muji lelaki lain, saya cemburu. dan itu hanya berlaku bagi ISTRI saya, oh yah, suami kamu mana? kog gak bareng makan nya??", alvin akhir nya membuka suara setelah mendengar perdebatan antara istri nya dengan si misel, wanita yang pernah menjadi mantan kekasih nya dulu.


"a..aku gak lagi hamil kog vin, dia ngomong gak benar, apa bukti nya jika gue hamil hah?", dian menjawab lembut pada alvin lalu berbalik bertanya pada dian dengan sangar nya.


"hahaha, waow... aura kehamilan kamu sungguh nampak misel,. bumil itu gak bisa menyembunyikan kehamilan nya. kamu tau kenapa?? yah aura seorang bumil memang beda.. sangat berbeda. kayak aku ini.. begitupun kamu. kamu bakal ngerti kog maksud aku", jawab dian santai sambil bergelayut manja di lengan sang suami, membuat misel semakin dongkol pada pasangan suami istri itu.


"wahhh ternyata dian tau kalau misel hamil, apa dia tau misel itu hamil anak ku?? s**l", gumam dav dari tempat nya.


"oh yah,sayang ku, aku pengen pulang di gendong sampe mobil", rengek dian manja yang di buat-buat pada sang suami.


suami yang peka terhadap wanita, tentu saja alvin mengindahkan permintaan sang istri. apapun yang istri nya inginkan, akan di turuti alvin.


"baiklah tuan putri ku sayang, cup", alvin mencium sekilas bi*bir ranum sang istri didepan misel yang masih sangat dongkol kepada kedua nya.


"ahhh si*al", misel menyentakkan kaki nya dongkol.


"kamu sangat lemah pe*l*cur", sindir david saat berada di samping misel.


"david tunggu", misel menghentikan langkah kaki david saat berada di tempat parkiran mobil.


david juga terlahir dari golongan berdarah biru alias darah sultan yah gaes.. hanya karena ingin mengejar cinta nya, ia rela meninggalkan segala nya demi seorang dian. namun sayang nya, dian kini telah menjadi cinta dari lelaki miliader seperti alvin.


"kamu sungguh tidak ingin mengakui ku sebagai istri kamu? tidak kah kamu berniat melepaskan cinta mu dan belajar untuk menerima ku sebagai istri mu?", kata misel dengan nada bergetar


"hahahaha.....! mimpi kamu, kamu itu cuma seorang pe*l*cur murahan..", jawab david tertawa mengejek sebelum akhir nya ia benar-benar pergi meninggalkan wanita malang yang sedang mengandung anak nya itu.


"kamu akan menyesal di kemudian hari, saat kamu menyadari nya, semua akan terasa sangat terlambat bagi mu dav, aku akan membesarkan anak ini tanpa kamu sebagai ayah nya, meskipun kau membenci ku, bukan berarti kamu sesuka nya menghina ku,. aku benar-benar masi sangat suci saat itu, namun kebencian mu terhadap ku sangat membutakan hati dan pikiran mu", kata kata misel sangat bersungguh sungguh dan semua kata kata nya masih sangat terdengar jelas di telinga david. namun meskipun ia mendengarkan nya, dav tetap melangkah pergi meninggalkan misel seorang diri.


tanpa terasa air mata misel tertumpah tanpa henti, ia berkali kali mengelus perut nya yang masih sangat datar.


"maafkan aku dian, aku tak ada niat memisahkan kamu dari alvin. aku hanya ingin membuktikan pada dav bahwa aku sangat mencintai nya dengan menuruti apa mau nya. namun entah kenapa saat aku berbicara pada mu dan alvin, aku sangat dongkol melirik dav yang teduh saat melihat wajah mu dari kejauhan,.", misel menangis sesegukan di tengah kata kata nya.


di tempat lain alvin dan dian tengah berbaring di tempat tidur sambil berpelukan satu sama lain.


"sayang, kamu kog ngatain si misel hamil? emang dia beneran hamil?", alvin bertannya pada dian.


"hem kog nanya si misel sih yang?", dian sangat cembrut kali ini,ia melonggar kan pelukan nya dari sang suami namun alvin dengan cepat menahan nya.


"loh kog ngambek?", alvin lalu menarik hidung sang istri gemes


"emang dia lagi hamil yang, beberapa bulan lalu aku melihat nya di rumah sakit saat tengah keluar dari ruangan dokter kandungan dan dia gak sengaja menyenggol aku, aku lihat kog lembaran usg nya", jawab dian mengingat kembali memori nya saat itu.


"oh ya,dan tadi perut nya udah sangat kelihatan banget. apa mungkin dia bersama seseorang tadi disana?", dian kembali bertanya pada sang suami.


"kog nanya aku?", alvin mengerutkan kening nya.


"yah aku liat ekor mata nya gak fokus ke kita yang, dia lagi melirik seseorang, mungkin kah itu suami nya? atau?", kata dian sambil bertanya pada diri nya sendiri tepat nya sih.


"sudahlah sayang, gak usah di pikirin, itukan urusan nya, bukan urusan kita. oke?", alvin menghentikan sang istri saat mencoba untuk menerka nerka lagi lebih jauh.


.


.


.


hay guys, terimakasih masih setia menunggu ya... jangan lupa untuk vote novel ku dan like yah... juga share ke teman mu yuk..!!


trimakasih and god bless you all 🥰😇