
sepulang nya riki, dian dan alvin masih berada di dalam kamar yang sama seperti tadi.
"yang,, jangan cemburu yah sama kak riki, aku hanya menganggap nya sebagai kakak ku aja, gak lebih, dan gak mungkin aku mengabaikan mu, aku mencintaimu tulus", dian kini mengakui perasaannnya pada sang suami.b
alvin yang mendengar pengakuan sang istri akhir nya berbunga bunga tak karuan. sebisa mungkin ia menahan gejolak yang aneh di dalam diri nya.
gejolak yang ia mengerti mengarah kemana dann pada siapa.
"sayang... suami mana yang tidak cemburu melihat sang istri tersenyum pada lelaki lain? aku ini lelaki normal sayang, bahkan mungkin saja si riki itu pengen nya lebih sama kamu, dengan sebuah senyuman aja bisa membuat hati lelaki luluh yang, apa lagi itu senyuman mu.. astaga...aku bisa gila lama-lama yang",
alvin menjelaskan panjang kali lebar tentang keputusan sang istri
"sayang, aku memilih menikah dengannmu itu adalah sebuah keputusan yang terbesar dalam hidup ku, dimana aku harus siap akan kehilangan waktu bebas ku bersama sahabat, teman dan semua orang yang aku cintai, hingga akhir nya aku menjadi bagian dari hidup mu,.
keputusan yang kubuat sehari akan menmbawa ku dlalam sebuhah ikatan pernikahan, dimana aku berjanji pada tuhan untuk menjadi pendamping hidup mu hingga akhir hayat ku. apa yang sudah di perstukna oleh Tuhan tak dapat di pisahkan oleh manusia, sekalipun itu kak riki. maka bangunlah kepercayanan antara kita berdua sayang, percayalah kita akan membawa hubungannini hingga maut memisakan", dian menjelaskan apa yang memang seharus nya.
alvin merangkul sang istri dan mengelus-eluskan punggung dian
"terimakasih sudah mau menjadi istri ku, aku kan menjaga mu hingga akhir hidup ku, aku janji",
kedua pasangan itu hanyut dalam pelukan dan makin mempererat pelukan itu.
.
.
.
hari pun kian larut, dian dan alvin berada di kediaman pak albert dan bu shinta.
"pah.. mereka kog kayak nya gak ada perubahan sesikit pun pak?", bisik bu sinta yang melirik pada alvin dan dian di seberang meja makan.
sedangkan dian dan alvin masih asik saling dengan makanan nya, smambil sesekali dian mengambil lauk kesukanan alvin, yaitu tempe goreng kecap manis.
"mkaksud mama gimana?", pak albert bertanya sambil menoleh kearah sang istri pencipta gosip heheh.
"ahh papa gak ngerti amat sih, mereka belum ciwiciwi pakkk astaga papa ini gimana sih kayak gak pernah muda aja", omel bu sinta pada sang suami masi setengah berbisik.
alvin yang mengerti dengan kelakuan papa dan mama nya memilih untuk bodoh amat.
setelah urusan kampung tengah terpenuhi, dian dan alvin beserta pak alber juga bu shinta menuju rungan keluarga untuk mengobrol santai disana.
"bi.. tiling bawahkan buah kedepannyah", pintah bu sinta pada seorang asisten rumah tangga nya.
"baik nyonya", jawab sang asisten llalu menuju dapur menyiapkan buah yang di minta nyonya rumah.
alvin mengambil alih buah dari tangan sang istri untuk di kupas nya lalu memotong dadu buah apel yang telah ia kupas dan merapihkan nya di di sebuah piring untuk di suaapi pda sang istri.
"yang biar aku sendiri aja deh", dian menolak untuk di supapi sang suami.
"gak usah malu-malu dian, jarang loh dapet suami perhatian dan baik seperti suami mu itu", ledek bu sinta
dian yang mendengar perkataan bu sinta hanya tersenyum kikuk mendapat perlkakuan manis seperti itu dari sang suami.
"dan gak pernah loh dia nyuapin wanita kecuali aku", suara sumbang pun muncul di balik pintu masuk ruangan keluarga, ternyata ivan
ivan berjalan menuju kursi yang diduduki pak albert dan bu sinta.
"eh, ada nyamuk dateng", jawab alvin datar
"biarin..", jawab ivan lalu memisahkan pak albert dan bu shinta yang duduk seperti pasangan baru menikah itu dan duduk di tengah kedua nya sambil membuka mulut menunggu suapan buah dari sang ibu sinta.
"gak mau gue, lagian mami sinta kan nyokap gua juga, emang lo doang?, enak aja lo", protes ivan.
"serah lo deh", alvin akir nya pasrah juga.
"vin, nak dian, kapan kaliann pergi berbulan madu?", pak albert akir nya bersuara setelah kedua putra nya berdebat.
"ah benar tuh pah, kapan vin? mama udah pengen nimang cucu loh nak", timpal bunsinta.
"ia, gua juga pengen jalan jalan sama ponakan gua", seru ivan tak klalah heboh. .
"ehh diem lo", alvin kesal dengan kelakukan ivan yang ikut ikutan, padahal ia tau betapa tersiksa nya alvin selama ini masih belum bisa belah duren 🤣🤣
dian terlihat salah tingkah saat mendengar permintaan sang mertua nya.
"apa papa aja nih yang milih tempat nya dimana vin?", pak albert kemblali bertannya.
"ahh gak usah repot-repot pah, udah alvin pikirkan, lusa kita akan berangkat kesana, ia kan sayang?", jawab alvin sambil merangkul pinggul sang istri.
dian yang tak biasa di perlakukan manis didepan kedua mertua nya hanya bisa menganggukan keplala nya secepat kilat dan berulang kali
"dimana tempatnnya vin?", bu shinta sangat penasaran dengan tempat pilihan sang putra tunggal nya itu. jelas saja alvin hanyalah putra tunggal dari rahim nya, sedangkan ivnan adalah anak saudara nya yang telhah meninggal karena sebuah kecelakaan penerbangan beberpa tahun silam.
namun ia menganggap kedua nya seperti putra nya sendiri tanpa ada nya perbedaan sedikitpun.
"ada deh ma, nanti kalu udah mau jalan baru aku kasih tau dimana tempat nya", jawab alvin percaya diri tanpa ia diskusikan dengan dian.
"yah udah, mma tanya sama dian aja", jawab mma sinta, namun belum sempat bunsinta bertanya dian pun berkata
"ma, aku juga gak tau di mana tempat nya", dian menrasa bersalah pada sang mertua karena ia sendiri pun tidak memikirkan tempat bulan madu nya
bagi nya bersama dengan suami tercinta nya setiap waktu adalah cukup.
"astaga", keluh mama sinta sambil kembali menyandar dengan lemah ke sandaran kursi.
"lo jahat banget gak ngasih tau sama mm dan papa sekarang", omel ivan
"enak aja, suka-sukak gue lah, yang honey month kita, kog malah kalian sih yang repot-repot buat ngurus", omel alvin lagi
"okey, baiklah, kalau gitu kalian nginap disini sampai kalian berangkat untuk honey month itu", tegas bu shinta pada kedua nya.
"cukup mlalem ini aja lah ma, besokan kami harus ngurusin persipan yang akan di bawah selama sebulan", jawab alvin.
"gak ada sebulan sebulan aja honey munth nya, harus 3 bulan, titik", jawab bu shinta tegas.
"whatt?????", teriak alvin dan dian bersaman
.
.
.
hah guys terimkasih atas dukungan nya, mohon si vote novel nya yah...
dan terimakasih
God Bless 🥰😇