My First Love

My First Love
Cinta yang membingungkan



Di keluarga besar Cia. Semua sudah berkumpul, dari beberapa tetangga dan teman Cia, dan yang lainnya teman Joy juga banyak yang datang. Di hari bahagia ini semua sudah berkumpul termasuk kakek dan nenek mereka, yang baru pulang dari Sydney.


Hari ini adalah hari ulang tahun Cia yang ke tujuh belas, Dan di hari ini Cia berharap memberikan kue ulang tahunya untuk orang yang spesial dalam hatinya. Dan tapi orang itu tidak ada di di sampingnya.


David.. Kamu pergi kemana? Kenapa kamu tidak memberiku kabar dari tadi?


Cia merasa sangat cemas, ia tak berhenti menghentakkan kakinya, menatap ke kanan dan ke kiri untuk menunggu kedatangan David. Tangannya terus memegang ponselnya, dnegan jemari tangan yang tak berhenti bergerak, ia bahkan hampir setiap detik menatap ponselnya, menunggu balasan pesan yang ia kirim untuk David.


Hampir dua jam tidak ada jawaban darinya. Bahkan sudah puluhan kali di menempol, tidak kunjung di angkat olehnya. Rasa cemas mulai membuat Cia, tak konsen menyapa teman-tekannya yang sudah datang ke pesta ulang tahunnya.


"Cia, kenapa kamu di dalam. Ayi masuk." ucap teman satu kelasnya.


"Kita bicara di dalam," sambung teman lainnya.


"Sekalian pacar kamu, kenalin ke kita-kita, Ya gak, dit." saut, temannya yang lain.


"Kalian masih dulu, ya. Aku lagi nunggu seseorang. Nikmati saja makanan di dalam, nanti aku nyusul kalian." gumam Cia, yang terlihat masih sangat khawatir.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Keyla, berjalan ringan mendekati anaknya yangvterlihat sangat cemas.


"Maa!!" Cia, memeluk mamanya.


"Ada apa syang!!" Keyla, mengusap rambut Cia, lembut. Mendekat erat tubyh anaknya itu.


"David!!"


"Kenapa dengan David?"


"Dia tidak bisa di hubungi ma, aku sudah telepon. kirim pesan tapi belum juga ada jawaban." Cia, melepaskan pelukannya.


"Sudah jangan sedih, lagian ini peata kamu syang. Kamu hatus tersenyum, menyambut tamu kamu." Keyla, mencoba menenangkan hati anaknya itu.


"Iya ma, tapi..."


"Aku tahu, kamu pasti memikirkan David Mungkin dia legi pergi, untuk cari sesuatu buat kamu. Dan aman yakin dia gak akan pergi dengan wanita lain sayang. Jadi jangan terlalu khawatir ya" jelas Keyla. merangkul tubuh anaknya itu.


"Sekrang ayo masuk, pesta kamu akan segera di mulai. Ayo pergi!! Kasihan apra tamu sudha lama menunggu." ucap Keyla, memapah tubuh anaknya itu, untuk masuk ke dalam.


"Cia, kamu di sini. Aku mencari kamu dari tadi. Oya, nanti setelah pesta boleh aku ajak kamu keluar. Sebelum kita berpisah sebagai sahabat nanti, aku ingin menghibur kamu, supanya di hari kamu yang sangat cantik ini, jangan cemberut terus. ucap Miko, mencubit pipi menggemaakan Cia.


"Tante, biarkan aku dengan Cia sebentar boleh."


"Iya boleh!!" jawab Keyla. "Kanu jaga Cia ya, tante mau masuk je dalam. Sekalian bujuk dia, agar dia mau masuk." lanjutnya.


."Baik, tante!" ucap Miko antusias.


Keyla beranjak pergi meninggalkan Miko dan Cia.


"Kamu ngapain di sini? Ayo cepat masuk, ada banyak hal yang harus kamu lakukan sekarang. Jangan bikin orang tua kamu kecewa, mereka sudah menyiapkan pesta ulang tahun untuk kamu. Tapi kamu malah bersedih seperti ini. Tanpa perduli semua tamu yang hadir," ucap Miko, menunjuk ke arah pintu, masuk, yang terlihat banyak teman Cia yang sudah hadir dan menantikan pesta yang akan di mulai.


Cia menatap teman-temannya, ia merasa bersalah. Melihat kebahagiaan mereka telah menyempatkan diri mereka untuk datang. Sebagai tanda perpisahan juga, dan lagian ini kenangan terakhirnya bersama dengan teman-temannya di indonesia.


Cia menarik napasnya, dengan langkah seakan terasa sangat berat, ia berjalan masuk dalam lebih dulu, meninggalkan Miko.


------


"David, kenapa kamu belum juga pulang!!" ucap Cia, dengan jemari tangan terliaht sudah mulai gemetar.


Miko yang melihat Cia sangat cemas, ia memegang bahunya, "Jangan khawatir, ini pesta kamu. harusnya kamu bahagia, kenapa kamu malah muram seperti ini." jelas Miko, sok bijak.


"Tapi..."


Miko menutup bibir Cia, "Sudah, sekarang kamu nikmati pestanya. Sekarang waktunya kamu potong kue, lakukanlah! Jangan bikin kecewa orang tua kamu," nasihat Miko. Orang tua mereka yang melihatnya hanya diam, mereka tahu jika Cia sahabat dengan Miko sejak lama. Tapi yang bikin orang tuanya heran, rasa cinta Miko tumbuh pada Alana. Tapi kenapa sekarang berbalik Arah, terlihat sangat perduli dengan Cia.


"Ayo, Cia sekarang kamu potong kuenya. Dan kue pertama berikan pada orang yang paling spesial dalam hidup kamu." ucap pembawa acara.


Cia dengan tangan yang sudah mulai gemetar, ia memegang pisau kuenya. Dan mulai memotong pelahan kuenya.


"Kue pertama aku, ku berikan pada orang tua aku. Bagi aku merekalah, yang spesial dalam hidup aku."


Cia memutar matanya, tak melihat Joy di acara itu.


"Di mana Joy, kenapa mereka bertiga tidak ada secara bersamaan."


"Amerta, apa David menghubungimu?" tanya Cia, dengan wajah yang sudah sangat cemas.


"Cia, di mana David? Apa kamu sudah menghubunginya?".tanya Sheila.


Cia terdiam, dengan tangan begetar memegang ponselnya. "Aku gak tahu, Ma, Tante. Dia belum juga ketemu.' ucap Cia, menundukkan kepalanya pelan.


Miko menggenggam tangan Cia, mencengkramnya sangat hangat, merasa sudah terlihat lega, dia baru bicara lagi.


Miko kenapa di saat seperti ini, kamu sangat hangat padaku. Terima kasih Mik, tapi aku gak boleh suka dengan kamu. Karena kamu adalah pacar adik aku.


"Cia, jangan khawatir ya, meski soal pengumuman tidak jadi. Kamu hak marah kan?" tanya Sheila, merasa sangat malu, karena dia yang jodohkan mereka hadapi, sekarang kenyataannya berubah.


-------


Di sisi lain Alana masih duduk di samping dengan David, menatap ke depan merenungkan masalah mereka masing-masing.


"Vid!! Apa yang kamu lakukan ini, apa tidak melukai kakakku?" tanya Alana memberanikan dirinya.


"Bukan urusan kamu, kamu diam saja. Dan pikirkan masalah kamu sendiri. Itu masalah aku, dan bukan urusan kamu." jawab dingin, David. Ia memang sudah merencanakan sejak awal, karena dia tidak suka di atur.


Alana yang merasa sangat malu bertanya seperti itu. Ia beranjak berdiri. Namun belum berdiri sempirna, kakinya terkekilir.


Aw---" Alana jatuh tepat di tubuh David yang duduk, membuat mereka jatuh tersungkur ke pasir pantai.


Joy yang semula tahu tentang mereka, melihat dari kejahuan. Ia hanya diam, dan mengepalkan tangannya. Dengan wajah sudah mulai muram. "Di saat seperti ini dua pasangan tertukar. Dan mereka saling romantis satu sama lain" pikir Joy. Yang langsung beranjak pergi, dia juga sudah memutuskan akan menikahi Amera nanti setelah dia benar-benar siap.


"Apa kamu mau terus di atasku?" tanya David, menarik ke dua alisnya ke atas, dengan tatapan menggoda.


"Eh... Maaf, aku gak sengaja. Aku mau pergi dulu," ucap Alana, bergegas berdiri.


David yang perlahan tertarik dengan polosnya Alana, ia memegang tangan Alana, mencegahnya pergi. "Kamu mau kemana?" tanya David.


"Itu bukan urusan kamu," guman Alana.


"Kamu mau merasakan desrian omba di kaki kamu gak?" tanya David.


"Gak mau!!" ucap tegas Alana.


"Dari pada kamu terus bersedih di sini. Lebih baik kamu ikut aku sekarang," ucap David, beranjak berdiri, ia mengulurkan tangannya, ke depan Alana.


"Gak usah sok perhatian, aku bisa menghibur diri aku sendiri. Jadi jangan ikut campur sekarang." ucap Alana.


"Baiklah, terserah kamu. Tapi lebih bbaik kamu sekarang pulang, kamu akan melihat pertunjukan bagus nantinya. Sebagai hiburan kamu, jika kamu masih merasa terpukul datanglah lagi." gumam David.


Apa sepertinya memang aku harus pergi sekarang. Aku ingin lihat pertunjukan apa yang akan di bilang David.


Alana mengambil sepedanya, dan segera mengayunkan sepedanya sekuat mungkin, ia mengayun lebih cepat dan cepat. Ia karena rasa penasaran, ia tidak mau ketinggalan.


----------


"Cia, kamu jangan khawatir lagi ya. Aku akan buat kamu tenang," ucap Miko, memegang ke dua bahu Cia. Membuat gadis itu semakin berdebar hebat, ia merasa lebih nyaman lagi denan cinta pertamanya.


Miko meraih kotak yang ia hadiahkan pada Cia di tangan gadis ifu, dan segera membukanya, lalu memasangkan jam tangan itu di tangan Cia di depan semua orang. Miko mengecup tangan sahabatnya itu, seketika membuat semua tamu heboh.


"Miko? Jadi ini yang kamu lakukan? Jadi kamu suka dengan Cia? Tapi kenapa kamu selama ini mengejarkau, jika hanya untuk menyakiti aku, dan kenapa kamu datang di kehidupanku." gumam Alana, menatap mereka dari luar ointu, ia tidak mau masuk ke dalam. Karena mungkin akan membuat suasana jadi berbeda nantinya.


Puk!


Joy menepuk bahu Alana, dan seketika di balas dengan pelukan hangat Alana, dengan beberapa terasa air mata yang keluar dari matanya. Alan tak sadar jika itu adalah Joy, ia mengira jika itu adalah orang lain.


"Jangan sedih, lebih bak kamu tahu sekarang. Dari pada kamu menyesal nantinya." ucap Joy, seketika membuat Alana melepaskan pelukannya.


"Alana!!" panggil Miko, berlari keluar daei pesta, saat melihat Alana, tanpa perdulikan Cia lagi. Alana yang sangat malu, ia berlari pergi menjauh dari rumahnya, menatap tajam ke arah Joy. Seakan masih tersisa amarah yang terpendam untuknya.


"Alana!! Aku bisa jelaskan, aku menyiapkan semuanya karema kamu taju dia sahabay aku sangat lama. Kamu jangan cemburu ya, ku juga sudah menyiapkan hadiah buat kamu, untuk menemani kamu pergi besok." ucap Miko.


Alana sudah memberi tahu Miko jika dia akan pergi neaok, dan Miko mengijinkannya. Karena dia juga akan pergi, mengurus semuanya. Dan soal nilai nanti semua di urus oleh orang tuanya.


"Aku juga besok akan pergi, tapi tujuan kita berbeda. Aku harap kamu tetap bahagia, jangan lupakan aku. Jangan buang kalung yang aku berikan, dan aku juga sudah membawakan kamu sesuatu. Aku tinggal di laci kamar kamu," ucap Miko.


"Aku kira kamu juga menyukai Cia." ucap Alana lirih.


"Tidak!! Aku mungkin sempat terbesit menganggumi dia, tapi aku gak suka dengannya. Sekarang aku hanya ingin memberikan sebuah kenangan untuk teman baik aku, karena aku akan pergi besok." ucap Miko, memegang ke dua tangan Alan, mencium punggung tangannya lembut.


"Tadi Cia sempat curiga jika barang-barang kamu tidak ada, dan dia merasa sangat khawatir. Apa lagi David juga tidak ada, dia juga tambah khawatir. Aku berusaha untuk menyenangkan dia. Jangan salah paham denganku ya." jelas Miko lagi.


"Iya, aku percaya denganmu. Sekarang kamu pulanglah, ku ingin ajak kamu keluar nanti, aku tunggu di depan rumah aku. Jam tujuh malam, ita keluar menikmati udara malam. Karena ini akan menjadi malam terkahir kita asa di indonesia." ucap Alana, menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman tipis di bibirnya.


"Siap syang!!" Miko, mencubit pipi Alana, dan beranjak pergi, ia tak berhenti melambaikan tangannya, sembari terus memberi kiss jauh untuknya.


Apa ini yang di namakan Cinta beneran. benar-benar aneh perasaan ini. Dan apa maksud David tadi, apa dia merasa terpukul soal itu. Tapi gak mungkin dia sudah keluar rumah dari tadi pagi. Dan dia sepertinya memang sengaja tidak mau di jodohkan. Emm. Apa dia mau menunjukan soal Joy dan Amera.