
"Tapi aku malu kak" Ucap Alana menunduk.
"Sudahlah, lagian juga bukan urusan mereka. Dan kita juga temenan jadi kenaoa mereka yang repot. Iya gak!" ucap Miko.
"Iya juga sih kak"Jawab Alana.
Joy datang dan tiba-tiba mendorong tubuh Miko menjauh dari Alana. "Jangan sentuh dia"ucap Joy dengan wajah sudah mulai mengobarkan emosinya.
"Emangnya kenapa, aku hanya bantu dia kenapa kamu sewot"ucap Miko menantang. dengan ke dua tangan membersihkan bajunya bekas sentuhan tangan Joy di dadanya. padahal sih memang tak kotor bajunya. tapi ia merasa jijik jika di sentuh oleh Joy.
"Alana gak pantas dapat cowok playboy seperti kamu. masih banyak cowok di luar sana yang baik dan lebih dari pada kamu. dan aku gak suka kamu dekat-dekat dengannya"Bentak Joy, yang mulai mencari gara-gara lagi dengan Miko. Ia mencengkram erat kerah baju Miko dan menatapnya tajam.
semua anak berkumpul melihat mereka bahkan seperti totonan gulat saja. di kerubungi banyak penggemar dari masing-masing kubu. ada anak yang bersorak mendukung Miko dari kalangan laki-laki dan perempuan. Dan tak kalah meriah juga dari pendukung Joy dari kalangan wanita juga, dan beberapa teman lelaki Joy.
"Ayo Joy.."
"Miko..Miko..Miko"
"Joy..Joy..Joy.."
"Miko.."
Semua pendukung semakin banyak, hingga Alana tergeser ke dorong ke belakang. Seakan pertandingan gulat akan segera di mulai.
"Emangnya kenapa kalau aku suka Alana"ucap Miko.
Joy spontan memukul Miko, dan di balas Miko dengan pukulan. Bahkan mereka saling memukul satu sama lain.
suara oenonton semakin riuh membuat hebis seisi sekolahan
Alana yang tergeser ke belakang, ia menerobos masuk ke dalam kerumunan.
"Udah berhenti"Teriak Alana. membuat pertandingan gulat itu berhenti. Bahkan semua sorakan juga ikut berhenti.
Tak alam seorang guru BK datang membawa penggaris kayu di pukul-pukulkan pelan ke tangannya. dan kumis serta mata tajamnya membuat semua anak yang semua berkumpul berlari terbirit-birit melihat wajah menyeramkan guru BK itu.
"Ada apa ini" Ucap guru BK itu dengan suara kerasnya.
"bukkk..bukk.."Guru Killer itu memukul ke pantat Joy Dan Miko.
mereka hanya diam meringis kesakitan, dan tak bisa berkutik di depan guru itu. "Apa yang kalian lakukan, ini sekolahan, bukan tempat untuk bertanding gulat. Sekarang kalian bertiga berdiri di tiang bendera. dan kamu anak Akselesari tapi kamu yang membuat pertengkaran ini kan. Kamu juga di hukum"
"Apa pak?" tanya Alana memastikan.
"Pak..pak.. jangan hukum Alana. biar saya saja yang gantikan hukuman dia. Dia baru saja pulang dari rumah sakit pak"ucap Miko memohon pada guru BK itu.
"Aku saja pak, saya yang gantikan hukuman Alana."Sambung Joy.
"Baiklah kalian berdua saja di hukum berdiri di lapangan sampi 4 jam dan setelah itu bersihkan semua toilet di sekolah. dan ambil semua sampah di halaman sekolah juga"
"Apaa"Jawab Miko dan Joy kompak dengan mulut menganga gak percaya semua itu di kerjakan berdua.
"Apa kalian menolak, kalau menolak panggil orang gua kalian ke sini"Ucap guru BK itu.
"Gak,gak pak.. saya bersedia"Ucap Miko dan Joy kompak. Meraka sama-sama takut jika orang tua mereka tahu, jika mereka berkelahir.
"Kamu segera masuk ke kelas"pinta guru itu pada Alana.
"Baik pak"Alana menunduk, menatap sekilas ke arah Miko dan Joy lalu berlari pergi menuju ke kelasnya yang lumayan jauh.
Joy dan Miko langsung berdiri di tengah lapangan dengan memandang tiang bendera. mendongakkan kepalanya ke atas.
"Kenapa aku, ini gara-gara kamu, kalau kamu gak deketin Alana pasti aku gak akan melakukan itu padamu"ucap Joy.
"Emang apa urusannya denganmu jika aku dekat Alana, dia hanya adik kamu bukan pacar kamu kenapa kamu larang-larang aku"ucap Miko.
"Iya karena dia adik aku, jadi sebagai kakak aku berhak larang adik aku. Dia boleh dekat siapapun kecuali kamu."ucap Joy menjelaskan.
"Emangnya kenapa, apa gara-gara mantan aku itu, kamu benci sama aku, tenang saja aku sudah gak suka dengannya lagian dia gak ada menariknya sama sekali. bukan tipe aku."ucap Miko. "Dan dia juga belum aku sentuh sama sekali."Bisik Miko pada Joy.
"Aku gak perduli soal dia. Meskipun dia itu mantan kamu dan belum pernah kamu sentuh sama sekali. Tapi itu sama saja dia juga bekas kamu."Ucap Joy.
"Dia gak ada menariknya di mata kamu, apalagi denganku, dia tak ada apa-apanya. ia benar-benar membosankan tak ada yang menarik sama sekali darinya. lebih cantikan juga Alana adikku dari pada dia."Ucap Joy yang memang merasa jijik dengan mantan Miko itu. Dia selalu berusaha deketin Joy, padahal sudah berkali-kali di tolak tetep sjaa deketin Joy lagi. benar-benar gak punya malu.
"Nah itu kamu juga tahu, adik kamu memang cantik, polosan saja dia juga cantik apalagi kalau di poles make up sedikit pasti lebih cantik. dan dia juga pintar gak pernah pacaran dan sifat cueknya itu bikin aku kangen terus. kita sama-sama cowok pasti kamu tahu perasaanku. Gimana kita berjuang mendapatkan seseorang yang kita cintai. dan apalagi gak ada kepastian dari wanita itu."ucap Miko.
Joy terdiam, ia tahu sebenarnya apa yang Miko rasakan. perjuangan yang tak begitu di anggap. apalagi hanya di anggap sebagai kakak tak lebih. perhatian dan kasih sayang yang tulus, di balas dengan sifatnya yang cuek seolah acuh dengan semuanya.
"Eh.. kalia ngapain"ucap Cia menghampiri Miko dan Joy.
"Dia tu cari gara-gara jadinya aku di hukum sama guru BK killer itu. Apalagi suruh bersihin sampah juga, an bersihin toilet. bisa satu hari penuh gak ikut pelajaran gara-gara kena hukuman. benar-benar sial banget aku hari ini jika di samping Joy.
"Kenapa kamu terus nyalahin aku"ucap Joy mengelak.
"Yang mukul aku duluan siapa, kamu kan?" ucap Miko.
"Iya" jawabnya lirih.
"kamu nih suka sekali cari gara-gara sih, kenapa gak mikir nantinya bagaimana. sekarang ini yang kalian dapat. nikmati saja hukumannya. semoga kalian senang dan menikmatinya."gumam cia. "Dan ini aku bawakan 2 minuman buwat kalian"ucap Cia mengulurkan 2 botol minuman dingin.
Ia tahu jika Joy dan Miko pasti haus apalagi masih pagi gini tapi sudah panas. Dan keringat mereka bahkan sudah bercucuran membasahi baju mereka.
"aku balik ke kelas dulu, kalian nikmati saja ya"ucap Cia berlari pergi ke kelas.
Bel istirahat berbunyi Miko dan joy sibuk membersihkan sampah di halaman sekolah.
"Kak"Sapa Alana pada Mereka.
"Aku bawakan makanan dan minuman buwat kalian"Alana menyodorkan 2 kotak makanan dan minuman ke arah mereka.
Miko segera meraih makanan itu, "Ini buwat aku" tanya Miko antusias
"Baiklah aku akan makan habis"ucap Miko.
Alana hanya tersenyum dan menghampiri Joy yang masih jongkok membersihkan sampah. "Kak cuci tangan terus makan dulu, kamu pasti lapar dan haus kan?" ucap Alana.
Joy terdiam dan bernajak berdiri meriah kotak makanan itu.
"Ya sudah aku pergi dulu ya,aku banyak tugas gak bisa temani kalian makan"ucap Alana beranjak pergi.
Joy dan miko segera makan dengan lahapnya. kini mereka hanya diam tanpa banyak pertengkaran lagi. dan mereka bergegas menuju kamar mandi. tugas terakhir dari guru nyeselin itu. mereka lakukan dengan antusias tanpa banyak bicara.
"Ah... akhirnya selesai juga"gumam Joy.
"Kau capek"ucap Miko.
"Gak kamu aja, aku Juga capek"ucap Joy.
mereka berjalan keluar, meski pelajaran belum selesai. Mereka tidak menuju ke kelas. bahkan langkah mereka menuju Ke loteng sekolahan dan berbaring di sana. Merentangkan badan mereka yang terasa sangat cepek.