My First Love

My First Love
Pingsan



Saat Jasmine sedang makan ditempat duduk kantin, ia ke gep oleh guru olahraga yang mengajar di kelasnya.


Karena ia tidak mengikuti pelajaran olahraga dan malah makan di kantin pak guru, menyuruhnya berputar lapangan 20 kali.


"Kamu kenapa malah makan disini?" ucapnya mengayun-ayunkan tongkat baseball.


"Maaf pak saya...sa..sa.."


"Lari di lapangan 20 kali"


"Kebanyakan pak"


"30 kali ngeluh lagi saya tambahin, jangan melewatkan satu putaranpun."


Pak guru pun pergi dan Jasmine pergi ke lapangan untuk memulai hukumannya.


"1.....2.......3....4..." Jasmine menghiitung dengan semangat melewati putaran.


"23.....24....25......26..." ucapnya lemah dan bisa dibilang ia malah jalan bukan lari.


Alvaro pun melihat Jasmine yang sedang mengelilingi lapangan dengan badan yang lemas mungkin sebentar lagi akan jatuh.


Alvaro berlari dengan kencang turun kebawah dan menghampiri Jasmine.


"Min udah nggk usah dilanjutin lagi" ucap Alvaro mengikutinya.


"Gua......masih....bis" ucap Jasmine terpotong karena jatuh ke tanah dan bangkit lagi.


"Udah biar gua aja yang gantiin"


"tinggal.....satu....puteran....lagi" Setelah sampai di ujung lapangan dan menyelesaikan putarannya ia langsung jatuh pingsan.


Karena diikuti oleh Alvaro, Alvaro pun berhasil menangkap tubuh Jasmine yang lemas tak berdaya.


Karena buru-buru Alvaro membawa Jasmine ke mobilnya dan Alvaro menyetir ke rumah Jasmine.


Sampai di depan rumah Jasmine, Ia menggendong Jasmine kembali dan mengetuk pintu rumah Jasmine.


tok..tok..tok..


"Biar saya aja yang buka bi" ucap mama jasmine dari dalam pintu.


Krakk..


"Ya ampun Jasmine kok bisa kayak gini, tolong bawa masuk" ucap Mamah Jasmine.


"Kamar Jasmine yang mana tante?!" tanya Alvaro.


"Masuk aja ntar ada namanya di pintu kamar" jawab Mamah Jasmine.


"Keras kepala banget si jadi orang" bisik Alvaro.


"Kok Jasmine bisa kayak gini?!"


Alvaro pun menceritakan kejadian pingsan nya Jasmine.


"Kamu temennya?!, kalo dia keras kepala tolong bilangin ya" ucap mamah Jasmine memegang tangan Alvaro.


"Iya tante, kalo gitu saya pulang dulu ya tan" ucapnya berpamitan.


"Ya udah mamah anter ke depan ehh maksudnya tante" ucap mamah Jasmine tertawa kecil.


Setelah sampai di depan gerbang mamahnya Jasmine berterima kasih dan mengucapkan "hati-hati dijalan" kepada Alvaro.


Saat mamahnya Jasmine masuk ke rumah. Ia melihat ke kamar Jasmine. Dan Jasmine sudah bangun, Ia lagi duduk di kasur sedang mengucek-ngucek matanya.


"Kamu udah bangun?!, mamah suruh bibi buatin teh buat kamu dlu ya" ucap Mamah Jasmine.


Jasmine mengangguk.


"Bi tolong bikinin Jasmine teh ya bi, yang anget" sambungnya.


"Tadi siapa yang nganterin kamu, pacar kamu ya?!"


"Siapa si mah?!"


"Kalo gk salah namanya Alvaro "


"Kalo kamu paca—"


"Ish mah apa si dia itu cuma temen gua"


"Tapi kamu bilang makasih besok kalo ketemu ama dia, dia udah gendong-gendong kamu tau, kamu kan berat mamah aja gk kuat"


Jasmine mengerucutkan bibirnya dan menyuruh mamahnya keluar dari kamarnya.


" Mamah mamah" gumam Jasmine tersenyum kecil.


"Tapi mamah ada benernya juga si, yaudah deh besok gua temuin dia"


———00———


Pagi hari kembali lagi dan Jasmine lagi males banget ke sekolah.


"Yaampun kenapa harus sekolah mulu si, otakku sudah penuh dengan pelajaran" ucapnya melihat jendela kamarnya sambil memakai sepatunya.


"Jasmine kamu ada yang jemput tuh dibawah" ucap mamahnya dari depan pintu kamar.