
pak sopir taxi akhir nya mengerti, ternyata penumpang nya yang tak lain adalah dian tengah berada dalam masalah yang seharusnya bisa di selesaikan jika saja suami nya bersabar.
"oh baiklah bu, maaf yah karena saya hanya ingin mengetahui maslah anda yang seharusnya tidak boleh bu. jika ibu tak keberatan, saya akan memberikan pinjaman cas handphone untuk sekedar mengisi daya handphone anda di sebuah kios kecil yang terletak di depan sana agar anda bisa menghubungi suami anda", kata pak sopir.
tam menunggu waktu lama, akhir nya dian menganggukan kepala nya berkali kali tanda bahwa ia sangat setuju dengan tawaran pak sopir, sebenar nya bisa saja ia meminta nya saat di bandara tadi untuk sekedar mengisi daya handphone nya ataupun berbalik menuju pesawat milik sang suami sekedar mengisi daya handphone dan menghubungi suami nya. namun ia tak terpikirkan akan hal itu. yang ia pikirkan bagaimana perasaan sang suami saat ini.
selama perjalanan menuju tempat yang di bicarakan pak sopir dian berkali kali mengucapkan terimakasih pada pak sopir.
dian merasa bersyukur ternyata masih ada orang yang berbaik hati pada nya sat ini.
dian dan pak sopir kini mampir di sebuah warung kecil yang terletak di pinggiran jalan dan meminta untuk sekedar mengisi daya handphone nya.
karena handphone tidak memiliki arus sedikitpun, ia berusaha untuk tenang dan menunggu hingga arus handphone nya mencapi setidak nya 5% agar bisa bisa ia gunakan.
tak butuh waktu lama ia lalu menekan tombol power pada sisi kanan handphone nya, seketika saat hendak menghubungi nomor sang suami, dalam waktu yang bersamaan alvin menelpon nomor nya dan betapa risau nya alvin saat dian menggeser tombol warna hijau pada layar .
belum sempat ia menyapa sang suami, dari sebrang telepon nya alvin bertanya dengan nada panik.
"sayang aku minta maaf, aku minta maaf kamu dimana sekarang? aku mohon maafkan aku sayang, aku bersalah aku mohon maaf", suara sang suami membuat perasaan nya melo dan menngis
"syang kamu dimana? tolong serlok sekaran, aku bisa gila kalau dengar kamu menangis", kata alvin semakin panik.
"ba..bai..baiklah baiklah", laku ia memutuskan sambungan dan mengirim lokasi nya saat ini.
dian merasa legah karena suami nya baru saja menghubungi diri nya. dan butuh waktu 28 menit akhir nya sampai pada tempat sang istri berada.
dilihat nya sang istri yang duduk bersebrangan meja dengan pria paruh baya sambil bercengkeramah, entah apa yang sedang mereka berbicara.
alvin tak memperdulikan apa yang di lihat nya, dia hanya tak ingin menciptakan masalah baru diantara masalah sebelum nya. ia baru saja hampir kehilangan istri tercinta nya.
"mungkin kah pria paru baya ini orang yang telah membantu istri ku? jika ia, maka aku kan sangat berterimakasih kepada nya", batin alvin sambil berjalan tergesa-gesa menuju sang istri
"sayang", alvin memanggil dian dari jarak yang hampir dekat. dian sontak berdiri dan menolah pada sumber suara yang sangat ia kenali dan sangat ia rindukan dalam beberapa menit ini.
alvin lalu memeluk tubuh mungil sang istri dan berkali kali meminta maaf dan berkali kali pula mengecup pucuk kepala sang istri.
dian kembali terisak dan merasa bersalah pada sang suami dan berkata "maaf",
"aku seharus nya yang meminta maaf, maafkan aku", sambil kembali memeluk sang istri dan membeli rambut nya.
setelah merasa tenang, dian pun memperkenalkan pak sopir yang sangat berhati mulia itu pada nya.
"sayang, kenalkan ini bapak hamdan, pak sopir taxi yang aku tumpangi tadi, beliau yang memperlakukan ku seperti putri nya dan membawa ku ke warung ini untuk mengisi daya handphone ku", kata dian sambil memperkenalkan kedua nya
alvin sangat bersyukur dan berutang budi pada pak hamdan karena telah memperlakukan sang istri dengan baik.
"saya sagat berterimakasih pak, jika bukan karena bapak, entah bagaimana saya akan bertemu dengan istri saya," kata alvin sopan pada pria separo baya di depan nya.
"tidak apa-apa nak, saya hanya tidak tegah melihat ibu bersedih", jawab pak hamdan ramah
"baiklah pak, mari silahkan, saya sangat berterimakasih jika anda ingin saya yang menghantar kesana", jawab pak hamdan ramah
saat berada di dalam taxi, alvin memandangi punggung sang sopir paruh baya di depan nya, tatap nya punggung sang sopir itu dan bertanya pada nya.
"pak maaf apakah boleh saya meminta nomor hp bapak?", kata alvin pada nya.
"baiklah pak, xxxxx7", pak hamdan membacakan nomor hp nya dengan perlahan
"baiklah pak, jika nanti kami selesai berlibur, saya kan menghubungi anda lagi yah pak", kata alvin lalu menyimpan handphone pada saku baju nya.
"baik pak, terimakasih atas kepercayaan nya", kata pak sopir
"sama-sama pak", jawab alvin ramah.
begitu banyak yang ketiga orang itu bicarakan di dalam mobil, seakan ketiga nya sudah berkenalan sangat lama dan kini mobil yang di tumpangi alvin dan dian tiba di tempat tujuan.
ketiga orang itu akhir nya berpisah dan berpamitan, alvin menggandengi lengan sang istri dan bertemu dengan ivan yang tengah menunggu kedua nya disana.
"kalian lama banget sih, ngapain aja sampe gua dan pacar gua malah hampir berjamur disini", gerutu ivan
"bukan nya lo emang udah berjamuran?", alvin malah membuat ivan merasa dongkol
"ayok sini gua anterin kalian ke kamar milik kalian berdua dan jangan gangguin kami", ucap ivan yang membuat dian buka suara.
" eh gak boleh kalian sekamar, kalianka baru jadian". dian memperotesi ivan
*yah gaklah..!", jawab ivan santai
"awas yah kamu malau macem-macam dengan winda", dian mengancam ivan sambil mengacungkan jari telunjuk nya kearah ivan
"oke, tenang aja ya kak ipar, dan tolong berbahagialah setidak nya selama honey month kalian disini", jawab ivan lalu berbalik pergi dari temot itu.
dian berjalan bergandengan dengan sang suami memasuki kamar hotel yang sangat menakjubkan . dimana ia dapat melihat keindahan bawah laut yang begitu sangat nyata. seketika beban nyapun kini hilang sat melihat keindahan yang berkali kali ia kagumi itu.
"apakah kamu menyukai tempat ini sayang?", alvin bertanya pada sang istri tercinta nya.
dian menganggukan kepala nya berkalj kali bertanda sangat bahagia nya saat ini. alvin merangkul pinggul nya dan mendekap tu*buh sang istri dengan lembut lalu mengelus rambut panjang nya yang tergerai sangat indah itu.
.
.
hay guys terimakasih telah membaca novel ku ini. mohon dukungan dengan memberikan vote pada cerita ku ini yah.
terimamasih ๐งก๐๐ฅฐ