My First Love

My First Love
Kisah Baru Dalvin & Keyla



Joy terus memandang jalanan dengan teliti, tak lama ia melihat dalvin berjalan keluar dari rumah sakit.


" pak turun" ucap joy bergegas turun dari mobilnya. Ia beralari menuju ke arah dalvin.


" om tunggu" teriak joy.


" joy kenapa kamu di sini" ucap dalvin menoleh menatap joy di bawahnya.


" aku mau jemput om, kita main bersama ya" ucap joy menarik tangan dalvin masuk ke dalam mobilnya.


Joy yang terlihat sakit ia menyembunyikan hal itu pada joy dan cia. Ia tersenyum menunjukan jika ia baik baik saja di depan mereka. Ia tidak mau joy dan cia jadi khawatir padanya.


" om kenapa pakai masker lagi" ucap cia polos menatap dalvin. Ia mencoba memegang tangan dalvin.


" om panas sekali bi" ucap cia


Joy mencoba memegang dahi dalvin yang nampak sangat panas. " jadi papa tadi di rumah sakit periksa ya. Kalau gitu kita tidak jadi main. Papa kerumah joy saja ya nanti biar joy dan cia yang merawat om" ucap joy terlihat polos .


Karena mereka sudah pergi jauh hampir dua jam dari rumah mereka hanya untuk mencari dalvin. Kini mereka terasa lelah saat balik ke rumah. Nampak joy tidur di pangkuan dalvin dan cia juga sudah tertidur lelap.


Sampai di rumah mereka terbangun dari tidurnya


Melihat dalvin juga tertidur tanpa membangunkan nya joy minta tolong pada sopir agar membawa pria itu masuk ke dalam kamar mamanya untuk sementara.


" om cepat sembuh ya, sementara om di sini dulu. Sekarang aku akan ambilkan air dingin untuk kompres tubuh om" ucap cia memegang tangan kanan dalvin.


Dan joy tertidur di samping dalvin. Ia sengaja ingin tidur di samping dalvin karena ia bisa merasakan tidur bersama papanya lagi. Joy terlihat sangat pulas cia gidak berani memanggilnya. Ia mengompres dahi dalvin sendirian.


Atas keinginan joy yang melihat dalvin di rumahnya sedang sakit. Joy memutuskan untuk dalvin tinggal di rumahnya. Meskipun keyla sebenarnya tidak mau dalvin tinggal di rumahnya. Tapi joy terus merengek lewat telfon meminta pada mama nya untuk merawat dalvin di rumahnya. Keyla yang tidak bisa menolak keinginan anaknya itu terpaksa membiarkan dalvin ke rumahnya dan memenaggil dokter untuk merawat dalvin di rumahnya.


Tak lama keyla sudah pulang dari kerjaan yang selalu membebaninya. Ia pergi ke kamarnya terkejut melihat joy dan cia di kamarnya. Ia lebih terkejut menatap dalvin tidur di ranjangnya.


" kenapa kalian bawa dia ke kamar mama" ucap keyla.


" mama untuk sementara saja ya" ucap joy dan cia memohon memegang kedua tangan mamanya.


" baiklah mama tidak bisa menolak permintaan kalian, kalian cepat masuk ke kamar biar dokter periksa dia dulu" ucap keyla menuntun anaknya keluar. Mereka meronta dan balik untuk menemani dalvin.


Joy dan cia selalu menemani dalvin di kamarnya. Ia selalu merawat dalvin dan mengompres tubuh dalvin yang terasa sangat panas sekali, Suhu badannya meningkat.


Joy selalu setia menemani dalvin di kamarnya tidak mau pergi ke kamar nya kecuali keyla mau merawat dalvin.


Keyla berjalan terpaksa menuju kamar dalvin untuk merawat dia agar anaknya cepat masuk ke kamar dan tidur. Ia mencoba menatap dalvin yang sedang tidur. Wajahnya nya memang terasa beda tapi mata indah itu dan perasaan ini merasa selalu dekat dengannya.


Meskipun terkadang keyla tidak suka keberadaan dalvin . Ia tidak mau ada orang yang menggosipkan dirinya dengan dalvin. Dan jika sewaktu waktu alvin pulang dia pasti sangat marah padanya. Ada lelaki lain berada di rumah yang baru di beli alvin ini.


Ya rumah yang di huni keyla adalah hadiah dari alvin untuk keyla. Ia dulu ingin punya rumah di Paris dan perusahaan di sana. Sekarang semua sudah terwujud tapi alvin tidak ada di tengah tengah kebahagiaan mereka.


------------------000---------------


" tetaplah disini" ucap dalvin yang masih terlihat menutup matanya. Menarik tangan keyla hingga keyla memeluk tubuh dalvin yang masih berbaring lemas di ranjangnya. Nafasnya berubah tidak beraturan menatap dalvin yang masih tidur dengan posisi seperti itu.


Keyla perlahan melepaskan cengkraman tangan dalvin dan beranjak berdiri.


Perlahan ia ingin keluar dari kamarnya namun langkah kaki keyla terhenti dalvin memegang tangan keyla mencegah di pergi. Keyla melihat dalvin masih tertidur.


Ia duduk kembali menatap joy di depannya.


" kenapa kamu mirip dengan alvin, perasaan dan padanganku tertuju padamu" ucap keyla lirih ia merapikan rambut dalvin yang berantakan menutupi matanya.


Dalvin sepertinya masih terlihat lemas tidak sadarkan diri . Entah apa yang di pikirkan anak nya kenapa mereka sangat dekat dengan dalvin sampai rela untuk merawatya.


Ia menyangga dagunya dengan ibu jari nya menatap wajah dalvin yang begitu familiar di hatinya. Kenapa ia merasa ada hubungan dengan dalvin.


Keyla terus memandangi dalvin hingga ia tertidur pulas dengan posisi duduk tanpa sengaja menggenggam erat tangan dalvin.


------------------000-----------------


Keesokan harinya dalvin tersadar dari tidurnya.ia melirik sekitar ruangan kamar itu. Ia melihat ada keyla di sampingnya tyang masih tertitudur dengan tangan menggenggam erat tangannya. Perlahan dalvin melepaskan tangannya. Dan mencoba duduk bersandar di ranjangnya. Meskipun badannya masih sakit.


Dalvin tersenyum menatap keyla yang tertidur, saat tertidur dia sangat cantik membuat hatinya tersentuh.


" om sudah bangun" teriak cia membuat keyla terbangun dari tidurnya. Ia mengusap ke dua matanya, membuka matanya perlahan.


" mama kemarin teminin om dalvin ya" ucap cia polos menggoda mamanya.


"Udah kalian di sini dulu aku mau mandi berangkat kerja, kalian jaga om dalvin ya nanti dokter akan datang lagi ke sini" ucap keyla beranjak berdiri. Ia merasa malu tertidur dengan posisi duduk di samping dalvin. Wajahnya mulai memerah seketika dan beranjak pergi.


"Om apa mama cantik" ucap cia menatap om dalvin yang terus memandangi mamanya.


" ia papah pasti tertarik sama mama ya" ucap joy duduk di samping ranjang dalvin.


Tak lama keyla kembali membawa semangkuk bubur dan minuman untuk dalvin serta obat yang harus di minum dia sudah di siapain semua oleh keyla.


" kenapa kamu mau merawatku" ucap dalvin wajahnya nampak terlihat dingin.


" aku merawatmu karena anak ku, jika bukan karena dia aku tidak mungkin mau merawat kamu di sini, jika aku bertemu kamu sakit di jalan lebih baik aku tinggalin kamu dan pergi" ucap keyla beranjak pergi.


"Hadu kenapa aku berbicara seperti itu sii" ucap keyla bergumam kesal.


Joy dan cia tersenyum tipis melihat mereka berdua yang tidak pernah akur. Tapi mereka berharap itu awal baik buwat hubungan mereka kedepannya.