My First Love

My First Love
Kado yang Belum Terbuka Dari Dalvin



Satu hari berlalu ia masih terbayang surat yang kemarin ia terima. Ia terus memikirkan apa alvin benar benar masih hidup atau hanya orang iseng yang membuat keyla menjadi bimbang.


Keyla merasa sangat nyaman dengan kehidupan nya sekarang satu hari kemarin ian tidak datang sama sekali menemui nya. Dan sama sekali tidak mengehubungi nya. Dan dalvin juga masih belum menghubungi nya.


Ia terus berharap ada kabar dari nya. Dan ke dua anak nya juga tidak pernah berta nya tentang dalvin. Entah mereka sudah mulai lupa atau diam diam ia menghubungi ke dua anak nya.


Ia menghilangkan penat nya sejenak dengan membuka semua kado yang masih menumpuk di kamar nya belum sempat ia buka sama sekali dari 2 hari kemarin.


Kini ia di bantu joy dan cia untuk membuka satu persatu isi kado tersebut.


Perlahan ia membuka kado yang besar.


" maa dapat boneka, ini buwat cia ya pasti om dalvin beliin buwat kita bukan buwat mama kan mama sudah besar gak bileh main boneka" ucap cia sangat polos mendongakkan kepala menatap keyla yang duduk di samping nya.


" iya ambil saja semua sayang tapi mama mau ambil hadiah yang kecil saja ya" ucap keyla tersenyum manis menatap ke dua anak nya.


Semua kado besar sudah di buka satu persatu dengan ke dua anak nya. Ya meski semua isi kado hanya mainan buwat jolicia dan joy. Banyak boneka juga namun ada beberapa kado yaitu baju dan tas yang limited edition. Entah dari mana dalvin bisa dapat itu begitu banyak tas dari berbagai merk terkenal dan beberapa gaun dan baju yang snagat bagus dan cocok dengan tubuh mungil keyla.


Ya meskipun keyla sudah mempunyai 2 anak tubuh nya masih terlihat mungil tanpa lemak. Ia tidak sempat untuk olahraga maupun merawat diri. Kesibukan nya hanyalah di kantor dengan berbagai tugas yang menumpuk dan jalan jalan dengan ke dua anak nya. Ya meskipun kadang satu bulan sekali ia mengajak ke dua anank nya untuk merawat muka.


Kini ada beberapa kado yang masih belum keyla buka ada 3 kado kecil entah apa isi nya ia juga masih belum tahu. Ia menyembunyikan itu dari anak nya. Kemarin ia sudah membuka kado yang berisi kalung kenangan bersama ian yang pernah ia buang sebelum menikah dengan alvin.


Entah dari mana dalvin bisa dapat itu, dan sekarang memberikan pada keyla saat 12 tahun sudah berlalu. Dan keyla sudah lupa semua nya.


Seharian pulang kerja ia membuka kadi dengan ke dua anak nya. Ia terasa sangat capek. Keyla perlahan membaringkan badannya di atas ranjang. Memejamkan mata nya sejenak di samping ke dua anak nya yang sudah tertidur pulas.


Ia menatap atap langit sejenak ia terkejut melihat wajah dalvin ada di depan nya. Ia mengusap ke dua mata nya dan mencoba melihat lagi ke atap langit namun tidak ada wajah dalvin lagi.


" mungkin itu hanya bayngan ku" ucap keyla perlahan mulai memejamkan mata nya.


-----------------000----------------


Keesokan hari nya.


Hari ini terlihat sangat cerah dari biasa nya. Keyla menuju kantor dengan perasaan senang. Entah kenapa hari ini hati nya sangat bahagia. Bukan karena ian atau siapa pun tapi ia sangat bahagia ketika membuka semua kado yang di berikan dalvin pada nya sewaktu ulang tahun nya. Ya meskipun belum semua nya hanya tinggal kado kecil yang belum keyla buka.


Kini ia berjalan santai tidak seperti biasa nya. Ia berjalan menelusuri setiap ruangan di kantor nya untuk menuju ruangan nya. " pagi miss" ucap salah satu pegawai keyla.


" pagi juga" ucap keyla melempar senyum manis pada pegawai di depan nya. Iya keyla memang sangat ramah pada semua pegawai di kantor nya. Saat bekerja keyla selalu menganggap smeua adalah keluarga. Dan jika di rumah beda lagi.


Ia perlahan membuka pintu ruangan nya. Wajah yang semula senyum bahagia berubah menjadi senyum kecut menatap ian yang sudah duduk santai dengan tangan di angkat sedikit membaca koran di depan nya. " pagi sayang" ucap ian menutup korsn yang ada di tangan nya dan meletakkan di atas meja depan nya.


" aku kangen dengan mu" ucap ian beranjak berdiri.


" kamu keluar sekarang atau aku panggilkan security untuk mengusirmu daei ruanganku" teriak keyla.


" tidak perlu seperti itu aku ke sini hanya untuk mengajak kamu kencan bagai mana" ucap ian tersenyum manis mendekati keyla.


" jangan mendekat, aku lagi sibuk tidak bisa keluar" ucap keyla bergegas duduk di kursi kerja nya.


Ian nampak sangat agresif pada keyla ia selalu ingin mendekati keyla meski keyla kini sering menolak dan tidak pernah menghubungi nya lagi. Keyla sudah mulai perlahan melupakan ian agar jika alvin masih hidup ia bisa pulang lagi.


Karena ada orang ke 3 yang membuat alvin tidak pernah pulang lagi menemui keyla. Ia pasti tahu jika ian masih mencintai keyla dan berusaha ingin mendapatkan nya lagi.


Tak lama terdengar suara orang membuka pintu pada saat ian berjalan mendekati keyla.


" ternyata kalian masih berduaan, kenapa kamu ingkar janji lagi ian. Kamu sudah janji padaku untuk tidak bertemu lagi pada keyla" ucap sheila meneteskan air mata nya.


" kamu pulanglah lebih dulu aku ada urusan dengan nya" ucap ian lirih menarik tangan sheila menjauh dari pandangan nya yang ingin menatap keyla di depan nya.


"Tapi kenapa kamu masih menemui dia, jika kamu tidak pergi sekarang lebih baik aku akan bunuh diri. Aku sudah putus asa kamu tidakpernah menganggapku" ucap sheila menatap ian di samping nya.


Sebelum nya ian sudah berjanji pada sheila tidak menemui keyla lagi. Karena sheila mencoba melakukan bunuh diri dengan menelan obat obatan segenggaman tangan sekaligus. Yang membuat ia overdosis .ian datang saat sheila sudah sekarat tergeletak di lantai dengan mulut penuh busa dengan perasaan khawatir ia menngendong sheila untuk pergi ke rumah sakit.


Meskipun kadang ian cuek dengan sheila di sisi lain ia tidak bisa melihat sheila melakukan hal bodoh itu. Saat ia sadar dari siuman nya ian berjanji tidak akan menemui keyla lagi. Agar sheila terlihat bahagia dan semoga cepat sembuh.


Namun janji itu hanya di mulut saja saat sheila sudah sembuh ia malah mencoba menghubungi keyla . Dan sekarang ingin mendekati nya lagi.


" sheila aku bisa jelaskan ini bukan seperri yang kamu lihat, aku sudah mengisirnya tadi." Ucap keyla beranjak berdiri mendekati sheila .


Ia takut sheila melakukan hal bodoh hanya untuk seorang pria tak punya perasaan seperti ian.


" jangan mendekat kamu key. Aku sudah tahu kalian masih saling mencintai kan" ucap sheila berjalan mundur dari ruangan keyla.


" denganrkan aku dulu sheila aku tidak pernah mencintai ian lagi, percaya padaku. Aku tahu perasaan kamu sekarang" ucap keyla berjalan pelan mendekati sheila.


Ian dengan sigap menarik tangan sheila keluar sebelum ia melakukan hal bodoh di kantor keyla yang membuat suasana gaduh di dalam kantor. Hal itu akan menimbukan repurtasi perusahaan keyla semakin menurun.


Ian menarik kasar sheila dan mendorong tubuh nya ke dalam mobil.


" kamu diam di situ, aku tidak segan segan bersikap kasar padamu jika kamu macam macam" ucap ian segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya perlahan keluar dari kantor keyla.