My First Love

My First Love
Perasaan Yang Tak Bisa Hilang



Bulan sudah mennampak kan sinarnya. Keyla dan ke dua anak nya terlihat keluar dari dalam mesium. Hari ini sangat melelahkan mereka terlihat sangat akrab satu sama lain Menikmati liburan mereka. Kini mereka terlihat duduk di kursi bercanda bersama dengan ian serta anak anak nya .Di sisi lain dalvin hanya terdiam tidak bicara sepatah katapun pada ian atuaupun keyla. Ia hanya tersenyum menatap mereka dari jauh.


Liburan yang semula bahagia dengan dalvin berubah sejak ada ian. Tak lama sosok wanita yang sangat familiar datang menghampiri keyla yang terlihat asyik bercanda dengan kedua anak nya dan ian.


Dalvin yang tahu ia memenaggil ke dua anak nya agar tifak mendengar apa yang di bicarakan mereka.


" joy!! Cia !! Kemari" ucap dalvin lirih melambaikan tangan pada mereka.


Tanpa pikir panjang Cia dan joy beralari ke arah dalvin berdiri. ia pergi bermain sendiri dengan dalvin.


" suatu saat kamu akan tahu sebenar nya" batin dalvin menatap keyla dan ian. ia mulai beranjak pergi dengan ke dua anak keyla.


------------------00---------------tanpa berkata dengan jalan terburu buru sheila menampar keyla .


" ternyata benar apa kata ku, dasar perebut suami orang" ucap sheila mendorong tubuh keyla dari dekat ian.


" kenapa kamu di sini?? " ucap ian lirih ia terlihat tidak suka dengan kehadiran sheila di sana. Ia merasa sheila hanya pengganggu hubungan nya dengan keyla. Wajah ian terlihat memerah aliran darah nya naik ke wajah nya membuat ia terlihat memerah seketika. Ia mematap tajam sheila di samping nya.


" eh dasar kamu ngaca ya, kamu sudah punya anak dan gak usah merebut suami orang. Emang dia cinta pertama kamu tapi kalian sudah punya kehidupan masing masing. Ingat aku tidak akan menganggumu dan anak anak kamu. jika kamu tidak mengganggu hubungan kita. Gara gara kamu ian tidak pernah sekalipun menatap ku. Kamu sebagai wanita harus nya tahu itu" ucap sheila terlihat menahan air mata nya.


Ia terlihat sangat sakit hati melihat mereka yang bahagia di atas penderitaan nya.meskipun sheila tahu ia juga salah dulu merebut ian dari nya. Tapi 10 tahun sudah berlalu kini mereka sudah punya keluarga masing masing dan sheila berharap ian akan mengerti jika keyla itu sudah tidak mencintai nya.


Ia ingin membuka mata ian lebar lebar agar ia tahu siapa yang mencintai nya sekarang. Siapa yang bertahan dengan nya meskipun sering kali harus menderita maupun di sakiti. Tidak ada wanita yang mampu setegar sheila meskipun ian tidak pernah menyentuhnya sama sekali selama 10 tahun menikah.


Ia mereka menikah muda, namun pernikahan yang tak di ingin kan karena rasa malu keluarga yang mengharuskan ian dan sheila menikah.


" sekarang pergi jauh dari kehidupan ian, jangan pernah mendekati nya lagi. Meskipun suami kami meninggal tapi kamu juga tidak berhak kemabali pada masa lalu mu" bentak sheila dengan tangan menunjuk ke wajah keyla.


Keyla hanya terdiam mendengarkan ucapan sheila. Ia merasa sangat bersalah pada sheila. Namun di sisi lain hati nya masih berharap dengan ian. Tapi itu semua tidak mungkin lagi sekarang ia lebih fokus pada kerja sama soal bisnis mereka.


"Aku tidak pernah merebut siapapun dari kamu, aku tidak pernah mencintai ian lagi. Jadi sekarang kamu bisa pergi dari sini. Sekalian kamu bawa ian pergi" ucap keyla yang terlihat sudah mulai emosi.


" ayo ian kita pergi dari sini" sheila menarik tangan ian pergi.


Namun dengan sigap ian menepis tangan sheila dari tangan nya. " pergilah aku tidak pernah mencintai mu. Aku sudah bilang kita cerai kan dan aku juga sudah kirim kamu surat perceraian kita dari pengadilan. Jadi kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi" ucap ian membuat sheila meneteskan air mata.


Ia tidak menyangka lebih memilih keyla dari pada istri nya. Surat itu tidak pernah di tanda tangani sheila ia masih berharap ian akan kembali pada nya dan menikmati hidup bahagia bersama melupakan masa lalu yang pernah menyakiti nya.


Ian berhajalan mendekati keyla memegang erat tangan keyla.


" aku selama nya akan mencintai keyla, dia bukan perebut suami orang tapi kamu merebut calon suami keyla dulu, apa kamu sudah hilang ingatan apa yang kamu lakukan pada ku dan keyla dulu" bentak ian.


Sheila tersenyum tipis meskipun air mata tak bisa berhenti menetes di pipi nya.


" ian sadarlah pelakor itu sudah punya anak. Dan kamu juga sudah punya aku" ucap sheila.


" paakkkkk" suara tamparan yang begitu keras membuat pipi kanan sheila memerah berbentuk tangan.


" baik aku sekarang akan pergi ingat key aku tidak akan menyerah begitu saja, dasar wanita munafik" ucap sheila beranjak pergi. Ia terus menangis memegang pipi kanan nya yang memerah.


"Ian aku akan tetap menunggumu kembali padaku sampai kapan pun aku tidak akan menyerah untuk kebahagiaan keluarga kita. Aku yakin kita akan bahagia kelak nanti namun jika tidak ada keyla di sisi nya. Aku harus menyingkirkan keyla dari hidup ian" batin keyla ia mengrutka bibirnya . Rahang nya mulai menegang menahan amarah di hati nya.


"Key maaf soal perkataan sheila tadi" ucap ian memegang ke dua bahu keyla.


" aku boleh minta satu permintaan padamu" ucap keyla dengan pandangan kosong menatap ian di depan nya.


" bilang saja, demi kamu aku akan menuruti apa katamu. Aku janji!!" Ucap ian


Keyla tersenyum tipis mengalihkan pandangan nya dari mata ian. "Jauhi aku, jangan pernah menggangguku lagi" ucap keyla memejamkan mata menahan air mata  nya yang seakan sudah ingin keluar.


" apa yang kamu bilang, jangan pernah berbicara seperti itu, sampai kapan pun aku gidak akan meninggalkanmu aku sangat mencintai mu" ucap ian memeluk tubuh keyla erat.


Dalvin berdiri terdiam dari jauh menatap keyla dan ian. Ya memang kenyataan keyla tidak bia membohongi perasaan nya lagi. "Semoga kelak kamu bisa memutuskan untu tetap bersama masa lalu atau masa depan mu" batin dalvin. Ia menutup ke dua mata mata joy dan cia agar mereka tidak melihat hal tak pantas di lakukan mama nya.


" om kenapa om menutipi mata kita" ucap cia menarik tangan dalvin dari mata nya.


" cia om tidak mau kemu melihat sesuatu, oya bagai mana kalau kita pergi ke suatu tempat untuk menutup liburan kita hari ini. Tempat ini sangat indah om mau ajak kalian naik kapal pesiar. Kalian mau kan" ucap dalvin membuat joy dan cia semangat lagi untuk jalan jalan .


" mau pa!! Tapi bagaimana dengan mama" ucap joy menatap ke arah keyla yang lagi duduk berdua dengan ian.


" sudah nanti mama akan menyusul kita ke sana, om nanti akan hubungi mama kalian jika dia mencari kita" ucap dalvin beranjak pergi dengan joy dan cia meninggalkan keyla dengan ian berdua.


Dalvin tidak suka melihat mereka berdua sangat akrab. Ia tidak mau memandang hal itu dan memutuskan membawa anak anak pergi membiarkan keyla berduaan.


Mereka terlihat sangat akrab keyla menyandarkan kepalanya dinatas bahu ian. Menatap pemandangan bintang di atas nya.


" kenapa kamu selalu membuat aku seperti ini, membuatku teringat lagi tentang masa kita" ucap keyla memegang erat tangan ian.


Ian menoleh menatap keyla di samping nya. Wajah mereka sangat dekat . " aku tahu kamu mesaih mencintaiku key. Aku akan berjuang untuk cinta kita" ucap ian melingkarkan tangan kirinya menyentuh pundak kiri keyla.


" bagai mana kalau mulai besok kamu tinggal bersama ku dengan ke dua anak kamu joy dan cia. Aku akan merawat mereka dan menyekolahkan mereka" ucap ian .


" aku tidak tahu joy dan cia mau atau tidak kita tinggal bersama" ucap keyla .


" aku gakin mereka pasti mau" ucap ian lirih.


" besok aku akan memberi jawaban aku mau atau tidak, aku tanya pada anak anak dulu" ucap keyla ia memeluk tangan kiri ian erat.