
kini alvin, dian, ivan dan winda sudah berada di dalam pesawat peribadi keluarga pak albert.
"sayang, perjalanan ke maldives bakalan lama, ayo kita ke kamar aja", alvin mengajak dian untuk pergi ke kabin pesawat, disana ada sebuah kamar yang lumayan besar nya untuk beristirahat ketika lagi cape.
"emh bentar aja yang, ini baru 20 menit kita di dalam pesawat, belum rasa cape nya," jawab dian sambil membaca sebuah majalah kecantikan di tangan nya.
"emh baiklah", jawab alvin tak membantah lagi.
ivan yang memang mendengar percakapan singkat pasutri alias pasangan suami istri itu mengerutkan kening nya seolah menjadi satu. bertanda bahwa ivan sedang mencermati ajakan alvin yang di tolak secara halus oleh sang istri.
ivan memberikan kode ajakan pada alvin dan menuju kursi bagian belakang tak jauh dari tempat dimana dian berada.
dian yang merasa alvin dan ivan berjalan menuju kebelakang tak memperdulikan kedua pria itu, perlahan dian menutup majalah yang telah ia baca kurang lebih 15 menit itu.
dian memalingkan wajah nya menatap awan yang berada di luar pesawat, "indah nya...*, gumam dian seolah baru pertama kali ia menaiki pesawat, padahal ia dulu nya sering pergi ke luar negri dan beberapa kota dalam negri menggunakan pesawat, tapi baru kali ini ia merasa pemandangan di luar sana sangat indah dan entah kenapa seakan awan-awan di luar menyambut senyum nya.
sedangkan winda sudah terlelap di tempat nya, terdengar dengkuran halus yang keluar.
"brow.. jujur lo sama gue", kata ivan serius sambil menatap wajah alvin yang sedikit menunjukan wajah kebingungan nya.
"ada apa? apa yang perlu lo ketahui?", jawab alvin seperti orang yang bodoh saat berada bersama ivan
"hem.. jadi gini yah, lo serius gak sama istri lo? maksud gue, setelah beberapa kekacauan yang telah lo perbuat, apa lo serius pergi berbulan madu dengan nya? lo gak main-main kan brow?", rasa penasaran ivan pun kini telah ia utarakan meakipun belum ia ketahui tentang jawaban atas rasa penasaran nya pada alvin.
alvin menekan pelipis nya dengan ibu jari seakan ada tekanan di kepala nya saat ini yang mungkin saja sebentar lagi akan meledak ledak dan mengancurkan siapapun yang ada disekitar nya.
alvin memicingkan alis nya lalu balik bertanya pada si lawan bicara nya yang tak lain itu adalah ivan.
"apa lo udah stres?? atau lo perlu merasakan kekuatan dari gravitasi bumi saat badan lo gua hempaskan keluar pesawat ini? hem???", nada bicara alvin tertekan di bagian tenggorokan nya bertanda bahwa ia siap menelan siapapun termasuk ivan
ivan yang medengar jawan alvin pun merinding, seaka bulu kuduk nya berdiri seketika merasakan sengatan listrik tak berarus di depan nya itu.
"eh ah anu... an.. anu... gue kan cuma nanya, gimana sih lo.. lagian lo kan masih perja*a kan? iakan? bukti nya bini lo nolakin lo buat bobosiang bareng di dalem pesawat gede ini. dan ya... gua.. gua kasian aja sih sama lo, apa gak tersiksa lo setelah hampir setahun sah menjadi pasangan suami istri kog gak anu anu gitu kek pasangan laen nya", jelas ivan yang membuat satu bogeman mengenai dada bidang pria tampan itu.
"aaaa...", pekik ivan mendapatkan bogeman mentah dari alvin, meski tidak sekuat tenaga tapi rasa nya waoww.. sakit baget, itulah yang di rasakan ivan.
alvin meniup kepalan tangan nya seakan ada rasa sakit di bagian kepalan tangan nya. dan tersenyum mengejek pada ivan.
"sialan lo, gua cuma nanya doang malah dapet bogem dari lo", gerutu ivan namun tak beranjak pergi dari tempat nya.
"lo liat aja setelah ini gua bakalan membawa calon pewaris buat keluarga gua", kata alvin berbunga bunga
"sialan lo, diem...!! kalo lo masih aja ngomong, gua jamin, besok pagi lo gak bakalan lihat indah nya dunia ini", ancaman alvin ternyata mampu membungkam mulut bawel ivan.
ivan berdigik ngeri lalu beranjak kembali ke tempat duduk nya semula.
saat hendak duduk, dia bertanya pada nya,
"van, alvin dimana? apa udah tidur?",
"tidur apa nya? laki lo masih menghayal di belakang sana", jawab ivan ketus dan dian bisa menebak apa yang terjadi pada kedua lelaki itu.
dian membuang nafas nya perlahan dan berdiri menuju tempat dimana alvin sedang berfikir apa yang telah menjadi topik pembicaraan dia dan ivan barusan.
"ahh si brengsek ivan itu... membuat mod gua hilang seketika aja", gumam alvin yang terus memandang awan di luar jendela
dian mendengar apa yang telah alvin gumam
dan tersenyum kecil sambil terus memandangi wajah kesal sang suami di depan nya seperti seorang anak kecil yang lagi kecewa pada orang tua nya karena tidak terpenuhi keinginan nya.
alvin kini mulai tenang dan merasa ada seseorang yang sedang memandangi nya.. ia pun mengerutkan kening nya dan berbalik untuk menoleh karena rasa penasaran yang lebih besar.
saat ia melihat wajah teduh sang istri, semua kekesalan nya kini sirna sudah. wajah yang anggun, indah dan entah apalagi kata pujian terbaik untuk wajah manis di depan nya saat ini. bola mata indah nya kini terus menjelajahi segala yang ada di wajah sang istri. dan kini berada di titik yang selalu ia rindukan, bibir mungil yang di polesi oleh lipstik berwarna nude itu terasa seperti madu.
ia terus menatapi bi*birmungil itu dan di persekian detik kemudian ia menarik pergelangan tangan sang istri menuju sebuah kamar yang terletak tak jauh dari tempat kedua nya berada.
sedangkan dian betapa terkejut nya ia saat sang suami menyentuh pergelangan tangan yang seakan memiliki sengatan listrik dan membawa nya kedalam ka*mar di dalam pesawat itu.
sedangkan winda masih saja dengan dengkuran halus nya tak bergerak sedikitpun, menampakan wajah lelah nya membuat hati ivan tergerak, perlahan ia mendekati winda dan membuka kan jas milik nya dan dengan gerakan lembut ia menutupi setengah tubuh dian dengan jas milik nya dan memperbaiki tubuh winda agr tetap nyaman saat wanita itu tertidur.
lalu ivan kembali menyandarkan tubuh nya di kursi samping winda, perlaha iapun akhir nya tertidur bersama dengan winda di samping.
alvin mengangkat tubuh sang istri saat berada di dalam kamar lalu perlahan membaringankan tubuh mungil itu di tempat tidur, lalu menyelimuti kedua nya di dalam selimut yang hangat sambil merangkul pinggang sang istri yang hangat dan tanpa suara, hanya terasa isi di dalam dada kedua nya hampir tercopot seolah baru berlomba lari maraton, perlahan dian menutup kedua mata nya dan tak lama pun tertidur.
.
.
hay guys jangan lupa like dan vote novel nya yah, nantikan kisah selanjut nya saat berada di maldives 😂😍