
Seorang dari kejauahan si penembak jitu mengincar keyla. Ia akan membidik tepat ke arah keyla namun apa yang terjadi dengan sigap dalvin menarik tubuh keyla ke belakang dan ia menerima 2 tembakan sekaligus di perutnya.
" alvin.... !!" Keyla menjerit seketika melihat dalvin berlumuran darah. Ia menangis tersedu sedu melihat lavin jatuh tepat di dekapannya.
" key maafin aku ya" ucap alvin memegang pipi keyla dengan tangan berlumuran darah.
" alvin bersabarlah aku akan membawamu ke rumah sakit, kamu harus kuat ingatlah ke dua anak kamu. Tolong berjuanglah kamu pati kuat tunggu aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap keyla bergegas memopang badan alvin menuju ke mobilnya.
" key jika aku sudah tidak tahan lagi, kamu harus kuat jaga joy dan cia" ucap alvin tersenyum tipis menahan sakitnya.
Keyla membaringkan alvin di kursi belakang
Dia berlari terburu buru masuk ke dalam mobil tanpa perdulikan para penjahat itu yang sudah kebur terbirit birit. Keyla mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi melesat bagia seorang pembalap.
" alvin tahan lah kita akan segera sampai. Kamu harus bertahan" ucap keyla yang masih fokus pada jalan di depannya.
Wajahnya nampak sangat cemas dan khawatir terus melirik ke belakang melihat alvin yang masih meringis kesakitan. Ia terlihat sangat bingung apa yang harus ia lakukan. Keyla tidak sanggup melihat alvin seperti itu.
Darah semakin banyak keluar dari perut alvin, bibirnya bergetar melihat darah itu. Ia sangat takut terjadi apa apa lagi pada alvin. Dia sangat menyangi alvin, tubuhnya mulai gemetar melihat kejadian itu tepat di depan matanya. " bertahanlah alvin" batin keyla .
" perawat.... perawat..... tolong dia cepetan... dia sudah kehilangan banyak darah" teriak keyla memmanggil para perawat.
Tak lama para perawat berlari membawa brankar dorong menuju ke mobil keyla.
Mereka segera membawa alvin masuk ke ruang UGD. Keyla terua berlari mengikuti para perawat ia memegang erat tangan alvin.
" bertahanlah" ucap keyla berkali kali. Air matanya terus menetes jatuh tepat di pelipis alvin .
" maaf ibu tidak bolrh ikut masuk, serahkan semua pada kami" ucap salah satu perawat. Dokter dan para perawat mulai melakukan yang terbaik untuk alvin.
alvin masuk ke rumah sakit dan keadannya semakin parah. Ia sangat banyak kehilangan darah dan butuh tranvusi darah. Untuk menyelamatkan nyawa nya. Keyla yang sudha tidak sabar untuk melihat alvin. Wajahnya nampak sangat cemas ia berjalan masuk ke ruang UGD. Dengan tangisan yang semakin menjadi.
" alvin aku mohon jangan tinggalkan aku bangunlah alvin... bangun" teriak keyla memegang ke dua bahu alvin menggoyang goyangkan tubuh nya.
Dia masih terbaring lemah tak sadarkan diri. Kata dokter ia akan melakuka. Operasi di perutnya karena tembakan 2 kali yang menembus perutnya. Kini ia terbaring bersimbahan darah yang masih terus mengalir. Senapan yang di gunakan itu senapan yang sangat langka. Dengan satu tembakan akan langsung menembus ke tubuh sasaran. Perluru itu sangat lancip dengan panjang 5 cm.
Dan kini keadaan alvin semakin parah keyla sangat bingung harus melakaukan apa. Ia terus menangis memeluk erat tubuh alvin.
" maaf ibu harus keluar kita akan menangani yang terbaik buwat suami ibu" ucap perawat menuntun keyla keluar dari ruangan itu.
" lebih baik sekarang ibu cari donor darah O buwat suami ibu agar dia cepat terselamatkan" ucap perawat itu dengan segera menutup rapat ruangan itu.
Kini ia terdiam duduk dengan kecemasan semakin tinggi. Ia terus menggigit ujung jemarinya dengan tubuh semakin bergetar. Ia terlihat sangat khawatir duduk berdiri berulang kali menatap dari balik kaca UGD yang ertutup selambu hijau.
Keyla terlihat bingung ia menghubungi semua teman yang ada di kontak ponselnya untuk tanya golongan darah mereka yang sama dengan alvin. Namun dari semua temannya tidak ada yang ada yang golongan darah O. Dia sudah mulai pesimis tubuhnya terasa sangat lemas .
Dan sangat susah mendapatkan donor darah yang sama untuk dia. Semoga takdir akan membawanya pada keyla lagi dan menemukan donor darah untuknya.
Keyla terus menangis tersedu duduk di depan UGD Ia sangat khawatir dengan keadaan dalvin di dalam tubuhnya mulai gemetar ketakutan ia tidak bisa berhenti menghentak hentakan kakinya menunggu dokter yang terasa lama tidak keluar.
" gimana dok dalvin, apa dia baik baik saja" ucap keyla dengan mata masih berkaca kaca.
" dia harus segera di operasi dan kamu harus segera dapatkan donor darah secepatnya stok darah o di rumah sakit sudah habis jadi kamu secepatnya cari donor darah.sekalian Kamu siapkan administrasinya saya akan menyiapkan alat untuk operasi mengeluarkan 1 peluru yang masih di dalam pinggangnya. Kamu berdoa saja untuk keselamatan yang terbaik buwat dia" ucap dokter itu bergegas pergi.
Tak lama siska dan rayan datang dengan langkah terburubu buru menuju ke tempat keyla berdiri. " gimana keadaan dalvin, aku baru saja melihat berita itu" ucap siska menepuk ke dua pundak keyla.
Keyla nampak masih syok wajahnya terus menunduk menangis tersedu sedu. Air matanya tak henti keluar dari matanya.
" dia sekarang sedang kritis dokter akan segera mengeluarkan peluru di perutnya. Dan aku harus segera cari donor darah untuk alvin segera mungkin." ucap keyla mengusap air mata di pipinya.
Keyla teringat sesuatu kata dokter tadi.
" kalian tunggu di sini aku akan mengurus administrasi" ucap keyla bergegas pergi namun langkahnya terhenti mendengar teriakan rayan.
" tunggu... kamu di sini saja dengan siska biar aku yang mengurus semuanya kalian temani dalvin jaga dia" ucap rayan berlari pergi menuju ke bagian administrasi.
Ia segera menyelesaikan pembayaran, agar dalvin cepat mendapatkan penanganan yang terbaik. Keyla terus menangis ia tidak menyangka hal ini akan terjadi pada alvin dia tidak mau kehilangan alvin lagi. Meskipun ia sudah ganti nama atau wajah ia tetap suka dna cinta dengan alvin.
" sudah tenanglah key, dalvin pasti sembuh aku yakin" ucap siska memeluk erat keyla mencoba menenangkan hati nya.
" aku gak sanggup ka kehilangan dia lagi, bagaimana dengan ke dua anakku jika mereka tahu apa yang mereka lakukan pasti mereka sangat sedih. Di hati kedua anakku ada harapan besar bertemu dengan papanya" ucap keyla bersandar di pundak siska.
" aku tahu perasaanmu tapi sekarang bukan saatnya terus menangis kamu harus kuat. Dan kita harus cepat cari donor darah O untuk dalvin segera mungkin" ucap siska merangkul pundak keyla menepuk pelan bahunya.
Tak lama elana datang dengan kakak alvin berjalan menuju tempat duduk keyla.
" hay key" ucap kakak alvin.
Keyla tebelalak seketika mata bengkak nya tak henti menatap orang yang sangat familiar di depannya.
Ia bergegas berdiri tersenyum sinis menatap kakak alvin itu.
" kenapa kamu disini, apa kamu juga akan mencelakakan alvin. Lebih baik kamu cepat pergi dari sini. Sudah cukup kamu sakiti dia" ucap keyla menangis tersedu sedu.
Keyla memukul kasar tubuh kakak iparnya itu berkali kali mendorongnya pergi.
Kakak alvin hanya terdiam menerima pukulan keyla bertubu tubi.
" tunggu biarkan aku bicara key. Aku tahu kamu butuh donor darah agar alvin cepat di selamatkan. Dan golongan darahku sama dengan dia. Aku bersedia mendonorkan darahku untuk adik aku sendiri. Dan tolong lupakan masa lalu itu aku sekarang sudab benar benar berubah" ucap kakak iparnya itu.
Kelopak mata keyla terangkat ia membuka matanya lebar mendengar ucapan kakak iparnya itu.
" apa aku tidak salah dengar kamu mau mendonorkan darah kamu ke alvin" ucap keyla tersenyum miring dengan tatapan tajam ke arah kakak iparnya itu.
" key hanya dia satu satunya harapan kita sebentar lagi alvin akan segera di operasi dan dia butuh donor darah secepatnya agar dia cepat terselamatkan. Jangan pikirkan egomu sekarang pikirkan keselamatan alvin di sana yang terbaring tak sadarkan diri menahan rasa sakit peluru yang menembus ke pinggungnya. Darah nya semakin mengalir ia butuh donor darah seceaptnya key. " ucap siska menepuk pundak keyla mencoba menyakinkan keyla.
Keyla terdiam seketika ia melirik elana yang terlihat menganggukan kepalanya tersenyum tipis menandakan ia harus menerima tawaran kakak iparnya itu.