
setelah alvin merasa tenang, .ungkin tepat nya alvin merasa papa dan mama nya sudah tidak menggoda nya lagi, alvin pun memutuskan untum mengakhiri akting nya.
"mah, pah, kita tinggalin bentar nya, mau ke rumah mertua ku dulu", kata alvin sambil menggandeng tangan dian. belum juga melangkah kan kaki, sura bu shinta kembali membuat dada alvin serasa naik turu .
"apa kata mu vin? kenama maksud nya, mma gak ngerti", tanya bu shinta.
"kita pamit ke rumah mertua ku ma... ke makam maksud nya bersiarah gitu loh ma", kata alvin malas
"ooh kirain, ya udah sana, hati-hati ya nak..!", seru bu shinta
"ok ma", jawab alfin sambil mangacugkan tangan nya ke udara tanpa menoleh lagi pada sang mama yang sedang menertawakan nya
alvin dan dian akhir nya pergi mengunjungi rumah orang tua dian, lebih tepat nya sih makam kedua orang tua dian yah.
dalam perjalanan alvin selalu menggandeng tangan sang istri tampa berniat untuk melepas kan genggaman nya. hingga butuh waktu dua jam lama nya dalam perjalanan barulah tiba di tempat yang mereka maksud kan.
alvin berjalan mengikuti langkah kaki dian, hingga berada di depan kedua makam orang tua dian.
dian mulai menyapa kedua makam tersebut,
"selamat siang ma, selamat siang pa, maaf dian baru sempat memari hari ini, lihat ni ma, pa, dian bawa siapa? coba tebak? kalian pasti uda taukan siapa dia? dia anak mma shinta dan ppa albert ma, nama nya mas alvin.. dia peria yang kalian jodohkan untuk ku saat masih kecil, sekarang kita sudah bersetatus sebagai pasangan suami istri, terimakasih yah sudah mendukung ku sejauh ini, terimakasih pula sudah menitipkan ku pada orang-orang yang baik berada di sekeliling ku, meski banyak coban yang datang silih berganti menghampiri ku, tapi aku kut ma.. pa... maaf sekali lagi maaf baru sempat kita kemari mengunjungi kalian", sambil memeluk pinggul sang suami, dian menumpahkan segala keluh kesah nya.
alvin membals pelukan dian dan mengelus pundak sang istri dengan lembut.
dan kini giliran alvin yang berbicara pada makam kedua orang tua dian.
" selamat siang ma.. pa.. ini aku menantu kalian, aku alvin. yah seperti yang di katakan putri kalian, saat ini kami bersetatus sebagai suami istri.maaf untuk beberapa waktu lalu kami tidak sempat dang kemari untuk memohon restu kalian, alvin janji akan menjaga putri semata wayang kalian seumur hidup ku, terimakasih banyak telah memberikan putri semata wayang ppa dan mama untuk ku ",
setelah dian dan alvin berbicara pada makam kedua orang tua nya, dian refleks memeluk alfin
"terimakasih sayang", bisik dian.
"hehe seharus nya aku yang bilang terimakasih sama kamu, kamu adalah wanita terindah yang Tuhan tutipkan untuk ku, kamu adalah anugrah, mulai hari ini, aku berjanji pada Tuhan dan pada almarhum papa dan mma di surga, akan menjaga mu seumur hidup ku", kata alvin sambil mencium pucuk kepala istri nya dengan lembut dan membawa tubuh mungil sang istri kedalam dekapan nya.
"hemm sekarang udah sore, apa kamu ingin pergi ke suatu tempat? atau inginkan sesuatu?", alvin bertanya pada dian.
"apa boleh sayang?", dian bertanya berbinar-binar pada sang suami.
"boleh sayang", jawab alvin masih memeluk istri nya.
"apa boleh kita ke rumah ku? kerumah mendiang ayah dan ibu ku?", kata dian.
"boleh sayang, ayo kita kesana sekarang", jawab alvin sambil mengajak istri nya dan merangkul pinggul nya.
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhir nya tiba di rumah dian juga. bi ina masih membersihkan kintal rumah mendengar deru mobil di depan rumah, bi ina bergegas menuju garasi mobil, melihat siapa yang datang.
"bukan kah itu mobil den alvin ya?", gumam bi ina.
"selamat sore bi", sapa alvin pada bi ina yang sedang membukakan pintu rumah.
"selamat sore den", jawab bi ina sambil menundukan kepala nya sopan.
betapa kaget nya bi ina melihat seorang wanita yang sangat ia kenal dan ia rindukan berada di balik tubuh tinggi alvin.
dian menjulurkan kepala nya sambil memegang kedua sisi tangan sang suami dari belakang
"selamat sore bi ina ku sayang", sapa dian sambil tersenyum gemes
"non?? non ku? non??", kata bi ina kegirangan tak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini. rasa rindu yang di pendam bi ina selama bebrapa waktu terakhir setelah pernikahan nona muda yang baik hati itupun akhir nya terbalas dengan kedatangan sang nona muda.
"apa kita akan berdiri di luar terus?", kata alvin pada kedua wanita yang sedang saling merindu di depan nya.
"heheh maaf kan kami yang", kata dian pada suami nya.
"ia den maaf, soal nya bibi rindu sama nona muda rumah ini, rasa nya seperti tak berpenghuni rumah ini sejak kepergian non dian", kata bi ina
"hehe iaia bi, hanya bercanda aja", jawab alvin sambil mengelus punggung wanita setengah baya di depan nya itu.
alvin adalah sosok peria yang ramah dan baik kepada siapapun. hanya saja jika ada yang mulai terlebih dahulu maka ia akan berubah sisi baik nya seperti harimau yang siap menerkap siapa saja.
"ayok kita kedalam", kata dian
sesamoai nya di dalam rumah, bi sum masih memasak makanan kesukaan dian, kebetulan hari itu bi sum juga merindukan nona muda nya hingga ia menbelikan masakan yang di sukai sang nona muda.
"hemmm harum banget bi", suara dian mengagetkan bi sum.
"eh kog aku mendengarkan suara non sih? apa aku halus ya?", gumam bi sum tanpa menoleh pada arah suara
dian merasa geli sendiri melihat dan mendengar apa yang dikatakan bi sum.
dian melangkah dan mendekati bi sum dari arah samping.
"noooooonnnnn????? nonn kuuu? ahhh nona kuuu!!!!", seru bi sum lalu memeluk dian dan sedikit mengangkat tubuh dian
alvin yang mendengarkan teriakan seseorang dari arah dapur pun akhir nya menuju sumber suara sambil berlari..
"sayang!!!", teriak alvin memanggil istri nya dengan rasa khawatir.
"hahahahhahahahha", terdengar suara gelegar tawa dian dan bi sum dari dapur, saat alvin tiba di depan dapur, alvin mengelus dada nya yang masih berpacu kencaang
"yang..!!", alvin mengagetkan bi sum dan dian yang masih kegirangan
"sayang? ada apa?", kata dian pada suami nya.
"yang... seharus nya aku yang nanya, kenapa?", kata dian kebingungan melihat sang sumi.
"aku kira kamu kenapa-napa yang..!", jawab alvin masih tetap berdiri di tempat nya.
"maaf yah den, bibi terlalu rindu sama non", kata bi sum sambil tertunduk
"gak apa-apa bi.., tadi nya aku kira istriku kenapa-napa", sambil berjalan menuju sang istri
dan mengelus rambut dian yang tergerai indah.
"istriku pasti orang yang sangat baik dan lembut pada semua orang, terlihat dari orang-orang yang ada disekitar nya juga sangat menyayangi nya, aku beruntung memilih nya dan aku salah dengan penilaian ku tanpa mengenali nya terlebih dahulu, aku peria yang sangat beruntung sekali mendapatkan segala cinta nya", kata alvin
bi ina dan bi sum yang menyaksikan drama nyata di depan mereka menjatuhkan buliran bening dari pelupuk mata nya.
.
.
.
hay guys, tolong di vote/diberi tip yah untuk mendukung novel ku ini yah, biar up nya lancar gitu. heheheh 😘😇🙏