
"yang kog gak makan sih? punya ku udah habis loh yang", dian bertanya pada sang suami yang masih belum menyentuh sesuap nasipun
"udah kenyang", jawab nya singkat dan datar
"tapi kan kak belum makan sejak tadi cuma sarapan roti aja kak", dian masih bersikuku
"udah selesaikan? ayo kita pulang,. aku gak doyan makan makan nasi padang ini", kata alvin tanpa mengalihkan pandangan dari sang istri didepan nya.
"di bungkus aja boleh kak", kata yudi tak enak hati karena tamu nya tidak mau makan nasi padang buatan yudi.
"ah gak usah, dirumah bisa di bikinin mbok kog", kata alvin menolak sambil memberikan uang lembarang seratus ribu sebanyak 10 lembar dan menaruh nya di meja.
"anu kak, kebanyakan. ini cuma 60ribu total seluruh nya", kata yuda ingin memberikan kembali uang nya.
"gak usah, itu buat kamu", kata alvin judes sambil berdiri lalu meraih pergelangan tangan dian.
"yud pamit yah, lain kali kita ketemu lagi", kata dian sambil mengikuti langkah sang suami.
alvin tidak menyadari genggaman tangan nya sangatlah kuat sehingga membekas di kulit putih mulus sang istri. dian yang merasakan hawa kemarahan sang suami hanya bisa meringis menahan sakit di pergelangan tangan nya.
tanpa alvin sadari kini kuku nya melukai pergelangan tangan dian. "aowww", suara dian akhir nya keluar saat alvin membanting pintu mobil sangat kuat
dian sangat terkejut dengan kelakuan sang suami pada nya. ia hanya mengeluarkan butiran air mata saat ini.
alvin menyakan mobil meninggalkan parkiran rumah makan milik yuda
dalam perjalanan pulang baik alvin maupun dian sama sama tak ingin berbicara. keheningan di dalam mobil bagaikan tak ada penumpang.
darah yang keluar dari pergelangan tangan dian semakin tak berhenti, dian menggosokan nya menggunakan tisu mobil.
alvin yang menyadari pergerakan sang istri akhirnya membelokan arah mobil menuju kantor milik alvin (kebetulan dekat sih dari arah kedua nya saat ini, ketimbang ke rumah akan memakan waktu cukup lama dengan kemacetan kota jakarta di hari libur seperti ini)
alvin memarkirkan mobil lalu membukakan pintu untuk sang istri. tanpa meminta persetujauan dian, alvin melepaskan sabuk pengaman dari tubuh sang istri dan menggendong nya menuju ruangan pribadi.
dian yang menyadari bukan rumah nya saat inipun enggan untuk bertanya, bahkan alvin pun tidak mau berbicara sepatahkata pun.
"kenapa sih kamu masih mencintai lelaki bayangan mu itu? jika masih mencintai nya kenapa kalian bicarakan itu di depan mata ku? awas aja si kuda itu. aku pastikan warung makan nya bakalan tutup sekali ku kedipkan mata ku. liat aja kamu kuda. kamu juga pasti punya rasa kan sama milik ku? liat aja kamu akan ku buat lutut mu mencium lantai memohon ampun pada ku", batin alvin
alvin mendudukan sang istri di sofa lalu mengambil kotak p3 k yang berada di ruangan nya. alvin sangat telaten seperti seorang perawat yang terampil membersihkan luka sang istri akibat ulah nya.
alvin bernafas legah saat luka yang di ciptakan nya di balut dengan salep.
"apa ada yang ingin kamu bicarakan?", alvin bertanya pada dian sambil berdiri di hadapan sang istri.
"kenapa sikap kakak berubah?", suara dian bergetar seperti ingin menangis saat ini.
alvin memilih untuk duduk bersebrangan dengan di batasi meja di depan nya saat ini.
"a..aku..rasa kakak berubah jadi seseorang yang kasar hingga kakak gak menyadari aku terluka dan aku kesakitan", jawab dian sambil menundukan wajah nya.
"apa kamu menyadari kesalahan mu dian? apa kamu memikirkan perasaan ku bersama lelaki di warung makan itu? siapa tuh nama nya tadi? si yuda ataupun kuda itu gak mikir ada aku disana. jika kalian ingin bernostalgia se enggak nya mikir perasaan ku dong. gimana gak sakit hati coba??? apa lagi saat kamu bilang masih mencintai pria brengsek bayangan mu itu. menjengkel kan banget!! pokok nya mulai sekarang kamu gak boleh makan di kuda itu. warung kuda itu bakalan aku tutup besok dan aku pastikan si kuda itu meraung raung karena sudah mengganggu kenayamanan ku", cercah alvin panjang kali lebar.
dian berdiri sambil tertawa sinis pada nya.
"hahahahaha kakak bilang apa??? pria bayangan itu brengsek??", dian bertanya memastikan kembali kata nya.
"iyahh betul sekali. pria itu sangat brengsek", kata alvin tegas dan lugas
"okey. asal kakak tau aja yah, pria bayangan ku itu benar benar lelaki bodoh teramat sangat bodoh disaat itu", kata dian sambil menunjukan jari telunjuk nya ke arah alvin
lalu dian melanjutkan lagi "mau tau kisah tentang aku dan dia kak?", dian bertanya lagi namun alvin melipatkan kedua tangan nya di dada sambil duduk dan mendongkakan wajah nya ke arah sang istri tanpa ekspresi dan merepon apa yang sedng di bicarakan istri tercinta nya itu.
dian pun kini melanjutkan kisah nya tanpa menunggu persetujuan sang suami. niat hati dian tak ingin membicarakan nya, namun melihat ekspresi datar sang suami, mau tidak mau dan suka tidak suka dian pun kini memutuskan untuk kembali bernostalgia dengan pemikiran nya sendiri di masa lalu saat ia duduk di bangku skolah menengah pertama.
"dulu saat aku masih smp, aku di kejar oleh beberapa orang yang entah siapa mereka. aku pun gak tau menau apa yang di ingin kan para lelaki itu pada ku.
tapi yang pasti mereka adalah pria jahat yang ingin menjatuhkan papi dan mami ku dulu. hingga pada akhir nya aku bertemu seorang pria dewasa yang berpenampilan menarik pada masa nya.
akupun menmasuki mobil pria itu dengan tujuan untuk menyelamatkan diri ku. yang aku tau pasti lelaki itu adalah malaikat bagi ku. lelaki dewasa itu mengajak ku untuk ke sebuah tokoh pakaian seragam untuk menggantikan pakaian seragam yang sudah kelihatan berantakan di tubuhku.
entah apa penilain pria itu terhadap aku yang saat itu sangat brantakan. dia begitu manis, kami bahkan bertukar barang berharga yang sampai saat ini aku simpan, dan aku mengambil diari pria itu.
hari-hari ku menunggu kedatangan sang lelaki bayangan itu setiap saat dan setiap hari. bahkan aku menolah semua pria yang ingin berpacaran dengan ku hingga aku mengambil jurusan sama dengan nya dan bekerja di kantor milik keluarga nya.
sebenar nya aku gak tau siapa sih pria itu, dia hanya meninggalkan catatan nama kantor itu.
aku menunggu nya tiap hari dan bahkan aku hampir putus asa karena dia tak kunjung datang menemui ku,. hingga akhir nya aku di nikahkan dengan pria bayangan brengsek itu saat ini yang aku katakan bebrapa jam lalu sangat mencintai nya.", dian bercerita tentang kisah nya dengan sangat sungguh sungguh dan ada segurat penyesalan di dalam tatapan nya terhadap sang suami.
entah karena apa penyesalan itu hadir saat ini.
"apakah kamu cemburu kak??", dian lanjut bertanya lagi
.
.
.
hay guys tolong di vote novel ini yah... jangan lupa di share ke teman lain nya.
trimakasih banyak atas bantuan dan budi baik nya
god bless yoy all 🥰😇🤗