Holy Marriage

Holy Marriage
Video Memalukan



Mobil melaju melewati gerbang sekolah.


Anna melirik Alan yang tampak serius menyetir.


“Maaf aku udah ngerepotin kamu.” Anna menunduk.


Alan menoleh.


“Kamu pasti ilfil ngeliat aku acakadul kayak gini cuma gara-gara berantem.” Anna merapikan rambutnya dengan mengusap-usapkan telapak tangan ke kepala.


“Nggak semestinya kamu ngamuk sama Joli.”


“Jangan salahin aku, dong. Joli yang mulai. Dia ngefitnah aku. Dia bilang ke banyak orang kalau aku mesum sama Rafa. Itu semua bohong. Aku kesel jadinya. Aku jijik banget dengernya.” Anna melepas napas kasar mengingat kata-kata Joli yang sama sekali tidak benar dan diumbar di depan banyak orang. Tapi ia menyesal sudah menonjok hidung Joli hingga lubang hidungnya mengeluarkan darah. Pasti sakit. Kenapa ia bisa semarah itu? Seharusnya ia tidak perlu melakukannya.


“Pukulanmu ke hidung Joli terlalu keras. Untung aja orang tua Joli baik sama kamu. Kalau mereka menuntut, kamu pasti berada di pihak yang salah.”


“Tapi kan Joli yang mulutnya ember.”


“Tetap aja, kamu yang ngedatengin Joli dan ngelabrak dia. Narik lengan kemejanya dan duluan mukul dia.”


“Jadi Pak Firdaus tadi nyeritain semuanya ke kamu?”


“Enggak.” Alan membuka ponselnya dan membuka youtube, menunjukkan video yang baru saja diposting di sana.


Anna terbelalak melihat dirinya yang sedang berkelahi dengan Joli di dalam video itu. Astaga, siapa yang tega merekam dan memposting kejadian itu?


“Seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia bisa melihat atraksimu,” ucap Alan dan mematikan youtube. Lalu memasukkan ponsel ke kantong balik jasnya.


Anna menunduk dengan muka memerah. Sungguh, ia mendadak malu dipergoki Alan sudah melakukan perbuatan memalukan itu oleh seluruh penjuru negeri. Andai saja Alan tidak mengetahui hal itu, akankah Anna semalu sekarang?


“Maafin aku. Kamu pasti malu punya istri kayak aku,” lirih Anna.


“Hah? Diskors?”


“Lima hari.”


“Padahal bentar lagi Ujian Nasional.”


“Akhirnya kamu tau kan, maksudku bukannya nyalahin kamu. Tapi tindakanmu itu merugikan dirimu sendiri. Seharusnya kamu nggak perlu memukul Joli, cukup kasih dia pengertian atau peringatan.”


“Mampus deh, kalau Ayah atau Papamu tau soal ini, aku pasti malu banget.”


“Semoga enggak. Aku udah suruh kepala sekolahmu mengurus masalah ini, supaya pemilik akun itu menghapus video yang diposting, nggak hanya satu orang yang memposting video itu di youtube dan instagram. Jika ada lagi yang mempostingnya, maka akan dikeluarkan dari sekolah karena hal itu sama aja merusak nama sekolah.”


Anna tersenyum merasa dibantu oleh Alan.


“Jadi kamu tahu masalah ini dari siapa? Biasanya sekolah akan menghubungi Ayah jika ada hal-hal yang perlu disampaikan kepada orang tuaku, apa kamu taunya dari Ayah?”


“Ayahmu belum tau soal ini. Tadinya tujuanku dateng ke sekolah untuk menjemputmu, tapi waktu kutanya pada seorang guru dimana kelasmu, guru itu malah bilang kalau kamu berada dalam masalah. Dan aku diminta untuk menemui kepala sekolah setelah kubilang kalau aku adalah orang yang bertanggung jawab atas dirimu.”


Anna mengangguk. Pantas saja Alan tadi pagi menyuruhnya pergi sekolah naik taksi, ternyata Alan sudah berniat akan menjemputnya saat pulang sekolah.


Alan memarkirkan mobil di depan mol. Anna hanya bisa menurut saat Alan menyuruhnya membeli sehelai pakaian dan langsung menukar seragam sekolah dengan pakaian itu, juga menukar sepatunya dengan sepasang sendal cantik. Setelah itu mereka kembali ke mobil.


Alan selalu saja menyuruh Anna tukar pakaian setiap kali bepergian.


TBC


Deeuh kalian ini bikin gatel tanganku aja pengen update, abisnya pada ga sabaran minta up. tengkyuh yg udah setia komen dan baca sampe sini