Holy Marriage

Holy Marriage
Kisah Sebenarnya



“Gue juga nggak tahu harus bagaimana membuktikannya. Tapi inilah yang Alan katakan ke gue,” jawab Reno. “Setiap saat, yang dia bahas hanyalah lo. Alan nggak mau ngejemput lo dari rumah sakit karena keangkuhannya, padahal sebenarnya dia sangat mencemaskan kondisi lo, bahkan sampai rela setiap menit nanyain kondisi lo ke Stefi. Alan sengaja nggak ngubungin lo, nggak ngejenguk lo sesaat setelah lo kecelakaan bukan karena nggak perduli, tapi keangkuhan yang menjadi alasannya. Dibalik rasa cintanya yang begitu tinggi, ia rela jual mahal. Sebagai salah satu bukti, mungkin lo bisa liat isi brankas yang ada di kamar Alan. Di sana dia menyimpan semua barang-barang yang dia anggap sangat berharga.”


Anna mengesah.


“Alan frustasi saat Cintya dateng ke rumah Pak William dan marah-marah bukan karena terluka atas sikap Cintya, melainkan menyesal udah menyalakan api dan mencoba hubungan pura-pura dengan Cintya hingga imbasnya seperti sekarang. Cintya mengancam akan membongkar hubungan mereka pada William kalo Alan nggak mau menikahinya. Cintya mendesak minta dinikahi, sementara Alan hanya nggak tega menyakiti Cintya dan dia kebingungan mencari alasan yang tepat untuk memutuskan Cintya. Bagaimana bisa Alan memutuskan hubungan dengan Cintay begitu saja sementara selama ini dialah yang membujuk Cintya untuk bersabar menunggunya dengan segala kata-kata manisnya? Semua dia lakukan supaya Cintya tetap mau bertahan menjalin hubungan dengannya.”


Reno menarik nafas.


“Alan sangat mencintai lo, Anna. Perasaan itu udah ada sejak lama dan nggak ada orang lain yang menempati hatinya kecuali lo. Selama ini Alan kesulitan memutuskan Cintya karena nggak tega, dia yang menyatakan cinta pada Cintya, dia yang memberi banyak janji pada Cintya dan dia nggak punya alasan untuk bisa menyakiti Cintya begitu saja. Tapi setelah semua surat kabar memberitakan tentang hubungannya dengan Cintya, Alan menjadikan dalih kejadian itu sebagai alasan untuk memutuskan Cintya. Hari itu juga, Alan langsung menemui Cintya memutuskan hubungan. Meski Alan yakin kalau Cintya bukanlah dalang dibalik tersebarnya berita itu, namun Alan ngejadiin masalah itu sebagai alasan untuk bisa putus hubungan dengan Cintya.”


“Lo bohong. Alan menemui Cintya bukan untuk mutusin, tapi dia malah bermesraan dengan Cintya.”


“Dari mana lo tau Alan mesraan dengan Cintya?”


“Gue dapet rekaman videonya, asli kiriman dari Cintya.”


Kemudian Reno menceritakan sesuai dengan yang Alan sampaikan padanya.


Saat itu, Alan berpamitan pada Anna untuk menemui Cintya dan akan menyelesaikan masalah dnegan wanita itu.


Cintya langsung menghambur dan memeluk Alan sesaat setelah membuka pintu dan mendapati pria yang sangat dia cintai berdiri di depan pintu.


“Aku yakin kamu pasti dateng ke sini untuk menemuiku. Kamu pasti akan menenangkanku yang juga frustasi akibat berita itu. Kamu percaya kalau aku nggak serendah yang ada dalam surat kabar itu, kan?” Cintya menggebu-gebu.


Alan memegang lengan Cintya dan menjauhkan gadis itu dari tubuhnya.


“Alan, katakan kamu mencintaiku, kan?” Cintya memegang pipi Alan dengan telapak tangannya. Kemudian ia menarik lengan Alan dan mengajaknya masuk ke rumah. Gadis itu menyeret Alan menuju ruang keluarga. “Kita bicara di sini.”


TBC