
Bukan hanya itu saja yang membuat Anna terkejut, ia bahkan hampir shock melihat Azzam dalam gendongan William, shock bercampur ingin menangis haru.
Tak lama, Clarita dan Stefi muncul mendorong meja yang di atasnya ada sebuah kue ulang tahun berukuran sangat besar. Lilin-lilin yang sudah menyala menghias di atas kue.
Alan berjalan ke tengah-tengah ruangan, mengambil Azzam dari gendongan William, kemudian ia mendekati Anna sambil menyanyikan sebuah lagu, “Happy birth day to you… Happy birth day to you… Happy birth day… happy birth day… happy birth day to you…”
Detik berikutnya seisi ruangan koor menyanyikan lagu yang sama sambil bertepuk tangan riuh.
Pandangan Anna mengedar ke wajah-wajah sumringah di ruangan itu. Kemudian kini fokus menatap Alan yang tengah berjalan ke arahnya membawa Azzam. Anna sebenarnya ingin menonjok Alan, atau menjambak-jambak semua rambut di tubuh Alan, tapi ini di depan keluarga besar Alan, Anna tidak bisa melampiaskan kekesalannya itu. Tega sekali Alan ngerjain sampai separah ini hanya untuk sebuah ucapan selamat ulang tahun. Antara terharu dan kesal berkecamuk dalam dadanya.
Alan berdiri di hadapan Anna, senyumnya mengembang lebar. Azzam langsung menjulurkan tangannya ke arah Anna, minta pindah gendongan.
“Orang yang sedang ulang tahun memang harus mendapat hukuman bukan? Maaf, kalau hukuman dariku ini keterlaluan,” ucap Alan sembari menatap mata Anna lekat-lekat. Kemudian kepalanya maju dan mengecup singkat pipi Anna, disambut dengan sorak tepuk tangan, terutama Clarita dan Stefi.
“Jahat kamu, Mas Alan. Aku hampir gila!” Anna mencubit perut Alan dan Alan mengaduh kecil merasakan cubitan kuat yang pasti akan meninggalkan bekas. Muka Alan sampai memerah menahan sakit cubitan Anna yang begitu dahsyat.
“Cukup cukup! Aku minta ampun.” Alan melepas cubitan Anna sambil tersenyum kecut. Kemudian ia membimbing Anna menuju kue. “Potong kuenya!” titahnya pada Anna sembari kembali mengambil Azzam dari gendongan Anna.
Dengan seulas senyum, Anna memotong kue, meletakkannya ke piring kecil. Lalu menyuapi potongan kue pertama untuk Alan.
Setelah Anna mencicipi kue, semua yang ada di ruangan itu pun mengucapkan selamat ulang tahun dan sederet doa terbaik untuk Anna.
Suasana mendadak gaduh oleh kesibukan seisi ruangan yang menyerbu kue dan menikmatinya.
Anna menatap Alan dengan pandangan seakan masih menaruh dendam. Alan mengangkat dua jari dan berkata, “Peace!”
Sikap Alan membuat Anna tersenyum mgemas bercampur sebel.
“Jangan ulangi lagi!” ucap Anna penuh ancaman. “Atau nggak akan ada adegan balasan yang hot dariku saat di ranjang,” bisik Anna membuat Alan mengernyit dan menangkupkan kedua tangan di depan dada.
“Ayolah sayang, gitu aja ngambek. Aku Cuma mau kasih kejutan buat kamu. Maaf. Aku minta maaf.” Alan mengecup singkat kening Anna.
Sayangnya, Azzam merasa lelah saat tubuhnya beberapa kali dipindah-pindah dari satu tangan ke tangan lainnya hingga akhirnya bocah itu menangis. Yang belum kebagian memegang Azzam, mengeluh kecewa saat Azzam diambil alih oleh William. Di tangan kakeknya itu, tangis Azzam pun terhenti.
***
TBC
Sambil nunggu cerita ini update, kalian bisa baca cerita baruku, silahkan kunjungi ceritaku yang berjudul SUAMI SENSASIONAL.
Ini nih penampakan covernya.
Sinopsis :
Azlan menerima tawaran sebagai bodyguard yang bertugas 24 jam menjaga putri pengusaha kaya bernama Alexa. Bermula dari kisah klise saat Azlan menyelamatkan pengusaha kaya dari perampokan, Azlan pun ditawari menjadi bodyguard putrinya. Azlan terikat kontrak selama dua tahun, jika Alexa menikah maka pekerjaan dianggap selesai.
Di hadapan umum, Alexa terpaksa mengakui Azlan sebagai suaminya supaya mantannya tidak lagi mengganggunya. Bahkan Alexa harus mencium Azlan di hadapan mantannya demi membuktikan bahwa Azlan benar-benar telah resmi menjadi suaminya.
Apa yang terjadi antara Azlan dan Alexa saat salah satu diantara mereka merasakan jatuh cinta sementara Azlan sudah memiliki calon istri di kampungnya?
---
Follow instagramku @emmashu90
Disana aku aktif berbagi info. Tengkyuh
Love,
Emma Shu