Holy Marriage

Holy Marriage
Kebimbangan



Anna saat ini juga sedang merasakan patah hati, diselingkuhi pacarnya sekligus dikhianati sahabatnya. Tapi kesedihan kakaknya seperti jauh lebih parah dibandingkan dirinya. Apakah mungkin karena Angel terlalu mendalami kisah cintanya? Melihat Angel yang sekarang seperti melihat kesedihan Rose yang kehilangan Jack di film titanic. Ck ck ck...


“Tapi Kakak harus makan, dong. Liat deh, badan kakak lemes banget.”


Angel menggeleng seraya menjatuhkan kepala ke belakang dan menyandar ke dinding. Ia seperti sudah tidak kuat lagi menopang kepalanya sendiri.


“Lebih baik Kakak mati aja dari pada harus menanggung semua ini. Meninggalkan Colin lebih menyakitkan dari segalanya. Mungkin dengan kakak mati, semua masalah akan selesai,” lirih Angel kemudian tubuhnya ambruk tepat di pangkuan Anna.


Seketika itu Anna menjerit histeris.


***


Di rumah sakit, Herlambang panik dengan kondisi Angel. Namun juga bingung bagaimana nasib perjodohan yang sudah ia sepakati sejak lama, bahkan kini William sudah menghabiskan banyak uang untuk persiapan resepsi pernikahan.


Herlambang mondar-mandir di depan pintu tempat Angel dirawat. Anna duduk di kursi menatap iba pada kegelisahan ayahnya.


Tak lama ponsel Herlambang berbunyi, William menelepon.


“Ya, Pak. Oke, oke. Semuanya sudah saya siapkan. Baik.” Herlambang terdiam menatap ponselnya. Seperti ingin menangis, ia mengusap wajahnya gusar. Ia tidak berani mengatakan kejadian yang sesungguhnya, bahwa putrinya menolak perjodohan tersebut. Walau bagaimanapun, Herlambang telah menentukan tanggal pernikahan yang langsung disetujui oleh William.


Ditengah kecemasannya akan kehilangan putrinya, Herlambang juga cemas akan kehilangan muka. Ia tidak sedang berhadapan dengan orang biasa saat ini, tapi pengusaha besar yang namanya telah tersohor. Sebuah kehormatan besar baginya bisa menjalin persaudaraan dengan keluarga William. Mungkin William akan menanggung malu dihadapan banyak orang, kolega, klien, dan orang-orag besar yang mengenalnya jika pernikahan putranya gagal. Dan Herlambang akan menjadi orang paling kejam setelah apa yang William lakukan selama ini dibalas dengan tuba. Tragis.


Anna menatap ayahnya yang duduk disisinya.


“Yah.” Anna menyentuh punggung tangan ayahnya. Mungkin dengan memberi sentuhan, ayahnya akan sedikit merasa lebih tenang. Anna mengerti ada banyak kecemasan di wajah ayahnya. Bukan hanya mencemaskan keadaan Angel, tapi banyak hal.


Herlambang menoleh, tersenyum miris. Ia berusaha menyembunyikan kekalutannya meski Anna menangkap dengan jelas kepedihan ayahnya.


Haduh, kok jadi seribet ini ya urusannya? Pikir Anna.


“Yah, Ayah kenapa?” seru Anna cemas.


“Eh... Nggak pa-pa. Hanya sesak nafas.” Herlambang berusaha menarik nafas dalam-dalam.


“Biar Anna panggil dokter.”


Herlambang menarik tangan Anna untuk mencegah. “Tidak usah, Anna. Ayah tidak apa-apa.” Herlambang kembali menarik nafas dalam-dalam. “Entahlah, apa Tuhan akan mencabut nyawa ayah?”


Spontan Anna menutup mulutnya dengan telapak tangan.


“Ayah jangan ngomong kayak gitu.” Anna semakin cemas.


Herlambang tersenyum menatap kepanikan bungsunya. “Ayah sangat menyayangimu, juga kakakmu. Salahkah ayah jika ingin memberikan jodoh yang baik untuk kakakmu?”


Anna diam. Entah siapa yang salah. Herlambang begitu yakin akan kepatuhan Angel hingga untuk urusan jodoh pun ia tidak menyangka jika akhirnya Angel justru membantah.


Herlambang menegakkan punggung dan menyandarkannya ke sandaran kursi. “Dada ayah sedikit nyeri.”


“Plis, biar Anna panggilin dokter.”


“Nggak usah. Ayah nggak punya banyak uang. Biarlah uangnya untuk pengobatan kakakmu.”


Sejauh ini Herlambang berkorban untuk anak-anaknya. Lalu apa yang bisa anak-anaknya lakukan untuk membahagiakannya?


TBC