Holy Marriage

Holy Marriage
Fitnah



Suasana kantin sekolah dipadati anak-anak kelas dua belas yang berjubel mengisi setiap meja. Tak lain kelasnya Anna. Jam kosong kerap membuat anak-anak mengisi waktu dengan makan di kantin.


Anna duduk di salah satu meja sambil menyesap es teh. Beberapa cewek duduk di dekatnya sambil mengunyah jajan. Biasanya, dimana ada Anna, selalu ada Joli. Tapi itu terjadi ketika mereka berstatus sahabat, sekarang tidak lagi. Anna duduk di sana hanya ditemani Arini.


Sejak kejadian siang bolong yang dipergoki Anna waktu itu, Joli kerap menghindari Anna. Gadis itu malah jutek duluan ketimbang Anna. Bukannya minta maaf, malah sengak. Joli sedang berusaha menutupi kesalahannya dengan membelenggu Anna.


Tidak masalah bagi Anna, bukan hanya Joli saja teman sekolah Anna. Ada banyak orang yang bisa diajak berbagi dan bersenda-gurau.


Anna menatap arloji di tangannya, setengah jam lagi bel pulang. Sekilas ia menatap ke arah meja yang jaraknya tidak jauh dari mejanya. Tampak tiga cewek asik ngerumpi kemudian tertawa cekikikan. Anna mengulang pandangannya untuk memastikan sesuatu, ternyata salah satu dari tiga cewek yang duduk membelakanginya itu adalah Joli. Mereka sedang membicarakan apa?


“Anna pernah ciuman sama Rafa. Trus Rafa bilang, mulut Anna bau jengkol.”


Obrolan yang terdengar sampai ke telinga Anna membuat Anna mendadak berang. Dadanya langsung memanas, Joli sedang memfitnahnya. Asik berbisik menceritakan hal-hal palsu.


Gelak tawa dua cewek yang duduk di sisi Joli pun pecah membahana.


“Namanya juga udah jadi mantan, nggak takutlah Rafa buka-buka rahasia,” lanjut Joli yang kembali disambut dengan tawa menggelegar di sekelilingnya.


“Mereka ngomongin lo tuh, Ann. Sengaja banget suaranya dikeras-kerasin biar lo denger,” ujar Arini yang duduk di dekat Anna.


Merasa kesal, Anna berdiri dan melompati meja di depannya layaknya super hero di di film action. Ia memutari meja yang ditempati Joli dan kini berdiri lantang di hadapan mantan sahabatnya itu.


Joli balas menatap Anna lebih sadis.


“Sebenernya mau lo apa, Jol?” Anna menggertak keras, urat rahangnya mengeras. Ia ingat betul kalau Joli paling anti dipanggil dengan sebutan Jol, dan Anna menyebut nama itu. Sebab Jol itu adalah nama panggilan anjing harder milik tetangganya.


Joli menatap sengak sambil mengulum senyum sinis.


“Bisa banget lo fitnah-fitnah gue, hah?” Anna menggebrak meja Joli, membuat dua orang yang duduk di sisi kiri kanan Joli terlonjak kaget. Sementara Joli tampak tenang duduk di sana.


Sontak saja Anna menjadi pusat perhatian seisi kantin, termasuk Bik Narti, pelayan kantin yang ikut-ikutan memperhatikan.


“Apa maksud lo ngomong nggak bener kayak tadi? Pendusta lo. Nggak nyangka kalo ternyata lo sejahat ini.” Emosi Anna benar-benar tersulut, apalagi sekarang Joli malah tertawa geli.


“Biasa aja kali, Ann. Rafa udah banyak cerita ke gue soal lo, kok. Gimana kecilnya gundukan di dada lo itu, gimana tebelnya daki di pinggul lo, dan..”


“Cukup!” Anna histeris. Sedikitpun Rafa tidak pernah menyentuh tubuhnya, apalagi sampai ke bagian-bagian terlarang seperti yang dituduhkan Joli. Justru sebaliknya, Jolilah yang melakukan hubungan itu dengan Rafa. Lantas kenapa Joli memutar balikkan fakta? Beginikah cara Joli menutupi rasa malunya? Atau dia memang tidak punya malu?


Merasa kesabarannya sudah habis, Anna menarik lengan kemeja Joli hingga tubuh Joli memutari meja dan kini berada di depan Anna tanpa penghalang.


TBC


-------


Aku update banyak nih guys, syuratnya kalian kasih komen di setiap chapter yak, biar lusa aku ketagihan update banyak lagi.