Holy Marriage

Holy Marriage
Cinta Yang Agung



Alta diam saja mendengarkan bosnya yang berbicara banyak. Dia tahu betul bagaimana bosnya itu mendambakan sosok Anna sejakw anita itu masih remaja.


Beberapa kali Alan mengunjungi rumah Anna dengan alasan ingin membicarakan masalah bisnis dengan Herlambang, ayahnya Anna. Dia bahkan sering membawakan oleh-oleh serta bunga untuk Anna kecil.


Dia juga sering minta di kiss dengan cara menunjuk pipinya menggunakan jari telunjuk sebelum dia memberikan oleh-oleh yang dia bawa kepada Anna, kemudian Anna pun memenuhi permintaan Alan dengan mencium pipi Alan, setelah itu Anna melonjak girang mendapatkan hadiah dari Alan.


Sikap Anna yang demikian tentu berbanding terbalik dengan Angel, kakaknya yang tidak seberani Anna terhadap laki-laki.


“Aku sangat mencintai Anna, aku bahkan sudah sangat menginginkannya saat dia masih remaja. Aku tidak ingin jujur karena aku tidak mau Anna terpukul, biarlah dia melihatku sebagai pria yang tidak baik sehingga dia tidak begitu terpuruk saat aku meninggalkannya selamanya,” lanjut Alan. “Usiaku divonis tidak akan lama lagi.”


Kemudian Alan tersenyum miris. Dia mengusap wajahnya dan berkata, “Cuma kamu yang tahu hal ini, itu pun karena kamu terlanjur memergoki hasil pemeriksaan dokter mengenai sakit yang kualami. Seandainya kamu tidak melihatnya, tentu aku tidak akan memberitahukanmu.”


Alan beberapa kali menarik nafas dalam-dalam. “Aku ingat bagaimana perjuangan Anna melahirkan anakku, dia benar-benar luar biasa.”


“Saya melihat rasa cinta Bapak yang begitu dalam terhadap istri Bapak. Istri Bapak beruntung sekali memiliki suami yang memiliki cinta sedahsyat Bapak, bahkan Bapak sampai rela menyembunyikan semua ini hanya karena tidak ingin istri Bapak menderita saat Bapak meninggalkannya. Luar biasa. Tapi bukankah lebih baik Bapak jujur saja? Istri Bapak mungkin justru akan lebih sakit saat Bapak justru menyakitinya.”


“Kamu tidak mengerti, Alta. Aku sangat mencintai Anna, aku tidak bisa mengungkapkan sebesar apa cintaku kepadanya, tapi aku merasakannya, dan inilah yang menjadi dasarku untuk membuat Anna membenciku. Karena ditinggal oleh orang yang sangat dicintai akan terasa sangat menyedihkan, ketimbang ditinggal oleh orang yang sangat dibenci.”


Mata Alta berkaca-kaca melihat ekspresi Alan yang meringis, ungkapan bosnya itu membuatnya terharu. Mungkin ada banyak wanita yang ingin dicintai oleh laki-laki dengan cinta seperti itu, cinta yang ditujukan hanya untuk satu wanita saja. Ya, betapa agung rasa cinta Alan terhadap Anna.


Tidak ada wanita yang dibicarakan oleh Alan kecuali Anna, tidak ada kisah yang menarik untuk Alan bicarakan kecuali kisah cintanya dengan Anna. Alta juga sering mendengar Alan membicarakan kisah cintanya bersama dengan Reno.


“Kamu menangis?” tanya Alan melihat air mata Alta yang menetes.


“Eh, saya menangis?” Alta tidak sadar dengan air mata yang menetes di pipinya. Bahkan dia sampai tidak sadar pucuk hidungnya sejak tadi emmerah dan kembang kempis. “Kisah cinta Bapak dengan Nona Anna melebihi kisah cinta Rose dan Jack di Titanic. Saya terharu, Pak.” Alta buru-buru menghapus air matanya dnegan telapak tangan. “Di dunia ini, ada banyak lelaki yang mencintai seorang wanita, tapi rasa cinta mereka tidak sebesar cinta Bapak kepada Anna. Apa lagi posisi Bapak yang mapan begini, ada banyak wanita yang mungkin mengagumi Bapak, tapi Bapak setia pada satu wanita. Saya benar-benar mengagumi kisah ini. Oya Pak, apa ada yang bisa saya bantu lagi?”


“Tidak ada. Kamu bisa pergi.”


“Baik, Pak. Saya permisi.” Alta berlalu meninggalkan ruangan.


TBC


.


.


.