
“Mbak, kok, Mas Alan malah pergi naik mobil satunya ya? Bukannya hari ini kita mau liburan? Saya sudah siap nganterin ke tempat wisata ini.” Andra muncul seperti seorang kebingungan.
“Nggak jadi pergi, Ndra,” ketus Anna.
“Loh?”
“Mas Alan ada kerjaan mendadak. Ya udah, bawa balik lagi gih kopernya.”
“Yaah.. kasian Mbak Anna, selalu gagal terus kalau mau liburan. Anehnya, pas Mas Alan sedang nyantai ngabisin waktu sama Mbak Anna di rumah, kok ya nggak ada kerjaan dadakan, giliran pas mau liburan gini, eeh tiba-tiba ada kerjaan urgent. Ini kayak dikondisikan, sedikit perlu diwaspadai.” Andra kemudian membungkam menatap Anna yang serius menatapnya. Sepertinya tatapan majikannya itu sedang menilai-nilai dirinya. “Oke, saya jemput koper dulu, Mbak.”
Andra lari ngacir ke lantai bawah mengambil koper yang sudah ia masukkan ke bagasi.
Anna membawa Azzam menuruni anak tangga. Lebam di pipi Azzam sudah mulai membaik. Obat beraksi dengan cepat.
“Mbak, ini tarok ke atas, ya?” Andra muncul membawa koper yang baru saja ia jemput.
“Iya, tarok aja di kamar.”
“Ndra, setiap orang itu beda-beda. Nggak semua orang tajir kayak mantan bosmu. Aku mengenal Mas Alan sangat baik dan nggak suka nikung apa lagi main gila sama perempuan. Dia bukan tipe tukang selingkuh, bukan tipe laki-laki yang suka penasaran sama perempuan. Dia sayang sama keluarganya.”
“Iya deh, Mbak. Saya kan Cuma cerita. Ya udah saya permisi ke atas dulu.” Andra menarik koper menuju ke anak tangga. Tak lama koper menggelinding ke bawah setelah Andra sudah berada di tengah-tengah anak tangga.
Anna sampai terkejut mendengar suara dentuman koper beradu dengan anak tangga hingga sampai ke lantai bawah. Ramenya bukan main, udah kayak perang aja.
“Ya ampun, Ndra, kamu masih bisa kerja nggak sih? Bawa koper aja bisa sampe ngegelinding gitu?” sembur Anna.
“Maaf, Mbak. Nggak sengaja.” Andra lari ngibrit menyusul koper dan kembali menariknya ke lantai atas.
Anna terdiam menyadari perasaannya yang tiba-tiba dongkol pada Andra. Tidak seharusnya Andra menjadi korban kekesalannya akibat gagal jalan-jalan. Yasalam Ndra, maaf.
***