
Gelap gulita, hanya suasana dingin yang dapat aku rasa. tak satu sendi pun bisa aku gerakkan ahh … apakah aku sudah mati? Tidak, perasaan ini cukup berbeda dari perasaanku dikala itu.
Sesekali tubuh ini tergoncang akibat getaran yang tidak aku ketahui sebabnya. Ya, tampaknya aku belum mati ….
Namun mata ini tidak dapat aku buka, dan ada aroma amis yang menyerang masuk ke lubang hidung ku, ada apa gerangan sampai aku bisa dalam kondisi ini?
Jika tidak salah … hal yang terakhir aku ingat adalah dada ku tertusuk oleh suatu benda asing, namun aku tidak melihat ada benda asing yang menancap di dada ku, hal ini bagaikan sihir yang tiba-tiba menghilang lalu timbul kembali.
Kalau sihir penyebab aku menjadi seperti ini, maka yang bertanggung jawab atas semuanya adalah orang itu ….
Perlahan tapi pasti, aku terus mencoba untuk menggerakkan tubuh ku, sampai akhirnya aku berhasil menggerakkan ujung jari. namun lagi-lagi kondisi yang tidak dapat aku bayangkan membawa diri ini pada malapetaka yang tidak seharusnya terjadi jika aku lebih berhati-hati.
Terdengar suara tebal sang “Boss” yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.
“… ~ Seperti yang ku katakana sebelumnya, ini semua hanyalah ketidak sengajaan, aku sudah menjalankan segalanya sesuai dengan printahmu dengan baik ‘Tuan Pastel ’ … nah sekarang mana upah ku? ”
“… sesuai perintah? dengan baik …? Kau pasti bergurau, ‘Trimol ’, julukan mu sebagai ‘Pekerja Sempurna ’ aku rasa sekarang telah punah dari dunia kami para bangsawan, lihat berapa banyak orang yang kau tumbalkan hanya untuk satu orang gadis? Kerjaan mu sangat tidak becus Trimol ….”
“Hey-hey, aku tidak meminta mu untuk mengkritik kinerjaku, bukankah segalanya berjalan dengan baik seperti yang kau inginkan? Tidak ada yang mengetahui keberadaan ku dan rencana ini berhasil. Lihat segalanya masih sempurna kan? Kalau masalah anak buah aku masih bisa mencari penggati mereka, kehilangan satu atau dua orang bukanlah hal yang besar, nah sekarang mana upah ku?”
“… ini, terilama lah, dan jangan pernah hubungi aku lagi selepas ini. Karena setelah ini aku akan menyusun rencana untuk menghancurkan Lucas Novolski menggunakan anak nya sendiri.”
“Nah begitu dong, okay terimakasih atas kerjasamanya kalau ada sesuatu kata kan saja pada ku, aku akan membantumu asalkan kau memberiku upah yang setimpal.”
Tampaknya transaksi mereka telah usai. perlahan aku berhasil membuka mata ku, lalu aku baru menyadari jika aku sedang berada di sebuah gerobak kayu yang berisi dengan mayat, ugh apa-apaan ini … bukan kah mereka semua adalah anak buah nya si “Boss? ” Apakah ini semua dia yang melakukannya …!?
Tubuh ku mulai mendapatkan energinya kembali, namun rasa sakit di dadaku masih terasa begitu perih.
Ayo lah tubuhku, sedikit lagi kau pasti bisa bergerak!!
Aku terus dalam kondisi ini sampai beberapa menit kemudian, lalu aku mencium bau asap yang sangat amat busuk entah dari mana asalnya, aromanya seperti manusia yang sedang di bakar.
Namun aku baru menyadarinya beberapa saat kemudian, ternyata gerobak ini sedang dalam kondisi terbakar.
Sial si brengsek itu pasti sengaja membakar kami semua untuk menghilangkan jejak!, Awas kau Boss! jika aku bisa selamat dari kejadian ini aku akan membalas segala perbuatan mu!
“… Aa … a … a- … A!” aku mencoba untuk teriak. dalam kondisi putus asa aku mencoba menyelamatkan diriku yang mungkin beberapa saat lagi akan terbakar dalam kondisi sadar. namun sialnya suaraku tidak dapat di keluarkan, tampaknya tubuh ini belum siap untuk bangkit dari keterpurukan.
Sedikit demi sedikit tampaknya aku berhasil mengendalikan otot-otot di tubuh ini walaupun masih terasa begitu lemas.
Kemudian dalam waktu yang terus berputar aku berusaha untuk bangkit dari posisi tengkurap, ku dorong tubuh ini menggunakan kedua tangan yang sedikit demi sedikit bisa ku gerakkan walaupun tenaga di dalam tubuh ku hampir hilang seketika itu juga jikalau aku lengah beberapa detik saja.
“Ngh … a- … aa … Aaaa … AAaaaaAaaaaa! HAAAaaaaaAAaaaaaaa!!!”
aku teriak kan suara ini untuk memacu adrenalin, walaupun sempat sebelumnya terpendam di jiwa ku yang mulai mendingin dan terbalut putus asa, namun perlahan rasa untuk pantang menyerah ini bangkit secara menggelora.
Dengan segala tenaga yang aku miliki, ku gunakan untuk berusaha bangkit dari posisiku yang tersujud akibat kehabisan tenaga. namun dengan mengeluarkan segenap kekuatan yang tersisa dalam diri ini, akhirnya aku berhasil bangun pada kedua kaki ku yang mungil dan dalam kondisi bergetar tak terkontrol.
Ya! Aku berhasil bangkit dari keterpurukan!
Selepas itu, aku berdiri sempoyongan di atas tumpukan mayat yang mulai mengeluarkan asap panas. aku tarik nafas untuk mengumpulkan [Mana] secara perlahan.
menyadari akan suatu hal, aku baru paham jika tubuhku ini tidak dapat bergerak akibat tak ada sebutir [Mana] pun yang tersisa mengalir di dalam jasad mungil ini, juga aku merasa luka di dada ku tertutup secara perlahan, ahh~, ternyata begitu ….
Aku baru mengingat sebuah kata-kata yang pernah aku baca sebelumnya, dan aku yakin kalian masih mengingatnya, “ … Terkumpulnya [Mana] pada suatu titik di bagian tubuh tertentu membuat bagian pada titik tersebut mengalami penyembuhan secara berkala, hal ini yang menyebabkan mustahilnya bagian tersebut menjadi sakit karena hal eksternal.”
Yup kalimat itu tertulis di buku [Cara Menjadi Penyihir Hebat] karangan "Marlin J. C."
Tenaga ini mulai terkumpul kembali, namun api semakin menggeliat tak karuan. jarak pandang ku tinggal satu meter ke depan. tanpa basa-basi aku langsung berlari melompat keluar dari kobaran api yang membakar habis segala yang berada di sekitarnya.
Ketika aku menerobos api, hawa panas langsung menyelimuti tubuh ini secara sempurna namun aku pernah merasakan radiasi yang lebih panas dari api ini sebelumnya jadi aku rasa hawa panas ini bukanlah ancaman yang besar.
Tubuhku berhasil keluar melompat dari dalam gerobak, namun ternyata jarak antara aku dengan tanah bisa mencapai dua meter akbiat tumpukan mayat yang lumayan tinggi.
Posisiku belum siap untuk mendarat dalam keadaan sempurna, dan juga tenaga yang ada di tubuh ini belum sepenuhnya kembali. Terhantamlah tubuh ini ke tanah yang keras.
Hantaman tubuh mungil ini ke tanah menyebabkan suara dentuman yang terdengar cukup keras sampai-sampai aku sendiri bisa mendengarkannya.
Selepas aku menghantam tanah, gerobak yang menampung Sembilan orang mayat tersebut langsung ambruk di sebabkan oleh roda gerobak yang habis terbakar oleh api, hal ini menyebabkan jatuhnya kotak gerobak yang terbuat dari kayu dan seketika itu juga api langsung menyulut dengan hebat.
Syukurlah aku bisa selamat dari jebakan maut itu ….
***