The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 193 : Si Bijaksana! Lenka Gormik.



Not Edited!


Terdengar suara yang menggema dari sisi Selatan ibu kota.


Suaranya begitu Khas denga nada panggung yang amat sensasional.


“Pengumuman! Pengumuman! Bagi seluruh warga negara [Exandia] yang berada di kota ini, Harap mendengarkan informasi penting ini secara saksama! Hentikan pekerjaan kalian, dan dengarlah informasi ini secara saksama! Sekali lagi! Hentikan aktifitas kalian, dan dengarkan informasi ini dengan saksama!”


Mendengung suara Michale ke seluruh penjuru ibu kota [Lebia]. Mengetahui jika suara itu adalah milik Michale, Amylia dan kawan-kawannya langsung melangkah mendekati jendela kamar, demi mendengarkan langsung dari pengumuman apa yang akan di sebarkan.


Lantas, terdengar suara yang berbeda dari sumber suara.


“Selamat siang menjelang sore, wahai warga negara [Exandia]. Perkenalkan, Saya adalah Lenka, Lenka Gormik Dombart Hubert. Anak dari, Hexa Gormik Dombart Hubert, Juga cucu dari, Alexander Dombart Hubert!” jelas Lenka kepada masyarakat.


Sontak, seluruh masyarakat langsung terkejut selepas mendengarkan informasi yang mencengangkan ini. Mereka semua memandang ke sudut utara kerajaan demi mendengarkan lebih lanjut dari informasi yang beredar.


“Jika kalian selama ini mengira aku telah tiada … sesungguhnya hal itu hanyalah tipu daya yang kakekku lakuakn, untuk melindungi diriku ini dari orang yang mengancam nyawaku. Tapi seperti yang kalian dengar, Aku hidup dan membersamai kalian saat ini!”


Saat itu, Seluruh masyarakat mulai berjalan menuju sumber suara. Gema dari suara Lenka ketika ia berbicara, mencakup seluruh sisi dari Ibu kota [Lebia]. Ini semua berkat mantra sihir khusus, yang Michale pelajari.


“Saat ini, kota kita … tidak. Negara kita telah hancur, diserang oleh makhluk yang tidak kita kenal. Tetapi, atas rahmat Tuhan yang masih mengasihi kita semua, ia mendatangkan seorang remaja yang mengorbankan nyawanya untuk melindungi kita!” teriak Lenka dengan begitu semangat.


“Jika kalian mengetahui anak berambut merah, serta mata berwarna hijau! Juga sering menggunakan jubah putih kemanapun ia pergi! Maka anak itulah yang melindungi kita semua!” jelas Lenka, yang suaranya mulai serak. “Anak itu … ia adalah pahlawan bagi kita, seorang anak yang kita tidak ketahui jika dirinya adalah orang yang sangat mementingkan kota ini. Bahkan nyawanya pun ia berikan untuk kemaslahatan kita semua!”


“Wahai seluruh warga negara [Exandia]! Mari jangan kita sia-siakan pengorbanan anak ini! Anak yang juga merupakan cucu dari, Baginda Raja Alexander Dombart Hubert!” jelas Lenka kepada Masyarakat kota.


“He?! Anak itu adalah cucu dari raja kita?!” ucap salah seorang warga yang terkejut dengan kalimat Lenka.


“Aku tidak tahu jika ia adalah cucu dari Baginda Raja! Eh? Kalau begitu …!—” tanya sang pria lain kepada Lenka.


“Iya …! Anak itu adalah buah hati dari, Pangeran Hexa! Yang itu berarti, ia adalah adik dari dirku ini!” ungkap Lenka kepada seluruh elemen masyarakat.


Terdengar teriakan yang membahana dari seluruh sisi kota. Mereka tak percaya jika Arley adalah seorang cucu dari Sang Raja yang terkenal bijaksana.


Di lain sisi, tepatnya di ruangan para wanita. Aurum, Sophie, dan Helana tampak sangat terekejut dengan informasi ini.


“Eh?! Arley adalah cucu dari yang mulia Alexander?!” ucap Aurum yang baru mengetahui hal itu.


“A-aku baru mengetahui ini … mengapa Arley tidak pernah menceritakan hal ini …,” gumam Sophie yang merasa terkhianati oleh Arley.


“Mungkin … Arley sendiri tidak tahu jika ia adalah anak dari pangeran negeri ini …,” jawab Misa yang sudah mengetahui rahasia mengenai Arley.


“Kau juga sudah mengetahuinya, Misa?” tanya Amylia.


“Ya~ Aku sudah tahu semenjak tujuh tahun yang lalu …,” tutur Misa dengan polosnya.


Terdiam seluruh orang yang ada di ruangan itu, mata mereka terbelalak dengan sangat lebar


“EEeeeeee!” teriak mereka berempat secara serempak.


“Kenapa kau tidak memberi tahu kami nanon?!” Helena bertanya dengan nada yang tinggi.


“E-em …,” Kala itu, Misa menggaruk pipinya yang tak gatal. “a-aku kira kalian semua sudah mengetahuinya …,” gumam Misa sambil ia memalingkan padangannya.


“Eeeeeee!” kembali mereka berempat berteriak histeris.


Setelah itu, mereka semua langsung mengorek habis informasi menganai Arley, yang Misa telah ketahui sejauh ini.


***


Kembali ke sisi Lenka.


Rubius dan Eadwig berdiri di sebelah sang Pangeran Negara [Exandia]. Mereka membersamai Lenka dengan gagah berani.


Sedangkan Lenka masih menjelaskan tujuannya mengumpulkan seluruh masyarakat.


Seluruh masyarakat yang sudah berkumpul di depan Lenka, saat itu mereka duduk di depannya seperti mendengarkan dongengan anak sebelum tidur.


“Arley hidup di kota ini … dengan meminjam nama Benedict, untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang tak ingin dirinya naik ke tahta kerajaan! Jika seluruh orang tahu Arley adalah anak berdarah murni, maka secara langsung dirinya akan menjadi Penerus dari Baginda Alexander Dombart Hubert!”


Masyarakat mendesirkan kalimat terkejut mereka, sebab informasi yang mereka dapatkan adalah sebuah informasi yang sangat hangat bagi telinga mereka.


“Demikianlah disebabkan hanya aku seorang cucu yang hidup di dunia ini, namakulah yang naik menjadi seorang penerus baginda Raja …! Namun, saat itu aku tidak ingin menjadi seorang Raja! Aku ingin hidup bebas, menjelajahi dunia seperti ayahku!”


Lagi-lagi seluruh warga mendesir, tetapi, kali ini mereka mendesir dengan nada kecewa. Mereka mengira jika Pangeran Lenka tidak mau memimpin mereka seperti apa yang ayahnya pernah lakukan dahulu.


“Tetapi!” teriak Lenka dengan suara yang amat keras.


Seketika itu juga, dari pancaran mata masyarakat yang telah hadir di depan lokasi air mancur, mata mereka memancarkan cahaya harapan, yang tampak seperti menunggu sebuah kalimat yang akan Lenka ucapkan.


“Tetapi, untuk kasus kali ini akan berbeda …! Selama perjalanan yang telah aku tempuh saat mengelilingi benua ini … banyak hal yang aku temui dan aku pelajari. Mulai dari hidup menjadi rakyat jelata … juga menjadi seorang pengemis … lalu menjadi seorang petualang! Dan menyelesaikan berbagai macam Quest yang Guild sarankan! Aku mendapatkan banyak pelajaran dari petualanganku kali ini!” Ketika Lenka menjelaskan masa-masa petualangannya, matanya memancarkan cahaya semangat yang berapi-api.


“Untuk saat ini! aku tahu jika diriku tidaklah cukup baik memimpin kalian semua! Dan maafkan aku karena merasa cukup legah saat Adikku terlahir di dunia ini … Aku mengira jika dirinyalah yang akan menggantikanku memimpin negara ini dengan peuh kewibawaan seperti kakekku … tetapi … sebab kecerobohanku, hal itu malah menambah beban pada pundaknya … dan membuat dirinya mengorbankan nyawanya unutk diriku … dan kita semua …,” Ungkap Lenka mengenai isi hatinya kepada seluruh masyarakat.


“Maka dari itu! Aku bersumpah atas nama, Arley G. Benedict! Mulai saat ini, aku akan mencoba untuk membimbing kalian semua, baik itu di dalam kesusahan! Atau pun kejayaan bersama!” teriak Lenka dengan begitu gemanya.


Sontak, Seluruh masyarakat langsung berdiri dari duduk mereka, dan saat itu juga mereka berteriak amat huru hara, bahkan sampai menggetarkan bumi di bawah kaki mereka.


Jantung Lenka sempat berhenti sejenak saat melihat reaksi senang seluruh masyarakat, dirinya tak menyangka jika seluruh masyarakat menaruh harapan besar pada dirinya.


“Selamat … Baginda Raja, Lenka …,” Panggil Eadwig, yang saat ini sudah bertukar gelar kepada Lenka.


Kala itu, Lagi-lagi Lenka menangis, sebab dirinya tak percaya jika ia bisa melakukan hal ini. Menggerakkan hati manusia adalah hal yang sangat sulit, tetapi berkat kakek yang sangat mengayomi warga negaranya, Lenka pun bisa memberikan hatinya kepada jutaan masyarakat yang menanti kehadirannya.


Lantas, Michale dan Ribus ikut senang dengan diangkatnya Lenka menjadi seorang raja.


Hari itu … ketika Era dari raja baru di gemakan di seluruh penjuru kota [Lebia]. Masa kejayaan Negara [eXndia] memasuki puncak dari masa kejayaan suatu negara di muka bumi!


Bersambung!


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!


Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


Terimakasih sebanyak-banyaknya Author berikan kepada seluruh pembaca kisah yang satu ini.


Semoga hari kalian tetap mendapatkan keberkahan dan kebahagian, sebagai balasan karena kalian semua sudah membaca karya saya yang receh.


Selalu jaga kesehatan dengan cara menggunakan Masker dan cuci tangan selepas bepergian keluar.


Baiklah!


Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!


Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!


Have a nice day, and Always be Happy!


See you on the next chapter !


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -