The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 14 : Cahaya dan Kegelapan.



    Hari telah berganti. Sebelum Arley terbangun—Paman Ordley telah pamit pulang terlebih dahulu. Sedangkan Ibunda Terra, ia pergi ke rumah salah seorang warga desa—yang tengah membutuhkan bantuannya.


    Kala itu, Ibunda Terra sempat berkata kepada Arley; jika ia akan membantu seorang warga, yang saat itu akan melahirkan seorang anak. Selepas Ibunda Terra mengatakan hal tersebut, ia langsung meninggalkan Arley.


    Arley yang masih mengantuk pada saat itu—tidak terlalu mempedulikan hal tersebut dan malah kembali tidur.


.


.


.


***


.


.


.


    Matahari sudah naik ke pucuk kepala. Air mengalir dengan tenang, ikan-ikan berenang dengan lincah, beberapa kupu-kupu datang dan hinggap di bunga-bunga yang cantik nan indah. Keindahan Mata Air『Shefa』, masih seperti sedia kala.


    Sedangkan saat itu, Arley tengah terduduk diam. Ia melamun memandang air terjun yang jatuh dengan deras.


    Di tangan kanan, ia memegang buku. Dan di tangan kiri—ia memegang amplop berwarna merah.


    Yap, kedua benda itu adalah hadiah ulang tahun Arley.


    Buku yang ia pegang adalah buku『PROTOCOL』dengan cetakan terbaru. Terjadi beberapa revisi di dalamnya, tetapi tidak mengurangi dan merubah inti dari buku tersebut.


    Buku itu adalah hadiah ulang tahun dari paman Ordley. Mungkin ia selalu melihat Arley—senang ketika membaca buku tersebut. Dan karena selama ini Arley hanya membaca buku yang telah usang, karena sebab itu lah beliau berinisiatif untuk membelikan Arley buku yang baru.


    Sedangkan hadiah yang satunya adalah: surat undangan yang tadi malam di berikan Ibunda Terra, terhdap Arley.


    "Haah, Ini tidak baik, aku harus mengalihkan pemikiranku ...," berdirilah ia sambil menyelipkan amplop ke dalam kitab tebal itu. Kemudian, Arley meletakkan buku itu—tepat disamping sebuah batu berukuran sedang.


    Lalu dari dalam sakunya, ia tarik sebatang kayu berwarna hitam dan tampak sudah cukup tua. Yap, kayu itu adalah tongkat sihir yang Arley sering gunakan—sampai sejauh ini.


    "Sepulcrum~"


    Rapalnya sambil mengayunkan tongkat tersebut ke bawah tanah.


    Tiba-tiba, tanah bergerak terbuka dan memendamkan buku tebal itu—masuk ke dalam perut bumi. Setelah itu, batu yang ada di sampingnya ikut bergeser, dan langsung menutup bekas timbunan.


    Setelah usai Arley mengamankan hadiah ulang tahunnya, kali ini ia akan mencoba melatih ilmu sihir yang telah ia pelajari, namun belum pernah ia praktikkan.


    "Baiklah, aku akan mencoba menggunakan Elemen Cahaya ...," gumamnya untuk mengurangi rasa penat di kepala.


    Kali ini, Arley akan mengulas Elemen Cahaya dan Kegelapan.


    Cahaya dan Kegelapan. Kedua Elemen ini—adalah salah satu dari enam『Elementum』utama—yang sangat jarang bisa di gunakan oleh khalayak manusia.


    Letak kesulitannya ada pada hati orang yang akan menggunakan Elemen tersebut.


    Elemen Cahaya. biasanya hanya bisa digunakan oleh orang yang berhati bersih. Rata-rata pengguna Elemen Cahaya adalah para pendeta dan orang-orang alim yang hatinya bersih.


    Fungsi dari Elemen Cahaya; pada dasarnya adalah untuk menyembuhkan orang lain. Salah satu contoh orang yang bisa menggunakan Elemen Cahaya adalah: Ibunda Terra.


    Sebagai seorang Biarawati, dia bisa menggunakan Elemen Cahaya untuk menyembuhkan orang lain. Tetapi dengan ganjaran—dirinya tidak boleh menikah sampai akhir hayatnya.


    Jika ada Biarawati yang ingin menikah, berarti dia harus pensiun dari pekerjaannya dan semenjak itu dia tidak akan pernah bisa lagi menggunakan Elemen Cahaya.


    Ada yang mengatakan bahwa: esensi utama Elemen Cahaya, itu dasarnya langsung dari rahmat Tuhan. Maka dari itu, penggunanya harus orang-orang yang berhati tulus dan bertubuh suci.


***


    Hal ini berbanding terbalik dengan Elemen Kegelapan. Tidak sembarangan orang bisa menggunakan Elemen Kegelapan. Biasanya orang-orang yang berpengaruh saja yang mampu menggunakan Elemen ini.


    Namun, hanya Elemen Kegelapan saja, yang jika seseorang sekali dalam hidupnya telah menggunakan Elemen tersebut, maka akan timbul sebuah rajah pada tubuh orang yang telah menggunakan Elemen itu.


    Para Cendekiawan Sihir mencari penyebab mengapa hal ini bisa terjadi. Dan jawaban paling rasional yang mampu ditelaah oleh akal adalah: tanda yang muncul tersebut adalah sebuah tanda kutukan.


    Elemen Kegelapan sendiri adalah Elemen yang sangat kuat. Elemen ini pada dasarnya memang diperuntukkan untuk mereka yang memiliki kebutuhan membunuh.


    Pemerintah dunia tidak melarang penggunaan Elemen Kegelapan, karena memang Elemen ini sangat bermanfaat untuk menambah tenaga militer suatu negara.


    Bahkan pemerintah mau bayar mahal untuk bisa menemukan orang yang mampu menggunakan Elemen Kegelapan. Selain itu—pemerintah juga membuat tim riset untuk menemukan bagaimana caranya Elemen Kegelapan bisa digunakan.


    Lalu bagaimana dari sisi keagamaan?


    Dahulu kala; seorang Uskup Agung pernah membuat penelitian tentang Elemen Kegelapan. Dan hasil dari penelitian tersebut—memberikan jawaban ambigu, bahwa elemen Kegelapan sama seperti Elemen lainnya, Elemen yang di ciptakan oleh Tuhan dan harus digunakan untuk kepentingan Tuhan.


    Elemen Kegelapan tidak memiliki bentuk, tidak banyak orang yang bisa menjelaskannya.


    Dikatakan bahwa Elemen ini akan berbeda sifat terhadap individu orang yang mengendalikannya.


    Rumor mengatakan: terkadang orang yang menggunakan Elemen ini, mampu menyatu dengan bayangannya. Atau seseorang bisa menggerakkan benda fisik di sekitarnya—tanpa harus menyentuh benda tersebut, bahkan seseorang bisa terbang tanpa dibawa oleh angin.


    Walaupun demikian, pengguna dari Elemen Kegelapan bisa dihitung dengan jari dalam sejarah yang tercatat. Selama miliaran tahun berlalu, hanya enam orang saja yang tercatat dapat menggunakannya.


    Ingat! Dalam sejarah yang tercatat. Mungkin di luar itu, masih ada orang-orang yang mampu menggunakan Elemen Kegelapan. hanya saja mereka tidak masuk dalam suratan sejarah.


    Juga dijelaskan dari buku sejarah, orang terakhir yang tercatat menggunakan Elemen Kegelapan—adalah seseorang yang di utus oleh Tuhan. Dia adalah orang yang menuliskan buku『PROTOCOL』, yang sampai sekarang ini telah menjadi kitab suci masyarakat pada umumnya.


    Demikian juga dipercayai, bahwa kelima orang lainnya—juga merupakan seorang utusan Tuhan, pada jenjang masa yang terbilang panjang nan lampau.


    Sampai saat ini tidak bisa di tentukan bagaimana karakteristik orang yang menggunakan Elemen Kegelapan. Seperti Elemen ini berada di luar dari lima konsep Elemen lainnya—yang bertumpu pada esensi karakteristik orang yang menggunakan elemen tersebut.


    Dalam catatan sejarah: orang terakhir yang dapat menggunakan Elemen Kegelapan—adalah orang yang menjadi Raja pertama di kerajaan terbesar pada benua『Horus』, dan sudah 10 ribu tahun lamanya orang itu wafat meninggalkan dunia ini.


    Orang itu bernama, Exandia. Demikian namanya dijadikan nama sebuah kerajaan, sesuai dengan nama mulia sang Raja


    Jika ingin mencerna kisah tersebut dengan akal sehat, semua kisah ini hanya seperti dongeng dan cerita legenda belaka. Hanya orang yang menyukai unsur-unsur mistis dan sejarahlah—yang akan menyukai hal-hal semacam ini.


.


.


.


***


.


.


.


    Suhu udara tampak netral, angin berhembus sopan, air mendera lembut. Segalanya tampak oke.


Bats!


    Berubahlah warna baju Arley menjadi putih ke emasan-emasan. Kemudian ia memfokuskan diri untuk mengumpulkan『Mana』sebanyak-banyaknya.


    Perlahan Arley menghela nafasnya, "Baiklah ... Ini sudah cukup," ujarnya dalam hati.


    Tertariklah nafas merambah kedalam paru. Tampak jika diri Arley tengah berusaha untuk menenangkan kalbu.


    Beberapa saat kemudian tubuh kecilnya sudah merasakan kenyamanan yang cukup matang. Lalu ia ucapkan mantra penyembuh dari Elemen Cahaya.


    "Lux Sanator!—"


    Namun, tiba-tiba ia merasakan hawa yang sangat mengerikan. Mereka datang dengan cara mengendap-endap, berjalan merentakkan keempat kaki mereka—sampai berada tepat di belakang tubuh kecil sang bocah.


    "—AWOOOOOOO!"


    Pekikan itu melolong kencang sampai membuat merinding siapapun yang mendengarkannya.


    Terkejut bukan main, Arley tersedak dengan nafasnya sendiri. Saat itu juga ia langsung membalikkan badan.


    Tremor, seluruh tubuhnya menggeletar tak terkontrol, tepat di hadapan Arley—terdapat sepasang monster berkaki empat, yang tampak begitu kelaparan.


    "Serigala Perak!?" ucap Arley dengan lantang. Kalimat itu keluar dengan sendirinya tanpa perintah langsung dari sang induk kepala.


    Lalu entah mengapa, kaki Arley melangkah mundur dengan sendirinya. Demikian pula dengan terdengarnya detakan jantung Arley yang berdegub cukup keras—sampai ia sendiri dapat mendengarkannya.


    『Cobolt Wolf』, atau yang sering disebut, Serigala Perak. monster ini sangat jarang di temukan di hutan, mereka biasa beraktivitas di dataran tandus dan gersang. Tetapi entah kenapa mereka bisa berada di hutan yang bersih akan monster ini.


    "Kenapa mereka ada di sini!?" begitu terjekutnya Arley sampai ia tak sadar—jika ia sedang berbicara dengan suara lantang.


    Arley langsung mengangkat tongkat sihirnya dan mengarahkan tongkat tersebut—ke arah sang Monster Perak.


    Namun kala itu—pikirannya kosong. Sebab ia begitu terkejut, lepas mencoba untuk berhadapan langsung melawan monster yang ukurannya mencapai dua meter lebih ini.


    Tanpa aba-aba para serigala itu menyerang Arley terlebih dahulu. Mereka melompat maju untuk menerkam tubuh kecil sang Bocah.


    "WHAAA!!!" tentu Arley langsung berlari lontang-lantung sekuat tenaganya. Yang pada akhirnya, ia harus terpojok pada tebing Air Terjun.


    "Apa yang harus aku lakukan!?" gumam Arley dalam benaknya.


    Kepalanya terasa kosong, ia benar-benar tidak bisa berpikir pada tensi tekanan yang amat tinggi ini. Ya, Arley merasa jika nyawanya sedang dalam ancaman terbesar selama ia hidup di dunia ini.


****


----------------------------------------------


Hai! sahabat pembaca dimanapun kalian berada!


Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok, cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


Juga bagi kalian yang berkenan untuk menyumbangkan pointnya!


Author akan merasa sangat berterima kasih!


dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter-chapter selanjutnya!


Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!


Baiklah!


Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!


Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!


Have a nice day, and Always be Happy!


See you on the next chapter!