
not edited!
Kejadian menggemparkan pun terjadi akibat teriakan misa yang begitu kalut.
Namun berkat kedua teman Misa yang menyadari prilaku bodoh misa tersebut, Arley dapat diselamatkan.
Mereka langsung menarik misa dan melerai Arley dari genggaman tangannya. Kegaduhan pun makin menjadi.
Saat itu juga, selepas Arley sempat tertegun sejenak, Misa tak sengaja melihat pandangan Arley yang begitu sedih terhadap dirinya.
Barulah Misa tersadar jika kesalahan bukan akibat Arley, ia menyesal melakukan hal tersebut, tetapi sudah terlambat.
Arley melarikan diri ke kerumunan masyarakan, yang bisa Misa lakukan adalah menangis dan menyesali kesalahannya.
Seketika itu juga ia bertanya-tanya mengapa Arley harus mendapatkan penderitaan yang begitu berat seperti ini. seketika itu juga Misa meneriakkan isi hatinya dengan lantang.
"ARLEY! Kenapa kau harus hidup sendiri di dalam penderitaan itu!,” Teriak Misa sambil menangis terisak-isak, “KENAPA KAU HARUS HIDUP DALAM PENDERITAAN INI ARLEY!" jeritnya dengan lantang.
Namun kalimat tersebut tidak bisa Arley dengarkan, karena suara masyarakat yang begitu sesak.
Setelah kejadian itu, Misa akhirnya dibawa pergi oleh kedua temannya. Mereka melarikan diri dari kejaran polisi yang ingin menangkap Misa.
Waktu berjalan cepat, Misa, Yufi dan Nina akhinya memilih untuk pulang ke asrama mereka. Karena kelelahan mereka tak banyak berbicara.
Namun, tampaknya kemalangan yang Arley miliki, berpindah kepada Misa.
Ketika mereka ingin memasuki pelataran Universitas [Barbaron], Misa malah di culik oleh orang yang ia tidak kenal.
Sebenarnya penculikan ini dilancarkan kepada Nina, namun pada saat itu, para penculik tersebut salah menculik dan malah Misa yang mendapat penderitaan tersebut.
Selepas itu, misa tak mengingat apapun yang terjadi apda dirinya.
***
Ke esokan harinya, misa terbangun dari pingsannya, ketika ia tersadar, ia langsung menemui kedua sahabatnya, Yufi dan nina, merka sedang berada di rumah sakit.
Lantas, Yufi dan Nina menjelaskan kepada Misa apa yang telah terjadi. mereka menjelaskan segala permasalahannya panjang lebar. Mulai dari saat Misa lupa ingatan, sampai informasi yang pihak kepolisian beritahu kepada mereka berdua.
Mengucurlah air mata dari kelopak mata Misa. ia merasa begitu malu, orang yang tadinya ia tuduh sebagai pembawa kesialan, malah kali ini ia menolong dan menyelamatkan dirinya.
Didalam kesedihannya, misa berusaha kembali kepola pikir sehatnya.
Melihat hal tersebut, Yufi dan Nina merasa legah, akhirnya mereka meninggalkan Misa di rumah sakit untuk mendapatkan istirahat yang sempurna.
Namun ternyata pikiran Misa malah dirasuki oleh suatu hal yang ia tidak ketahui.
Saat itum Yufi dan Nina kembali ke universitas [Barbaron] di sana mereka bertemu Arley dan saat itu juga Arley meberikan keputusannya untuk memilih universitas kependetaan sebagai tempat tinggalnya sampai 8 tahun kedepan.
Perjanjian antara Arley, Uskup Steven, dan Marlin pun terikrarkan
Tetapi dilain pihak, kejadian mengerikan terjadi pada Misa. tepat dirumah sakit dimana Misa mecoba untuk memulihkan sakitnya.
Secara tiba-tiba saja muncul bayangan hitam yang merasuki pikiran Misa, dicucilah otak Misa oleh bayangan tersebut.
Pikirannya yang awalnya sudah jerni, kali ini kembali menjadi kalut dan malah semakin menghitam.
Makhluk tersebut meminta Misa untuk menjadi muridnya, jika misa mau menjadi muridnya, maka makhluk tersebut akan memberikan semua fasilitas yang Misa pinta untuk membalaskan dendamnya kepada Arey.
Tetapi Misa tak tahu dendam apa yang ia akan balaskan kepada Arley, maka dari itu misa di cuci otaknya untuk membunuh Arley karena ia kasihan terhadap Arley, sebab Arley hidup dalam kemalangan. Dan selepas Arley terbunuh, maka Misa akan melakukan bunuh diri.
Semenjak kejadian itu, Misa tidak dapat ditemukan di manapun.
Tak ada orang yang bisa mencari misa, begitu juga dengan Yufid an Nina, mereka selama bertahun-tahun tak mampu menemukan Misa.
Sampai Akhirnya Misa kembali di temukan pada Laga Final.
Namun dengan sifat dan prilaku yang sangat berubah pesat.
.
.
.
***
.
.
.
Lapangan Pertandingan Arena stadion [El-Colloseum] saat ini.
Menyeringailah Misa dengan bedua bibirnya yang tampak pucat, lalu terlontarlah suara tertawa yang terdengar begitu aneh.
Arley yang pada saat itu sedang berdiam menatap misa, sekujur tubuhnya langsung merinding ketika melihat Misa yang sudah berubah 180 derajat tersebut.
Menggenggamlah Tangan Arley yang pada saat itu terlihat begitu geram dengan prilaku Misa yang terlihat tidak seperti manusia.
“Gale Blade!”
Tebas Arley kepada Misa. Gelombang udarapun menderu kearah Misa dengan cepatnya.
Kala itu, berhentilah misa dari tertawanya, lalu ia menjulurkan tongkat sihirnya yang terlihat begitu absurd tersebut.
“Wind Impact”
Tiba-tiba dari ujung tongkat sihir misa, keluar hempasan Angin yang cukup kencang. Beradulah serangan Arley dan Misa tepat pada tengah lapangan Arena.
Perry yang kala itu berada di pinggir arena, hampirsaja terhempas keluar akibat hembusan angin yang begitu kencang hampir saja menerpanya.
Demikian pula dengan Arley, ia menancapkan bilah pedangnya ke lantai Arena, demi menahan hempasan angin yang sedang terjadi.
Lambatlaun deruan angin tersebut berhenti menjadi netral. Bangkitlah Arley dari duduknya, lalu ia menarik keluar bilah pedang yang sebelumnya memang sengaja Arley tancapkan ketanah.
Demikian kali ini Misa yang berjalan menuju Arley.
“Arley, Apakah kau tak ingin terbebas dari bebanmu itu?” tanya misa dengan santainya.
“Aku tak paham maksudmu,” balah Arley dengan datar.
Terdiamlah misa di tempatnya, wajah Misa yang apda awalnya tersenyum mengerikan, kali ini berubah menjadi cemberut dan kesal.
“Kau tak ini mati?” tanya Misa dengan serius, “Kau akan terbebas dari kesusahan jika kau mati, wahai Arley,” lagi misa menyodorkan tongkat sihirnya kearah Arley.
Lantas arley kembali mengeluarkan keringat dinginnya selepas ia memasang kuda-kuda bertempurnya untuk segera melansungkan serangan berikutnya.
“Kak Misa, sebenarnya apa yang terjadi padamu selama 8 tahun ini?”sebelum Arley melakukan serangannya, Ia menanyakan pertanyaan yang sangat ia ingin ketahui jawabannya.
Terdiamlah Misa pada posisinya yang tengah mengarahkan tongkat sihir dia pada Arley, lalu Misa mengeluarkan beberapa patah kata yang mampu membuat ARley sangat terkwjut.
“Aku selama 8 tahun berada di dasar bumi.”
Seketika itu juga misa menyengirkan bibirnya sampai gusi pada giginya terlihat.
“Dasar bumi!?” sontak Arley terkejut bukan main, ia tahu betul apa yang Misa katakan.
Ya, menurut sejarah yang Merlin S.J. tuliskan, tepat di dasar bumi, terdapat seorang makhluk yang menamai dirinya Raja Iblis [Demon Lord].
Namun pada saat di zaman Lebia masih hidup di benua horus. Raja iblis terebut sudah dikalahkan.
Mendengar perkataan Misa barusan, Arley sontak tak mampu berkata apapun. Tubuhnya diam membeku, dan seperti ada suatu hal yang sangat pas mengganjal pada hatinya.
“Tunggu dulu …? Dasar bumi?” gumam Arley dengan pelan sembari memikirkan suatu hal yang terdengar begitu cocok.
“Dasar bumi dan laut setalan benua horus …?!” gumamnya dengan nada yang agak keras, lalu saat itu juga Arley menemukan apa yang ia duga, “Penyerangan Raja Ibli!?” ucapnya dengan lantang.
Dalam benak arley, ia memikirkan, apakah serangan yang Albion maksud adalah agresi dari raja iblis? Jika benar demikian, maka Misa yang ada dihadapannya adalah korban dari sang raja iblis tersebut!
***
----------------------------------------------
Hai semua sahabat pembaca dimanapun kamu berada! Jangan lupa untuk support Author ya!
Caranya gampang banget kok, cukup tekan tombol like, comment, dan rate *5 pada bagian depan!
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!
Juga bagi kalian yang berkenan memberikan sedikit pointnya, Author akan sangat senang sekali dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter demi chapternya!
Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!
Baiklah! Demikian salam penutup dari Atuhor untuk kalian semua!
Jangan lupa untuk tetap berbahagia! dan selalu berpikiran positif!
Always be Happy
And Happy Reading Guys!