
***
Terkejut, Arley perlahan memasuki aliran sungai untuk mengecek apa sebenarnya yang menyebabkan cairan tersebut menimbul kan sinar.
"A-Arley!! Apa yang kau lakukan!? Awas!! Jangan-jangah cairan itu berbahaya!!"
Namun Arley tidak mendengar panggilan Sofie, fikiran nya telah penuh dengan objek yang bercahaya tersebut.
Ia merunduk di aliran sungai tersebut, lalu ia menyentuh cairan aneh tadi. Arley mengendusnya dan tercium aroma manis dari cairan yang bercahaya ini.
"(ini...Aromanya seperti coklat... Tapi ini sangat aneh...)"
Kemudian Arley meminum cairan itu tanpa peringatan.
"Ahh!!! Arley!! Apa yang kau lakukan!?!"
Sofie bergegas berlari menuju lokasi Arley, namun sontak ia terdiam sejenak, wajah Arley tampak aneh dan Sofie menjadi takut untuk mendekati nya.
"A.. rley...?"
Sofie ketakutan, sepertinya telah terjadi sesuatu pada Arley.
"E.....e..... Eenak!!!"
Teriak Arley yang tersenyum tak jelas dan menimbulkan wajah bahagia yang cukup aneh.
Sofie tentu saja terkejut dengan kejadian tersebut, "Plak!!" dengan kuat Sofie memukul kepala Arley menggunakan telapak tangannya.
"Jangan membuat wajah yang membingungkan!!!"
Sofie tampak kesal dengan perilaku Arley yang tak bisa ia prediksi.
"Bukan begitu kak!! Rasanya memang sangat manis, aku rasa siapa pun yang mencicipi air ini akan terlena dengan rasanya, Cobalah!"
Tantang Arley kepada Sofie, "Gulp!" Sofie menelan ludah nya sendiri, hal itu di akibat kan perkataan Arley yang membuat bingung Sofie, namun ekspresi wajah Arley sangat serius dan karena sebab itulah Sofie jadi ingin mencicipi ke unikan rasa air tersebut.
"B.. Baiklah..!!"
Sofie akhirnya merunduk dan ia menciduk air itu dengan kedua tangannya. Perlahan ia menenggak air yang ber aroma manis tersebut, dengan nikmatnya rasa manis tersebut menyelimuti tenggorokan Sofie secara lembut.
".. Ngyah~!"
"Pfftt!!! Bahahahaha!!!!"
Raut wajah Sofie berubah menjadi terlena, sontak Arley tidak dapat menahan tawa nya, wajah Sofie yang sangat ekspresionis membuat perut Arley terasa gatal.
Beberapa saat kemudian Sofie kembali tersadar, namun Arley masih tertawa terbahak-bahak bahkan sambil berguling-guling di aliran sungai.
"A-ah..he?.. Apa yang tengah terjadi..? A.. Arley? Kenapa kamu malah main air!?"
"Bahahaha!!! Aku!!- Aku!!- Aku gak tahan sama ekspresi kakak barusan!! Pfft- Bahahahaha!!!"
Wajah Sofie berubah menjadi merah, ia mulai paham apa maksud Arley, sangking malu nya, ia menggeram kedua tangannya, "PLAK!!" terdengar ketakan suara yang nyaring, bunyi itu adalah aduan antara tulang tangan dengan batok kepala.
Lagi-lagi kepala Arley benjol akibat jitakan maut amarah dewi baper Sofie Redhood.
"Aduh!! Retakk!! Sepertinya beneran retak!! Tempurung kepala kuu!!"
"Rasakan! Makanya jangan suka menjahaili orang!"
Sofie yang masih kepalang kesal membiarkan Arley sendiri di tengah sungai, dia berjalan menuju pesisir sungai untuk mengeringkan bajunya.
Tak lama kemudian Arley mengijuti jejak langkah Sofie yang berjalan ke pinggir sungai. Seluruh bajunya basah dan tentu saja dengan kondisi seperti ini mereka tidak dapat kembali tidur.
"... Jadi... Kakak mau ikut aku ke ujung Hulu sungai?"
"Buat apa? Sudah terlalu malam Arley, aku rasa sebaiknya kita istirahat, terlebih, dalam keadaan basah seperti ini... Yang ada nanti kita malah masuk angin..."
Arley lalu mengeluarkan tongkat sihir nya, dengan cekatan ia ucapkan mantra yang telah fasih ia ucapkan.
"Gale Ventum~"
Angin berputar di sekujur tubuh Sofie dan Arley, perlahan baju mereka kembali kering sebab di tiup angin yang hangat.
"Waah.. Ternyata sihir mu bisa digunakan seperti ini juga ya..."
Sofie sedikit tertegun dengan sihir angin yang Arley ciptakan.
Kemudian Arley langsung berjalan di pinggir sungai sambil memegang erat tongkat sihir nya.
"Ayuk kak, lekas kita ke sumber Hulu air sungai, aku penasaran mengapa air itu bisa sangat menggiurkan untuk di minum"
Ia berjalan dengan cepat, seperti ia menghindari percakapan yang bisa menimbulkan pertanyaan mengapa Arley bisa menyihir.
"... Okayy, baiklah"
Sofie tanpa memperpanjang pertanyaan mengikuti jejak langkah Arley, mereka ber-iringan menempuh pesisir sungai dalam jangka waktu yang cukup lama.
***
Sambil mereka berjalan, mereka melihat pemandangan malam yang belum pernah mereka rasakan selama ini.
Kunang-kunang yang berterbangan bak bintang yang turun ke bumi [Soros].
Hewan mamalia yang saling bercengkraman tidur di dalam sarang mereka.
Burung-burung yang hinggap tidur di dalam sangkar pohonnya.
Lantunan suara hutan yang sangat indah, Aliran sungai, deruan suara angin menepis dedaunan, serta burung hantu yang saling berkicau.
Demikian alunan irama yang lembut itu, mengiringi samudera langit malam yang tampak cerah.
Triliunan bintang bertaburan di langit, beberapa galaksi yang berwarna violet tampak jelas dengan mata telanjang di sisi bumi yang terasa sangat kecil.
Langkah mereka yang kecil tertegun melihat keindahan semesta alam yang sangat jarang bisa kami lihat. Rasi bintang yang tak pernah terlihat sebelumnya, bersinar terang bak penunjuk arah untuk siapa pun yang membutuhkannya.
Arley mencoba menggapai langit yang terang itu dengan jari tangannya yang kecil, matanya berbinar-binar melihat samudra galaksi di angkasa luas.
"Menakjubkan... Sangat menakjubkan..."
Ucap Arley yang kemudian ia terdiam kembali tak dapat menguntaikan kata-kata dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
"Hey Arley... Terimakasih karena telah memaksaku untuk keluar di malam yang sudah larut ini."
Fokus Arley kemudian terpecah, ia melirik ke arah Sofie, dan Arley kembali terpesona dengan apa yang ada di hadapannya.
"... M-maksudnya kak..?"
"Hmmm, Kau tahu, jika bukan karena kamu, aku pasti tidak akan pernah melihat keindahan ini seumur hidupku"
"O-ohh..."
"Lalu terimakasih juga Arley... Karena kau sudah membuka kan pintu yang sangat lebar agar aku keluar dari rumah ku yang kecil itu."
"U-unn.."
"Sungguh!! Aku sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada mu Arley!!"
Kemudian Sofie tersenyum lebar, wajah Arley semakin memerah, tampaknya Arley mulai menumbuhkan perasaan terhadap Sofie, walaupun dirinya sendiri tidak menyadari akan hal itu.
Sofie telah puas dengan memandangi langit yang cerah di malam hari, kemudian ia spontan melihat ke arah Arley.
"hmm? Arley??"
Tentu saja Sofie menjadi bingung, mengapa Arley memandangnya bagaikan orang yang melihat hantu.
"Haloo, Arley? Kau tidak apa-apa?"
Tampak Arley masih terhipnotis dengan imajinasinya sendiri.
"Arleeeyyy!!!"
Teriak Sofie dengan tegas, sontak Arley terbangun dalam mimpi singkatnya.
"A-aahh!! Maafkan aku kak, aku hanya terpaku dengan wajah kakak..."
Ucap Arley dengan wajah yang memerah.
"he? Memangnya ada sesuatu di wajah ku..?"
Sofie kemudian mencoba mengusap wajahnya, ia tampak bingung dengan penjelasan Arley.
"Bukan kak, entah kenapa wajah kakak tampak cantik dan aku terpikat dengan pesona kakak."
Seperti masih setengah tersadar, Arley tanpa sengaja mengutarakan perasaannya yang seharusnya ia tidak sampaikan.
"H-He!?"
Sofie kira ia salah mendengar ucapan Arley, perlahan wajah Sofie ikut memerah akibat perkataan Arley.
"He?!"
Arley baru menyadari apa yang ia katakan.
"T-tadi... Apa yang kamu ucapkan...??!"
"A-aaa!!! Ayo kita kembali menuju sumber Hulu airr!!"
Arley kemudian berlari meninggalkan Sofie dengan wajah yang merah padam, namun gelap nya malam, menyelamatkan Arley, Sofie tidak dapat melihat Arley yang Sedang salah tingkah.
"Aaa!! Arley!! Jangan alih kan ucapan ku tadi!!!"
Sofie pun mengejar Arley dengan terengah-engah, mereka kejar-kejaran sampai akhirnya mereka melupakan apa yang sedang mereka perbincangan.
***
Suara deruan Air terdengar dengan jelas. telaga Air di tengah hutan berhasil Arley dan Sofie temukan.
"... Haah... Hufth.. Ini dia sumber mata airnya..."
Ucap Arley yang nafasnya tampak berat. Ia berusaha mengendalikan nafasnya, berharap agar nafas nya cepat kembali normal.
"ini...air terjun...?... Huft... Haah..."
Sofie juga demikian, ia berusaha menetralkan nafasnya yang sudah mulai terasa kelelahan.
"Kak Sofie, lihat itu.."
Arley menunjuk ke arah air terjun yang jatuh dengan deras nya, juga di telaga itu, tampak air yang bercahaya lebih dominan dibandingkan air sungai yang normal. Cahaya nya dapat menerangi sekeliling telaga dan menciptakan pesona yang unik.
Tampak dari belakang Air terjun tersebut ada sebuah cahaya yang amat terang menyinari air terjun dari dalam ruangan yang Arley kira itu adalah sebuah gua.
"Gua di belakang air terjun...? Klasik sekali..."
Ucap Arley yang tampak merasa sedikit nostalgia dengan kondisi gua tersebut.
Biasanya jika ada gua di balik air terjun, menandakan bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan. Insting berpetualang Arley kemudian kembali aktif dengan liarnya.
"Kak Sofie, ayo kita kesana!"
"Haaa!? Jangan berkata bodoh!! Itu sangat berbahaya, Heyy!!Β ARLEYY!!"
Arley yang telah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Sofie di belakang. Merasa cemas, Sofie mengejar Arley yang sudah sangat dekat dengan air terjun tersebut.
Apakah yang ada di balik air terjun tersebut? dan apa yang menyebabkan air di sekitar telaga ini menjadi bersinar?
Arley dan Sofie dengan niat dan tekat yang kuat akan memecahkan misteri tersebut.
***
Catatan Author : βππ
Haloo sahabat Reader semuaa!! sebelumnya Author mengucapkan selamat Tahun baru !!!ππβΊοΈπ
Novel ini di Rilis pas pada tanggal 1 January 2020. Author mau curhat sedikit mengenai penulisan.π€ππ
hahaha, lagi-lagi masalah penulisan, sudah 3x Author merubah cara penulisan Author,ππ tetapi Author sangat senang bisa mendapat kritik pedas dari para pembacaππ, beberapa kali Author mengecek kembali penulisan di Chapter awal dan memang Author merasa ada yang kurang dan mesti di revisi.ππ
oh iya, mungkin beberapa hari kedepan akan ada revisi besar-besaran lagi. kemarin chapter 1,2 dan 3 sudah Author benerin.βΊοΈπͺ
Author mencoba untuk memperbaiki penulisan agar terlihat lebih profesional.ππ
Well terimakasih sahabat reader!! jangan pernah bosan-bosan untuk terus mengkritik Author!! dan mohon Like, Follow , dan vote nya yaa!!!πππβ
juga jangan lupa Share kisah Author di sosmed kalian, demi menambah semangat Author untuk tetap menulis dan melanjutkan kisah ini.πͺππ
Best Regard to Ya All!! Happy New years!!!!ππ€©ππ€ π₯³πππ₯³πππππͺ