
***
Misa begitu lah bagaimana orang-orang dekatnya memanggil namanya.
Nama itu di berikan kepadanya pada saat dia terlahir di dunia ini. nama itu di berikan karena kelahirannya bertepatan dengan nama sebuah perayaan hari besar di kalender Horus.
Arti kata Misa adalah berpencar atau di utus. Orang tuanya berharap kalimat di utus lah yang tersemat dalam jiwa sang anak di kemudian hari. harapan besarnya adalah agar ia menjadi orang yang berguna untuk Agama dan bangsanya.
***
Misa Albertus, seorang gadis yang cantik jelita dan keturunan seorang bangsawan rendah, saat ini ia telah memasuki masa remajanya, ia telah menginjak umur 13 tahun beberapa minggu yang lalu.
Terlahir dari keluarga Baron yang merupakan tuan tanah di desa [Durga]. dikarenakan keluarga Albertus di bebaskan dari tugas negara, maka mereka hidup Makmur di pinggiran perbatasan negara.
Misa saat ini menempuh sekolah untuk menjadi Penyihir tingkat tinggi di Universitas terkemuka. semua ini ia dapat dari hasil jeri payahnya sendiri. ia belajar mati-matian, mulai dari pagi sampai larut malam, ia hanya fokus untuk belajar, dan pada akhirnya ia masuk ke sekolah yang ia cita-citakan lewat jalur undangan.
«[Barbaron High Class Magic University]»
Satu-satunya Universitas yang memiliki segala ilmu pengetahuan menganai sihir kuno maupun sihir modern. saat ini Misa sedang dalam Studinya untuk menjadi [High Class Wizard & Witch.]
Ini semua ia lakukan untuk mencapai cita-citanya sejak kecil ....
***
Hari ini adalah hari Libur. seluruh murid di [Universitas Barbaron] di perbolehkan keluar dari Kampus untuk berbelanja membeli kepentingan hidup mereka, ataupun bersenang-senang untuk menyegarkan kembali penat yang ada di kepala.
Terdengar suara tiga orang wanita yang sedang saling bercanda satu dengan yang lainnya, sekali-kali mereka menggoda satu sama yang lainnya.
“~ Hahaha, Misa!! Ayo cepat!! Kita belum menyelesaikan tugas Alchemist loh!!
Berta, Misa yang membawa belanjaan yang amat banyak berjalan tertatih-tatih, ia berjalan dengan Hati-hati menyusuri jalan yang membawa mereka menuju Kampus.
“T-Tungguu!!!! Kalian juga harusnya membantu aku dong!!”
“Bwee!! Salah sendiri kenapa tadi kamu kalah Suit!”
Seorang wanita yang terlihat amat ceria, dengan matanya yang lentik, dan rambut pendek berwarna abu-abu, senang menggoda Misa dengan sindiran penuh candaannya
“Uuuuu ... Aku tidak pandai bermain Suit!!! Aaaa!!! Bantu akuuu!!!”
Misa sudah sangat kelelahan memegangi barang belanjaan milik mereka bertiga.
Sedang kan gadis satunya, dia hanya diam seribukata, walaupun demikian wajahnya tidak dapat berbohong, bibirnya yang menahan seringaiannya tidak dapat di sembunyikan olehnya, ia ingin tertawa tetapi ia berusaha menjaga perasaan Misa.
Kedua gadis yang mengerjai Misa saling menatap satu dengan yang lain, dan akhirnya mereka tertawa riang.
“-Hihihi!!! Hahahaha!!! Baiklah-Baiklah!!” Lalu mereka membantu Misa membawakan belanjaan mereka. “Tapi nanti aku boleh yaa mencontek catatan mu untuk mengerjakan tugas Alchemist." ucap wanita berambut abu-abu tadi.
“Yufi! Jangan di biasakan mencontek, Itu perbuatan yang buruk tahu!” Misa menasihati wanita bernama Yufi dengan tegas.
“Hee … kan sekali-sekali ….”
Yufi mulai mengeluh. wanita yang satu ini sangat unik, ia menunjukkan segala isi hatinya pada raut wajahnya, keluhan nya itu pun terpampang jelas di wajahnya yang mengeruh.
“Yufi ... kemarin kamu juga mencontek tugas Matematika ku loh …."
“-A-ah! Ssssttt! Ninaa!!” tepukan antara kulit dengan kulit membuat petikan suara yang khas, Wanita bernama Yufi menutup mulut temannya yang bernama Nina dengan cepat.
Terasa Hawa pembunuh keluar dari sekeliling Misa, ia menunjukkan raut wajah yang mengerikan.
“Yuuuuffffiiiiii!!!!!”
Misa dengan kejam menatap Yufi dan Nina dengan penuh amarah.
Yufi tertegun takut melihat ekspresi Misa, mengambil jalan pintas, ia lari dari tempat perkara dengan seluruh tenaganya. “E-err … K-KABURR!!!” lalu Misa dan Nina terkejut dengan perbuatannya.
Sendiri, berduaan dengan Misa. Nina merasakan Aura Panas semakin terasa dari arah Misa, ia pun akhirnya memilih untuk ikut kabur bersama Yufi. “Y-Yufi!! T-Tunggu!!!” kejar Nina dari belakang. Nina dan Yufi akhirnya berlari bersama meninggalkan Misa sendiri.
“Heyy! Kalian berdua! Tungguu!! ”
Akhirnya Misa ikut berlari mengejar mereka berdua. Misa, Yufi dan Nina, mereka berlari sampai akhirnya tiba di depan pintu gerbang kampus. walaupun saling menjatuhkan, tetapi wajah mereka memancarkan keceriaan remaja yang sesungguhnya.
“Gulp! Haah ... Ngah ... Huft ...” Kelelahan akibat permainan yang mereka buat sendiri, membuat tenggorokan mereka merasakan dahaga yang sangat amat haus. akhirnya mereka menelan ludah untuk melembabkan tenggorokan mereka yang mulai kering.
“Y-Yufi, Haah ... haah, t ... tunggu balas dendam ku nanti di Asrama ya, hufth .... ”
Misa bertekuk lutut kelelahan. kemudian ia mengelap keringatnya dengan lengan jubahnya.
“h-Hee ...? haah ... haah, k- kau masih dendam kepada ku Misaa ...? curaang! Kenapa Nina juga tidak di marahi!?!”
Yufi tampak kelelahan, lebih kelelahan dari pada Misa, keringatnya mengucur membasahi bajunya, bajunya yang berwarna putih pun tampak transparant.
“he ... Hee ... he~ haah ... Haah ....” sedangkan Nina yang kelelahan, hanya bisa tertawa pelan. sama saja dengan kedua temannya, keringat membasahi sekujur tubuhnya.
***
Gesekan besi menimbulkan deritan, menunjukkan bahwa terdapat besi-besi yang mulai berkarat dari sela-sela besi yang berderit itu, lalu decitan itu mulai terdengar cukup nyaring di kuping orang yang mendengarnya. tanda bahwa gesekan itu bergerak semakin cepat.
Pintu Kampus terbuka dengan sendirinya, kelompok tiga orang ini pun masuk kedalam Universitas dalam waktu yang bersamaan.
Pintu gerbang yang cukup besar menjadi pengaman Kampus Barbaros. tingginya bisa mencapai 5 meter, dan lebarnya 10 meter, di penuhi duri dan berbagai macam pengaman.
Ketika pintu ini tertutup maka tidak ada yang bisa membukanya. jika kalian memaksa untuk masuk, maka sihir kutukan akan membunuh mereka yang menyentuhnya.
***
Misa dan teman-temannya berjalan masuk kedalam kampus. ketika ingin masuk kedalam kampus, tanpa di sengaja mereka berpapasan dengan orang yang mereka tidak ingin bersinggung tegang.
Hentakan kaki kuda terdengar dari jarak yang cukup dekat, petakan besi dan batu membuat kita teringat akan dentikan sepatu kuda yang berpacu satu dengan lainnya.
Sebuah kereta kuda keluar dari dalam Kampus, kereta kuda itu tampak sangat indah, terdapat ornament emas tertanam di kayu kencananya, lalu tepat di pintu kencana terdapat lambang yang sangat mengintimidasi, ya, lambang itu adalah lambang Adipati [Duke] kerajaan [eXandia].
“(U-ugh… dia datang di waktu yang tidak tepat…)” Misa bergumam sendiri ketika melihat kereta ini berpapasan dengannya, moodnya berubah menjadi sangat tidak menyenangkan.
Saat itu, wajah mereka bertiga berubah menjadi pucat pasih.
***