
not edited ! !
Merinding, sekujur tubuh Aurum merasakan vibrasi yang begitu mengerikan dari bagian belakang tubuhnya.
Ini bukan terjadi secara normal, bagaikan ada sebuah energi yang menyebabkan hal tersebut.
Seluruh otot tubuh Aurum langsung terasa kejang, rasa takut langsung merasuki lubuk hati terdalamnya.
“Ara~ Lucunya, aku suka ekspresi takutmu wahai anak manusia,” ucap Lubrica sambil merubah posisinya menuju samping depan sebelah kanan Aurum.
Ternyata benar, Lubrica berhasil melepaskan diri dari mantra Amylia.
Betapa terguncangnya Aurum ketika melihat tubuh sang iblis menyeramkan itu. tak ada satu notasi suara pun yang keluar dari tenggorokannya. Untuk berdiri saja sudah sangat susah baginya.
“Auruuuuum naanooooon!” tiba-tiba terdengar panggilan suara dari samping kiri Aurum. Helena dengan cekatan menarik Aurum dan menggirinya pergi.
“H-helena!?” tersadar akan situasi yang tengah bergulir, Pikiran Aurum mulai tertata rapih kembali.
“Kita harus kabur nanon! Aku tidak akan membiarkan keluargaku mati lagi nanon!” Dengan depresinya Helena menarik Aurum dengan seluruh kekuatan yang ia miliki. Walaupun tubuhnya kecil, tampaknya Helena bisa menarik seorang manusia jika dirinya sedang terdesak.
Terbanglah mereka berdua menjauh dari lokasi pertempuran, akan tetapi Aurum tak rela meninggalkan Amylia sendirian.
“T-tunggu Helena! Kita tidak bisa meninggalkan Amy sendirian!” Kala itu, Aurum berontak dan membuatnya terjatuh dengan posisi yang tidak sempurna dari ketinggian yang cukup tinggi.
Dengan tidak stabil, Aurum harus terjatuh dalam posisi pundak kirinya mengahntam keras tanah di atas permukaan bumi[soros].
“Aaah! Aurum nanon!” merasa bersalah, Helena lagsung menghampiri Aurum dan mencoba melihat kondisinya. “Apa yang kau lakukan nanon! Jika kau berontak seperti itu tentu saja kau akan terjatuh nanon!”
“Aku tidak mungkin meninggalkan sahabatku Helena!” merangkaklah Aurum menuju ke arah tempat Amylia dan sang iblis wanita berada.
Helena tersentak ketika melihat kejadian tersebut, dirinya mulai berpikir balik dan menyesuaikan kejadian jika dirinya berada di posisi Aurum.
“M-maafkan Helena nanon … Helena melakukan hal bodoh lagi nanon ….” Sambil merundukkan kepalanya, Helena mulai menangis kembali.
Menyadari akan hal itu, Aurum mencoba menenangkan Helena.
“Tidak, Helena pasti menganggap aku adalah orang yang sangat berarti bukan? Aku juga akan melakukan hal yang sama jika berada di dalam posisimu. Tapi kali ini kita tidak bisa melakukan hal tersebut, karena orang yang penting bagiku sedang dalam kondisi kesusahan …,” terang Aurum kepada sang Pixie.
Mengertilah Helena dengan cara yang polos, demikian terpaut jarak di antara mereka berdua dengan Lubrica saat itu. ini merupakan nilai tambah bagi mereka.
“Hey Helena, sebenarnya sihir apa yang Succubus itu gunakan? Kenapa ia selalu bisa berada di belakang kami?” tanya Aurum dengan pandangannya tak lepas dari tubuh Lubrica.
“Aku sendiri tidak tahu nanon … Lubrica adalah iblis yang spesial nanon. Dia adalah satu-satunya makhluk yang bisa berbiacara langsung dengan raja iblis nanon. Bahkan Ifrit dan Korfe tak pernah bertatapan langsung dengan raja iblis nanon.”
“Korfe?” ujar Aurum. “ini mungkin bukanlah waktu yang tepat, tapi aku ingin kau menjelaskan keseluruhan hal mengenai pasukan raja iblis ini Helena….”
Sejenak Helena terdiam, lalu ia memilih untuk mempersingkat seluruh penjelasannya.
“Pasukan raja iblis terdiri dari dua belas komandan nanon,” terangnya dengan singkat. “Kami terdiri dari dua belas ras berbeda nanon, dan rangking kami di ukur berdasarkan kekuatan fisik nanon. Contohnya seperti Jashin sang Lamia nanon, dia berada di peringkat ke dua belas nanon.”
Aurum masih tak mengerti penjelasan Helena. “Bisakah kau lebih rinci menjelaskan siapa-siapa saja yang berada di dalam pasukan khusus tersebut?” tanya Aurum kepada Helena.
Kala itu, Helena menjelaskan secara singkat dan detil tentang komandan Utama pasukan raja iblis. Mereka di katakan komandan, tetapi sebenarnya mereka semua adalah prajurit khusus.
Menurut rangking, berkutlah susunan dari komandan utama pasukan raja iblis :
Ifrit the Jin
Korfe the Half Dragon
Lubrica the Succubus
Karif the Elf
Yari the Dwarf
Helena the Pixie
Demikian adalah pasukan utama dari pasukan khusus raja iblis, sedangkan enam sisa lainnya adalah pasukan sementara, berikut adalah susunan dari mereka :
Zorman the Incubus
Gormamu the Golem
Yatef the Goblin
Meresis the Sirens
Pilogram the Orc
Jashin the Lamia.
Berikutlah susunan dari kedua belas pasukan utama raja iblis.
.
.
.
***
.
.
.
Setelah menjelaskannya dengan cukup detil dan rinci, Helena menyudahi penjelasannya dengan kalimat khasnya.
Sesungguhnya Aurum sudah menyadari hal ini dari tadi, jika Karif sang Elf adalah individu yang paling dekat dengan Helena.
“Helena, kemarilah …,” panggil Aurum kepada sahabatkecilnya itu. “Kau masih memiliki aku, dan aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun wahai Helena!” dengan begitu seriusnya, Aurum mulai mengganti roda gigi dalam hatinya, demi bisa mengalahkan sang iblis succubus.
Di keluarkannyalah tongkat sihir Aurum, lalu dirinya mulai memberanikan diri untuk bergerak menuju ke arah Lubrica. Akan tetapi, tak sengaja Aurum mengedipkan matanya. Sontak seketika itu juga tubuh Lubrica menghilang dari hadapannya.
“Dari tadi apa yang kalian bicarakan?” Mendadak terdegar suara parau Lubrica di kuping sebelah kanan Aurum dengan instannya.
Terkejut bukan main, Aurum tak menyangka jika si succubus bisa berpindah tempat sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari satu detik.
Dengan begitu tergemapnya Aurum melompat jauh kedepan. Tapi lagi-lagi dirinya tak sengaja memejamkan mata sebab refleks yang sudah menjadi kebiasaannya.
Lagi hal yang sama terjadi, setelah Aurum berpindah tempat, Lubrica tak dapat di temukan. Sontak Aurum mendapati jika saat itu lubrica berada di belakangnya.
“Apa ini!?” terkejutnya Aurum, membuat dirinya spontan melompat kembali ke sebelah kiri depannya dan langsung menghadap menuju tubuh Lubrica.
Melihat tingkah Aurum yang selalu lompat-lompat, tertawa terbahak-bahaklah Lubrica sambil memeluk perutnya.
Lagi, tak sengaja Aurum memejamkan matanya lagi. Sontak Lubrica berada di belakangnya lagi. Kali ini Lubrica memegang pundak Aurum sambil sedikit meremasnya.
“Apapun yang kau lakukan … kau tidak akan bisa mengalahkanku, wahai manusia bodoh …,” bisik Lubrica di telinga sebelah kiri Aurum.
Seketika itu juga Aurum menepis tangan sang iblis dengan kencangnya. Beruntuk tangan sang iblis terlepas. Lalu Aurum menjauh dari sang iblis dengan berlari kencang. Dirinya berlari menuju ke arah Amylia agar dia bisa lebih mudah melindungi sang sahabat.
Setelah jarak mereka menipis, Aurum kembali membalikkan badannya dan menghadap menuju Lubrica untuk memikirkan strategi selanjutnya.
“Sebenarnya sihir macam apa yang ia gunakan …?!” cakapnya dalam hati. Dengan begitu kerasnya, Aurum kali ini berusaha memecahkan rahasia di balik mantra sihir yang sang iblis gunakan.
Kala itu, gantian sang iblis yang memejamkan matanya. Lantas ia mulai berjalan mendekati diri Aurum.
“Ahh~ aku mulai bosan dengan semua permainan ini … Okay, bukan kah ini waktunya untuk menutup segalanya?” ujar si iblis wanita sambil menatap tajam Aurum dengan bibir menyeringai kejamnya.
Saat itu, tak sengaja Aurum mendapatkan sebuah pemikiran yang ia kira dapat menjelaskan mantra sihir apa yang Lubrica saat ini guanakan.
“Ah! mungkinkah!?” gumam Aurum dalam hati.
Sekilas si iblis kembali memejamkan matanya dan berdiam diri di tempat ia berhenti kala itu. Namun, Saat itu, dengan sangat disengaja, Aurum memejamkan matanya. Dan benar saja, tubuh Lubrica kali ini berada di belakangnya.
Tepat sasaran! Apa yang Aurum pikirkan sebelumnya seusai dengan teori yang ia dapatkan.
Akan tetapi, suatu hal yang begitu tak terduga terjadi pada dirinya.
“Hmm, sepertinya kau menyadari suatu hal. Tapi aku tidak akan mebiarkan hal tersebut wahai anak manusia.” Dengan kejinya, sang iblis wanita menusukkan kelima jar telunjuknya ke belakang tubuh Aurum.
“Ugh!” tak ada kalimat lain yang bisa Aurum keluarkan, ia mencoba menahan sakit dari apa yang sang Iblis telah lakukan pada dirinya.
Tertembuslah jari-jari runcing sang iblis menuju ke depan tubuh Aurum. Lalu, tubuh Aurum ia angkat tinggi ke udara.
“Aaaakh!” teriaklah Aurum sembari menahan perih yang ia derita.
“Ahh~ segarnya darah manusia …!” sejenak si succubus menjilat sedikit darah yang mengalir sampai pundak kanannya. “Mmmm! Dirinya masih perawan, sepertinya kau adalah selir penggati dari temanmu itu.” Seketika itu juga Lubrica menghempaskan tubuh Aurum ke tanah dengan begitu kencang.
Terbantinglah tubuh dengan begitu gering. Kala itu, Aurum tak mampu lagi berkata-kata.
Sontak, Helena yang kala itu bersembunyi dalam jubah Aurum, keluar sebab dirinya tak mengetahui apa yang tengah terjadi sebenarnya.
Terkejutlah dirinya ketika menyadari jika tubuh Aurum sudah terdiam kaku tak bersuara.
“A-aurum na … non ….” Wajah Helena tampak begitu tertekan. Dalam satu hari ini sudah berapa orang yang ia sangat sayangi telah mati di tangan sang iblis succubus itu.
“Ara~ selamat sore Helena ….” Diluar perkiraan, kala itu Lubrica tak sengaja menemukan Aurum sedang berdiri di depan dada Aurum.
Wajah Helena langsung berubah pucat pasih setelah mendengar suara Lubrica. Berkediplah mata Helena selepas mendengar suara sang iblis wanita. Lantas, kala itu juga, Kepala Lubrica berada tepat di belakang Helena.
“Jika aku lihat dirimu, aku ingin sekali menelan tubuh mungkinmu ini Helna.” Terucap suara parau sang iblis di balik tubuh sang Pixie.
Tak bisa bergerak, Helna malah terkejut selepas mendengar suara menyeramkan itu.
Apakah yang akan terjadi dengan Amylia, Aurum, dan Helena?! Bagaimana cara mereka mengalahkan Lubrica?!
Bersambung!~
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!
Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!
Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!
Juga bagi kalian yang berkenan untuk menyumbangkan pointnya!
Author akan merasa sangat berterima kasih!
dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter-chapter selanjutnya!
Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!
Baiklah!
Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!
Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!
Have a nice day, and Always be Happy!
See you on the next chapter!
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -