
***
Hampa, hampir tak ada suara yang terdengar, hanya tiupan angin yang menjadi alunan suara pemecah sunyi, keheningan ini terjadi untuk beberapa saat.
"... Huh ...!!?! Huh!!?!"
Tapi ada seorang pria yang tersisa, ya, dia adalah boss dari kelompok bandit ini.
"(... A ... Apakah aku selamat ....!!!?!)"
Ia melihat dengan intens ke-sekeliling nya, seluruh orang telah mati kecuali dirinya, tetapi yang ia pikiran adalah bagaimana caranya agar ia bisa selamat dari hal yang mengerikan ini. Sungguh tidak bertanggung jawab.
"(... Ahh ... Ahh ... Sepertinya aku selamat ... Tidak ... Aku tidak suka hal ini ....)"
Iya berusaha untuk menggerakkan badannya, badannya yang gemeteran dan aroma darah yang sangat Amis, membuat dirinya bingung, apakah ini mimpi atau kenyataan.
Tiba-tiba, badan nya terasa lebih ringan, aliran darah di tubuhnya bisa ia rasakan.
"(Lepas!!?!)"
Sang boss berhasil membebaskan dirinya, ia langsung lari terbirit-birit menjauh dari camp itu.
"(Jangan bercanda!!! Hal ini sungguh terlihat tidak logis!!! Bagaimanapun caranya aku harus selamat dari mimpi buruk ini!!!)"
Ia berlari, dan terus berlari dengan kaki nya yang gemeteran itu.
"Blob ...."
Tubuh Arley muncul ke permukaan, ia hanya melihat dari kejauhan tanpa melakukan apapun.
Ketika sudah cukup jauh, makhluk itu mencondongkan badannya kedepan lalu seketika ia menghentakan kakinya ke tanah.
Terlontar tubuh Arley kedepan, melesat dengan kecepatan tinggi, lalu ia berhasil melewati pria berbadan bongsor itu hanya dalam sekali kedipan mata.
"...!!!!??!!!"
Langkah nya terhenti, sang Boss ketakutan bukan main, kaki nya yang dari awal sudah bergetar hebat, kali ini menjadi tak bertenaga, bagaikan orang yang kakinya terkena penyakit lumpuh.
Terlemas, tidak ada sisa kekuatannya lagi, sang boss terduduk di tempatnya.
"... Euh ... Eeuh ... T ... Tidak ... Tidak ...."
Ucap nya tidak jelas.
Makhluk itu memandang ke-arah sang boss, dia hanya diam memandang tajam ke seluruh tubuh, seperti ia sedang merencanakan, bagian tubuh mana yang harus di lepas terlebih dahulu.
Gesekan kain dengan rerumputan membuat celananya menjadi kotor.
Sang Boss berusaha melarikan diri dengan cara menyeret tubuhnya dengan kedua tangannya.
Lalu makhluk itu berjalan mendekati sang Boss, tanpa di sengaja mata mereka saling bertemu.
Berdegub kencang, seperti melihat teror di hadapannya, jantung si Boss berdetak hebat.
Menggigil, kemudian menjadi kaku kembali. Lagi-lagi sekujur tubuh si Boss tak bisa bergerak.
"... HIIIIIIIIIII!!!!"
"Cerrr~" Cairan hangat merembes keluar membasahi celana si bos, tidak hanya itu, air mata dan ingus juga berbarengan keluar dari tubuhnya.
".... T ... Tolong m-maafkan aku ... Aku akan melakukan apapun ... Tapi tolong biarkan aku hidup .... "
Tubuhnya gemeteran, ia memohon agar nyawanya di selamatkan, tetapi makhluk itu tidak menghiraukan kalimatnya.
Keratan sobekan kain mulai merobek sambungan benang yang terajut rapih.
Makhluk itu menyobeknya dengan menggunakan kuku yang amat tajam akibat perubahan bentuk pada tubuh Arley.
"A-APA YANG KAU LAKUKAN!!!!"
"GRRRRR!!!!!"
"JRASH!!!!"
"AAAAAAAAGGHHH!!!!!!"
Putus, terlepas tombak sakti sang pria dari tempatnya, sang pria merintih kesakitan, tetapi apa daya, tubuhnya tidak bisa bergerak Sedikit pun.
"GRRRRR!!!"
"JRASH!!!!"
"AAAAAAAAAAARRRRGGGHHHH!!!!"
Kali ini kedua kakinya terluka parah, sang Boss pada akhirnya tidak dapat berbicara apa-apa lagi.
"... aaaaghrr ... aaaaa ... aaaaaaarrrrggg ... haaa- ... aaarrgghh ...."
Dia hanya bisa menahan sakit, terpintas di benak nya, ternyata inilah rasa sakit dari apa yang telah ia lakukan pada orang-orang yang telah ia bunuh sebelumnya.
"JRASH!!!!"
"HAAAAAAAAARRRRGGGGHHH!!!!!!!"
Demikian tubuh sang bos sudah terluka cukup parah, namun nyawanya masih ada di dalam tubuh miliknya.
Kematian dengan cara ini akan sangat menyakitkan, ya, kehabisan darah adalah cara mati yang paling menyakitkan.
Tidak ... Masih ada cara mati yang lebih menyakitkan
"... T ... Tolong ... Tolong .... "
Terucap kalimat itu dari bibirnya ...
"GRRRRR ...."
"... Bu ... bunuh saja aku ... Tolong ... Bunuh saja aku ..."
Sang pria meminta agar dirinya mati terbunuh, tetapi sang makhluk tidak akan membiarkannya mati semudah itu.
Makhluk itu berdiri, lalu Ia mengambil jarak mundur ke belakang, kemudian ia menjulurkan tangannya.
Muncul kobaran api Membara dan menggelora.
Api hidup dan membakar sekujur tubuh sang Boss.
"HAAAAAAAAA!!!! HAAAAAAAAAA!!!! HAAAAAAAA!!"
Teriakan itu terpekik sangat kencang.
Tidak hanya di bakar, tetapi makhluk itu menyembuhkan luka bakar sang pria dan pembakaran pun kembali dari awal.
"PAAANAAASSSSS!!!? TOLONGGGG!!! BUNUH SAJA AKUUU!!!! TIIIDAAAAKKK!!!! HAAAAAAA!!! HAAAA!!!!"
"....."
Hal itu terus terjadi, sampai akhirnya sang boss mati karena kehabisan darah.
***
Sunyi, hening, makhluk itu sekali lagi melihat ke langit. Bulan yang awalnya berwarna putih, ternyata sudah berubah menjadi warna merah darah.
Bukan karena bulannya yang berubah warna, tetapi mata sang monster inilah yang bersimbahan darah dari korban-korban yang ia bunuh dengan sadis.
Yang tercium hanya aroma busuk daging manusia yang hangus terbakar. Ia merasa puas, lalu makhluk itu pergi kembali ke desa dan setelah sampai di desa, tubuh Arley tergeletak tepat didepan gereja.
Warna hitam pada kulit Arley kembali normal, tangannya yang patah juga sembuh kembali normal seperti sedia kala, luka-luka fisik pada tubuh Arley tidak ada yang berbekas sama sekali.
Hanya saja, Arley terpingsan di tempat itu, ia kelelahan dengan semua hal yang telah terjadi padanya dalam waktu yang sangat singkat ini.
Berdesir "Shrip-shrip.. !" partikel hitam bergerak-gerak di tubuh Arley bagaikan suatu objek yang bukan berasal dari tubuhnya.
Di tulang selangka (dekat pundak) sebelah kiri Arley, seluruh partikel kulit hitam yang merubah bentuk tubuh Arley meresap pada satu titik, ya, titik itu berubah menjadi tatoo yang sangat unik.
Berbentuk lingkaran, terdapat ukiran sedikit di dalamnya, dan yang paling terlihat jelas adalah, terdapat sebuah kalimat tertulis padanya.
Kalimat itu adalah ....
"«[SIGNS ]»"
Yang tertulis kecil, hanya sekecil kuku tangan jari kelingking, pada sela-sela tulang selangka sebelah kiri pada tubuh Arley.
***