The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 107 : Kisah Masa Lampau (Bagian 3)



not edited!


Ketika itu, mereka berhasil menemukan Exan.


 


 


Namun, saat ini ternyata Exan telah menjadi jendral perang dari bangsa Elf, sedangkan saat itu, Diana tengah menjadi jendral perang dari persatuan antar bangsa-bangsa.


 


 


Entah bagaimana jalan kisahnya, namun yang pasti Exan menjadi pemimpin terkuat dari kubu bangsa Elf yang ingin menghancurkan bangsa manusia dengan seorang Manusia sendiri yang menghancurkannya.


 


 


Pertempuran hebat terjadi cukup lama, sampai akhirnya pertempuran itu dimenangkan oleh Diana, ia berhasil mengalahkan kakaknya sendiri.


 


 


Demikian kemenangan Diana berhasil mengubah pola pikir sang kakak, karena hal tersebut, Exan memohon ampun kepada Tuhan yang maha kuasa.


 


 


Ampunan pun turun kepada Exan. Setelah ampunan diturunkan kepadanya, tiba-tiba saja langit kembali terbelah. Turunlah setengah bagian lainnya dari buku yang selalu Diana bawa.


 


 


Saat itu juga, ketika buku tersebut Exand sentuh, buku yang Diana miliki langsung memancarkan cahaya yang maha Dahsyat. Karena terkejut, Diana langsung mengeluarkan bukunya, dan seketika itu juga kedua buku tersebut menyatu menjadi satu.


 


 


Tampak dengan jelas, judul dari buku tersebut yang memancarkan cahaya yang begitu indah, tertulis dengan tinta emas dan mengeluarkan lima buah cahaya yang terlihat seperi pelangi membentuk lingkaran.


 


 


Judul dari buku tersebut dalah : PROTOCOL.


 


 


Namun di tengah mukjizat tersebut, sebuah anak panah meluncur jahat kearah Diana. Sontak anak panah itu menghujam jantung diana yang tengah berdetak halus.


 


 


Tentu saja Exan menangis sejadi-jadinya. Karena amarah yang menggebu-gebu. Exan memohon kepada tuhan untuk mengutuk bangsa Elf akibat perbuatan mereka terhadap adiknya.


 


 


Semenjak doa itu di ucapkan, maka seluruh bangsa Elf terkena kutukan yang amat mengerikan.


 


 


Kutukan yang mereka derita adalah, mereka akan hidup secara kekal tanpa kekuatan yang mampu mengalahkan mausia, dan mereka tidak akan mati sebelum mereka menikah dengan orang yang amat mereka cintai.


 


 


Saat itu juga, Exan meneriakkan dendamnya kepada seluruh dunia, untuk memberantas bangsa Elf dari dataran Horus.


 


 


Dihari yang penuh dengan pilu tersebut, hujan turun membasahi bumi, tampak bagaikan langit ikut menangis bersama dengan Exan.


 


 


Pertempuran berhenti saat itu juga, bangsa elf yang sebelumya menaruh dendam dengan bangsa manusia. Merasa bahwa mereka telah melakukan kesalahan.


 


 


Sontak seluruh makhluk yang berada di kanca peperangan, langsung bersujut meminta ampun kepada tuhan atas perbuatan dosa yang mereka lakukan.


 


 


Serta pada saat itu juga, dalang dari pertikaian yang terjadi sampai membuat perpecahan diantara seluruh ras, mendapatkan Azab yang begitu perih.


 


 


Ia mendapatkan azab berupa : tak dapat meninggal didalam kondisinya yang tengah sakit parah. Demikian ada catatan yang mengatakan bahwa : mungkin sampai saat ini juga, pria tersebut masih hidup.


 


 


***


 


 


Akibat penderitaan yang terjadi pada ras manusia, tertulislah sebuah pernyataan yang begitu menggemparkan dunia, bahkan kisah ini masih sering kita dengar sampai saat ini.


 


 


Yaitu, seluruh ras selain manusia, akan tetap tinggal di benua horus. Sedangkan ras yang lainnya akan pergi meninggalkan manusia untuk hidup di dataran pada seberang laut bagian selatan.


 


 


Semenjak saat itu, dataran bagian selatan sering disebut dengan nama Aglis, karena orang yang menandatangani perjanjian perdamaian tersebut adalah seorang raja bernama Aglis.


 


 


Demikian terciptalah lagu untuk memuliakan sang raja, dan pada lagu tersebut sering diucapkan kalimat benua  [Aglis].


 


 


Semenjak perjanjian itu disepakati. Umat manusia lalu menata kembali kehidupan mereka, bahkan mereka meminta Exan untuk memimpin kehidupan para Manusia yang masih berdarah murni ini.


 


 


Karena kegigihan dan kecerdasan Exan, maka terciptalah sebuah desa yang kala itu diberi nama yang sama dengan tempat tinggal Exan dan Diana dahulu kala.


 


 


Terciptalah desa [Durga] yang nantinya akan menjadi tempat dimana Arley dilahirkan.


 


 


Lalu karena perkembangan teknologi serta luasnya wawasan Exan memimpin umat manusia, dalam waktu yang singkat umat manusia bisa kembali meraih kegemilangannya sampai batas yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia.


 


 


Kala itu, Exan menemukan sahabat dari adiknya yang juga merupakan keturunan murni dari Lebia, mereka pun memilih untuk menikah dan melanjutkan kemurnian darah mereka.


 


 


Berjalannya waktu, Exan merubah namanya menjadi eXandia, untuk menghargai adiknya yang telah wafat.


 


 


 


 


Demikian nama itu terus terdengar dan menjadi sebuah kisah yang tak akan terlupakan.


 


 


Sampai akhirnya sebuah negara tercipta atas hasil dan jerih payah Exandia memimpin seluruh umat manusia.


 


 


Nama negara tersebut bisa kita dengar sampai detik ini. Ya, negara itu bernama [eXandia]


 


 


***


 


 


Setalah wafatnya Exandia, tercatat dalam sejarah bahwa ia menikahi dua orang wanita, yang pertama bernama Ivy, dan yang kedua tidak diketahui namanya.


 


 


Namun rumor yang beredar mengatakan bahwa, istri kedua dari Exandia adalah orang yang berbeda ras dari bangsa manusia.


 


 


Selain itu, ada sebuah wasiat yang Exandia tuliskan sebelum ia wafat. Wasiat tersebut hanya sedikit orang yang mengetahuinya.


 


 


Didalam wasiat tersebut, tertulis jika Exandia menginginkan kebenaran yang terjadi di zamannya untuk disamarkan.


 


 


Pesan terakhir dari Exandia dalam secarik suratnya tersebut menceritakan bahwa ia hidup hanya untuk mengabdi pada tuhan.


 


 


Namun pada bagian terakhir di kertas tersebut ia mengatakan sebuah pesan yang terbilang aneh.


 


 


***


 


 


Pesannya adalah sebagai berikut :


 


 


Masa lalu adalah kenyataan, Hari ini adalah harapan dan masa depan adalah impian. Aku wasiatkan untuk seluruh manusia yang membaca suratku ini, untuk tidak menaruh dendam pada makhluk ciptaan dendam. Dosa bisa diampuni, masa lalu juga dapat dilupakan. Akan tiba masanya seluruh ras kembali menjadi satu, demi mengalahkan musuh yang sesungguhnya. Jika hari itu tiba, maka nubuat tuhan mengenai buku ketujuh, akan segera memecah langit.


Dari kalimatnya tersebutlah membuat setiap sejarawan menjadi tertarik dengan dongeng-dongeng yang selalu dikumandangkan oleh tetua kami.


Nah, apakah kalian mempercayai apa yang aku ucapkan?


Apakah kalian menganggap bukuku ini berisi bualan?


 


 


Terserang kalian mengaggap buku ini sebuah guyonan atau kenyataan, namun aku menaruh seluruh jiwa dan ragaku untuk menjabarkan masa lalu, melalui coretan tinta pada buku yang satu ini.


Aku berharap orang yang membaca buku ini adalah orang yang Raja Exandia nubuatkan dalam kitab [Protocol].


Semoga buku ini dikekalkan tuhan sampai masa itu tiba.


Salam Hormat dari penulis buku : Merlin Stuart Jelinton.


 


 


Tertulis pada buku : Nubuat The 7 Books of God.


 


 


By : Merlin S. Jelinton.


 


 


***


 


 


Demikianlah kisah yang Arley riset saat ia tengah berada di universitas kependetaan, dan demikianlah isi dari nubuat The 7 Books of God.


 


 


Namun hanya sedikit masyarakat yang mempercayai kalimat tersebut, karena telah banyak perubahan dalam kitab [Protocol] juga minimnya ilmu pengetahuan yang dibagikan pemerintah kepada masyarakat untuk menekan tindakan penyebaran informasi yang pihak negara tak ingin untuk tersebar.


 


 


Demikian Arley yang pada Awalnya mengira bahwa orang-orang mengetahui jika bangsa dan ras selain manusia pernah hidup berdampingan di benua ini, dikejutkan dengan informasi bahwa “Merlin S. J” adalah seorang penyihir yang menjadi gila akibat pola imajinasinya yang terlalu ekstrim.


 


 


Arley menyadari bahwa semua penutupan informasi ini sengaja dilakukan pemerintah untuk menutupi suatu hal yang ia tak boleh diketahui. Dan saat ini, adalah hari dimana Arley akan membonogkar kebenaran yang “Merlin S. J.” telah sampaikan dalam semua buku karangannya.


 


 


***


 


 


 


----------------------------------------------


 


 


Hai semua sahabat pembaca dimanapun kamu berada! Jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok, cukup tekan tombol like, comment, dan rate *5 pada bagian depan!


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


Juga bagi kalian yang berkenan memberikan sedikit pointnya, Author akan sangat senang sekali dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter demi chapternya!


Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!


Baiklah! Demikian salam penutup dari Atuhor untuk kalian semua!


Jangan lupa untuk tetap berbahagia! dan selalu berpikiran positif!


Always be Happy


And Happy Reading Guys!