The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 222 : Legenda & Penyesalan (Part 1.)



Not Edited !


The 6 Trinity of God Treasure.


Kisah ini adalah kisah yang merupakan peranakan dari legenda, The 7 Book’s of God. Atau, Nubuat 7 Buku Tuhan. Sebuah kisah yang menceritakan tentang kitab ke tujuh, yang akan tiba di muka bumi soros, dan menjadi tanda bahwa dunia akan berakhir.


Namun, kisah dari: The 6 Trinity of God Treasure, adalah versi khusus untuk para pemburu harta, juga Adventurer di seluruh dunia [Soros].


Mengapa demikian? Dan mengapa para Adventurer mencari Harta itu? Dan berikut, adalah kisah legenda yang beredar di kalangan, Adventurer.


***


Dahulu kala, Raja Exandia telah berhasil membangun perdamaian dunia secara total. Lantas, setelah perdamaian dunia telah terwujudkan, sang Raja berniat membangun kerajaannya sendiri. Akan tetapi, ada sebuah hal yang harus ia tunaikan terlebih dahulu sebelum kerajaannya di bangun.


Yaitu, mengumpulkan kelima buku, dari enam buku kitab tuhan, yang telah di curi oleh bangsa Elf, saat perang besar antara kaum mausia, dan kaum Elf.


Dalam perjalanan panjangnya itu, ia berhasil menemukan kelima kitab yang telah di curi oleh, bangsa Elf itu. Buku itu disembunyikan di seluruh penjuru benua [Horus]. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencarinya, tetapi berkat banuan tuhan dan para malaikatnya, Exandia berhasil menemukan kelima buku yang telah hilang.


Keenam buku pun kembali bersatu. Sebuah cahaya ilahi sempat turun ke muka bumi, akibat  berkumpulnya keenam buku tersebut.


Di saat keenam buku itu terkumpul, turunlah wahyu terakhir untuk sang Exandia. Yaitu, dirinya harus mencari orang yang paling ahli dalam bidang pandai besi, pada zaman itu. Untuk: membuat enam kotak peti yang mustahil untuk hancurkan, fungsi menyimpan keenam kitab tersebut, dan di kunci oleh keenam alat yang bisa melindungi kotak tersebut dan membuka kotak tersebut.


Tentu saja Exandia yang merupakan orang terbaik di zamannya, langsung menjalankan perintah Tuhan, untuk mengumpulkan enam orang pandai besi yang paling handal di zamannya, lalu keenam orang itu langsung menjalankan perintah Exandia sebagai mana yang dirinya inginkan.


Butuh waktu puluhan tahun untuk menyelesaikan proyek itu, namun, pada akhirnya proyek itu berhasil di selesaikan. Kotak beserta kuncinya telah jadi. Seketika itu juga, Exandia yang saat itu juga telah berhasil membangun negaranya selama proses pembuatan kotak beserta kuncinya, langsung memerintahkan keenam orang yang ia percaya untuk menyebarkan kotak itu, kembali ke lokasi yang tersembunyi, sangat rahasia, dan sangat mustahil untuk di lalui oleh orang biasa.


Semenjak saat itu, keenam buku itu pun kembali lenyap dari muka umum, dan tersimpan secara sempurna dari atas bumi [Soros], sampai Tuhan menginginkan buku itu, unutuk di ketemukan kembali.


Menurut legenda: “Bagi siapapun mereka yang berhasil menemukan keenam harta terpendam itu, dan mengumpulkannya menjadi satu. Maka, akan turun buku ketujuh, yang merupakan nubuat terakhir bagi umat manusia. Bagi siapapun yang berhasil mendapatkan buku ketujuh, maka Tuhan akan mengabulkan segala permintaan sang pemilik ketujuh buku, seberat apa pun permintaannya, serumit apa pun permintaannya, dan semustahil apa pun keinginannya, Tuhan akan kabulkan permintaan itu, sebagai hadiah untuk sang penemu kitab.


Demikian, orang-orang yang mendengar kisah tersebut, pada zamannya langsung berbondong-bondong berpencar, dan mencari keenam buku itu ke seluruh penjuru bumi [Soros], bahkan sampai detik ini, para pencari legenda itu pun masih berkeliaran dan masih mengejar mimpi mereka. Walaupun, beberapa waktu yang lalu, Legenda ini sempat terpendam dan hilang dari muka dunia, tetapi entah bagaimana, sekitar lima ratus yang lalu, legenda itu bangkit kembali, dan bahkan sempat terjadi pemburuan besar-besaran untuk mencari harta itu.


Ambisi setiap pencari pun berbeda-beda. Ada yang mencari kekuatan dan takhta, ada yang mencari cinta, ada yang mencari perdamaian, dan ada yang mencari kehancuran. Keberagaman inilah yang membuat legenda ini terus berkembang dan berlanjut ke generasi-generasi selanjutnya.


Demikian, saat ini, legenda itu sangat di kenal sebagai: [The 6 Trinity of God Treasure]


***


Berlanjut pada waktu dua puluh lima tahun yang lampau.


Ini adalah era, dimana para Adventurer sedang menggebu-gebu untuk mencari harta terpendam itu. Beberapa Adventurer bahkan berkumpul dan menciptakan regunya sendiri, untuk menghabiskan masa hidup mereka, demi menemukan harta terpendam itu.


Kala itu, Radits Tomtom, Fosseys, Kale, dan salah seorang rekan lainnya, adalah petinggi dari kelompok, yang mencari harta terpendam tersebut.


Kelompok ini di kenal dengan sebutan: Circle of Desire.


Sebuah kelompok yang berisi orang-orang memiliki tujuan sama, tetapi berbeda kepentingan. Kelompok ini terdiri dari dua belas kepala Guild, dari berbagai macam negara, serta kerajaan. Tujuan mereka satu, yaitu menemukan keenam buku, keenam peti, dan keenam kunci, untuk mewujudkan cita-cita yang berbeda.


Pada suatu saat … tak di sengaja, kelompok ini menemukan satu titik terang, mengenai peti yang telah lama mereka cari. Peti itu terdapat pada sisi pertengahan tenggara dari peta benua [Horus]. Sebuah reruntuhan yang bahkan telah di selimuti oleh lumut, hampir tidak terlihat akibat lebatnya tumbuhan. Juga telah tertanam sampai ke atap-atap reruntuhan.


Beruntungnya, salah seroang anggota dari, Circle of Desire, memiliki sihir pengendali tanah yang sangat luar biasa. Karena hal itu, mereka berhasil menemukan pintu masuk kedalam reruntuhan tersebut.


Sampai pada Akhirnya. Mereka menemukan sebuah pintu besar, yang membutuhkan sebuah kunci untuk membukanya. Seluruh sihir penghancur telah di luncurkan untuk meruntuhkan pintu raksasa itu, namun, tetap saja pintu itu berdiri kokoh, bahkan tanpa bekas lecet sedikit pun.


Kelompok ini berhasil menemukan harapan, tetapi jalan mereka kembali terhenti di saat yang begitu krusial. Demikian, Radits Tomtom ketika itu, berhasil menemukan sebuah tombol rahasia yang terselip di dalam ruangan hampa itu. sebuah tombol, yang membawa mereka ke bawah tanah, untuk menjemput sebuah senjata berwarna hitam, yang senjata itu merupakan kunci dari pintu raksasa itu.


Karena ruangan itu berhasil di temukan, kedua belas orang itu pun sangat berbahagia, dan mereka langsung memilih Radtis Tomtom sebagai pemilik kunci pertama. Namun, sebelum Radits Tomtom mengambil kunci tersebut, sebuah pengkhianatan terjadi.


Kala itu, seorang penyihir cahaya, yang dirinya adalah ketua guild dari negara [Vatican]. Sebuah negara di dalam negara [Palanita]. Dirinya merasa iri dengan Radits Tomtom, dikarenakan rivalitas di antara mereka berdua sangatlah kental sepanjang usia mereka berdua.


Senjata itu di curi tanpa segan-segan, tepat di depan wajah kesebelas anggota lainnya. Ketua dari kelompok itu pun marah, akan tetapi, Radits Tomtom merelakan senjata itu untuk di gunakan oleh sang penyihir cahaya.


Persetujuan pun terjadi, mereka berdua belas kembali naik ke lantai atas, dan bersiap-siap membuka pintu raksasa itu. Saat itu, kedua belas orang itu berdiri di samping pintu, sedangkan sang penyihir cahya, yang ketika itu memegang kunci dari ruangan tersebut, berdiri langsung di depan pintu.


Dimasukanyalah senjata itu, ke dalam lobang yang tersemat pada pintu batu raksasa tersebut. Ketika itu, sebuah mala petaka, malah terjadi saat sang penyihir cahaya memutarkan kunci tersebut di lubang pintu.


Sebuah kejadian yang langsung membuka mata kesebelas orang lainnya, dan membuat mereka enggan untuk melanjutkan perjalanan, demi mencari kelima kunci lainnya.


Apakah mala petaka itu? dan apa yang terjadi dengan sang penyihir cahaya?!


Bersambung!


----------------------------------------------


Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!


Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


Terimakasih sebanyak-banyaknya Author berikan kepada seluruh pembaca kisah yang satu ini.


Semoga hari kalian tetap mendapatkan keberkahan dan kebahagian, sebagai balasan karena kalian semua sudah membaca karya saya yang receh.


Selalu jaga kesehatan dengan cara menggunakan Masker dan cuci tangan selepas bepergian keluar.


Baiklah!


Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!


Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!


Have a nice day, and Always be Happy!


See you on the next chapter!


----------------------------------------------