
***
Dari dalam lemari yang tampak reot tersebut, terlihat gemilau cahaya kuning yang dapat menghijau kan mata orang yang melihatnya secara langsung.
Sofie dalam keadaan terduduk di antara dua kakinya, terlemas, ia terlemas setelah melihat isi lemari kayu yang membuat matanya berubah menjadi lambang mata uang.
"I-ini!!! Apakah ini benar-benar seperti apa yang aku kira!? Tidak ini pasti mimpi!"
Aku berusaha menyadarkan diri setelah melihat isi lemari tersebut.
"A-Arley!! T-t-tenangkan d-d-dirimu, kita tidak mimpi dan kita tidak gila akibat racun tadi!! Ini kenyataan!! Ini realita!!"
Sofie memegang erat punggungku dengan kegembiraan yang meledak-ledak. Matanya berbinar dan bibirnya tersenyum lancip, nafas nya juga menjadi tidak teratur setelah melihat isi lemari tersebut.
"H-hey!! Kakak!! Kau kah yang seharusnya menenangkan diri!! Lihat! Matamu berputar-putar tidak karuan loh! Hey!! Haloo!! Kakak Sofie!?!"
Sofie dengan air liur nya yang membanjiri tanah, menggenggam segengham koin emas yang terisi penuh dalam sebuah lemari kecil berukuran setengah meter yang berada di sudut ruangan tersebut.
"KITA KAYAAA!!!!! YEESSS KITA JADI ORANG KAYAAA!!!"
serempak kami berdua berteriak memeriah kan hasil jarahan kami di kota langit yang tak berpenghuni ini.
Kemudian kak Sofie menari-nari sendiri di belakang ku sangking senangnya dia karena tiba-tiba mendapatkan rejeki nomplok secara mendadak.
Bergegas aku mencari alat untuk menampung koin-koin emas itu agar bisa di bawa turun secepatnya.
Ku buka beberapa laci di sebelah lemari tersebut dan aku mendapatkan sebuah kantung yang terbuat dari kulit hewan.
"(Hm? Apa ini...?")
Ku perhatikan dengan teliti, tampak tidak ada yang salah dengan kondisi kantung yang di jahit dengan rapih tersebut. Ku buka lubang nya yang terikat oleh seutas tali yang cukup tebal dan ku lihat kedalam nya.
"(Tidak ada apa-apa di dalamnya... Aneh...)"
Karena penasaran, kemudian aku memasukkan tanganku kedalam nya. Aku mengira ukuran kantung itu bisa aku raih ke dasarnya, karena ukurannya tidak lah lebar, hanya sekitar 20 cm panjangnya dan lebarnya 15 cm.
Denga tangan ku yabg mungil ini, ku rogoh isinya, tetapi entah kenapa aku tidak dapat menyentuh dasarnya.
"Aneh... Ini benar-benar aneh... Kantung apa ini sebenar nya..."
Lalu tak lama kemudian, aku melihat ke arah Sofie, ia sudah Tidak berlari-lari lagi, tetapi mulutnya terbuka lebar dan matanya melotot.
"hm? Kak Sofie?"
Panggilku kepadanya, tampaknya dia menyadari sesuatu.
"A-A-A-ARLEY!! I-I-ITU!! ITU YANG KAU PEGANG!! DARI MANA KAU MENDAPATKANNYA!!?!"
Sontak aku terkejut, dengan polosnya aku menjelaskan segalanya ke Sofie.
"i-ini? (aku menunjukkan kantung itu ke Sofie) ini aku mendapatkan nya dari laci yang ini (aku menunjuk ke laci yang ada di sebelah lemari emas tadi )"
"-ARLEY!! I-ITU BARANG YANG LANGKA DAN SANGAT MAHAL ARLEY!!! KOIN EMAS ITU TIDAK ADA HARGANYA DI BANDING KANTUNG DIMENSI YANG KAU PEGANG!!"
"K-kantung apa?"
Aku masih belum jelas dengan penjelasan Sofie.
Sofie kemudian mengambil dan melihat kondisi kantung tersebut, ia mengambil batu lalu ia masukkan kedalam kantung itu.
Seketika setelah ia memasukkan batu ke dalam kantung tersebut, ia mengarah kan kuping nya ke dalam kantung kulit itu, dan tampak ia sedang berusaha mendengar sesuatu.
"[Teletak!] " terdengar bunyi suara batu yang di lemparan oleh Sofie tadi, lalu Sofie mulai menjelaskan apa fungsi dan dari mana ia tahu persoalan kantung kulit tersebut.
"I-ini... Barang ini tidak pernah aku melihatnya yang seperti ini..."
Sofie menelan ludahnya sendiri dalam-dalam.
"Arley, barang ini adalah barang yang sangat lah berharga... Dengar kan ya Arley. Kantung ini bernama kantung penyimpanan dimensi [Dimensional Storing Bag]. fungsinya adalah untuk menyimpan barang-barang hasil buruan para petualangan atau pemburu.
Jumlah barang yang bisa di tampung di dalamnya bisa melebihi ukuran kantung biasa, karena ia di simpan di dimensi lain... "
Sofie menerangkan hal tersebut dengan semangatnya.
"Jadi intinya barang ini adalah barang yang sangat berguna dan multifungsi. Untuk satu kantung dimensi yang biasa saja bisa mencapai satu juta koin emas... Dan bisa menampung monster berukuran dua sampai tiga meter di dalamnya... Tetapi kantung ini... Aku tidak pernah melihat model yang seperti ini.. barang yang bisa di tampung di dalamnya, jika aku kira-kira, luasnya bisa mencapai 50 meter persegi... "
"Baiklah aku paham, sekarang bantu aku untuk memasukkan koin emas ini kedalam kantung itu, kita beruntung karena bisa mendapatkan kantung yang berharga iki"
"Hambar banget reaksinya!! Kau masih tak paham ya seberapa hebatnya kantung ini..."
"Yaa... yaaa, sekarang cepat lah bantu aku memasukkan koin ini"
Ucap ku polos tak berlebihan.
Kemudian kami langsung menggelontorkan koin emas ini kedalam kantung dimensi. decisan koin menumpuk di dalam kantung menandakan bahwa kantung ini berfungsi dengan baik.
Seusai memasuki koin emas yang melimpah ruah kedalam kantung tersebut, aku kemudian memberikan kantung tersebut kepada Sofie.
"Ini kak, di pegang baik-baik ya, awas terjatuh"
"Eh? Kamu yakin?"
"Tentu saja, yang menemukan koin itu pertama kali kan kakak, jadi yang berhak menggunakan nya adalah kak Sofie, aku tidak memiliki hak kepada emas itu"
"Kalau begitu baiklah, tapi sesampai di bawah aku ingin membagi harta ini secara seimbang, kau pokoknya harus menerimanya!"
Ucap Sofie sambil menggelembungkan pipinya. Aku hanya tersenyum membalas kedermawanan nya.
Usai itu semua, kami kemudian keluar dari rumah tersebut. kami berdiri di ujung pulau yang di bawahnya langsung tembus menuju bumi kami yang biasanya.
"Bagai mana cara kita turun?"
Tanya Sofie yang sepertinya masih terserang fobia ketinggian.
"Hmmm kalau aku sih simple kak, hehe! -"
"[Push!~]" aku mendorong kak Sofie sambil aku ikut terjun bersamanya.
"HA!? - Aaaaaaaaaaaa!!!!!"
Sofie berteriak dengan histerisnya, aku hanya tertawa lepas sambil melihat posisi Sofie yang terjun bebas tak karuan.
"Ahahaha!! Simple kan!!"
Teriak ku kepada Sofie agar dia mendengarnya.
"Aaarreleeeyyyy Booodddoohhhhh!!!!!!~"
Pekik Sofie sampai suaranya serak, aku pernah mendengar suaranya yang seperti ini, ya, suaranya mirip dengan suaranya ketika menjerit ketakutan saat aku membangunkan dia tidur.
Kemudian Sofie terpingsan di udara, air matanya memancar keluar juga bersamaan dengan liburnya, sangat tidak elegan, aku yang terkejut ketika ia tak sadarkan diri kemudian aku langsung menghampiri nya.
"Kak Sofie!! Sadar lah!!"
Teriak ku sambil menampar-nampar sedikit pipinya, syukur nya tak lama kemudian ia tersadar dan kami masih terjun bebas di langit yang kuas ini.
"A.. Arley... Tadi aku bermimpi... Kalau aku... (~Mumble... Mumble....) -H-He!!?! Ini bukan mimpi!!!?!"
Sofie tersadar lagi, kemudian ia kembali histeris tak genah.
"Aaaaaaaa... Ah~"
"Ha?!"
Tiba-tiba keluar cairan kuning merembes dari celana Sofie. Cairan itu membasahi ku dan juga seluruh bajuku, aroma tak sedap langsung menghujani tubuh ini secara terbalik.
"m-mungkan kah... Ini..."
"Aaarrleyy Boooodddooohhhh....!!! ~"
Lagi, pekik Sofie dengan lantang nya sambil terjun bebas selama 30 menit sampai akhirnya kami sampai ke Dataran bumi yang biasa kami tinggal di bawah sana.
***